Surabaya, Diagramkota.com – Komisi D DPRD Surabaya menyoroti pentingnya peningkatan kualitas layanan kesehatan di RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) dalam menghadapi peningkatan jumlah kunjungan pasien. Hal ini menjadi fokus utama dalam rapat pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2025.
Evaluasi Kinerja dan Peningkatan Kualitas Layanan
Dalam evaluasi kinerja, Komisi D DPRD menekankan bahwa tingginya serapan anggaran harus sejalan dengan peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat. Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Johari Mustawan, menyampaikan bahwa keberhasilan rumah sakit tidak hanya diukur dari realisasi anggaran, tetapi juga dari kepuasan pasien, kualitas pelayanan, dan keselamatan pasien.
“Keberhasilan rumah sakit tidak cukup diukur dari serapan anggaran. Yang jauh lebih penting adalah kepuasan pasien, kualitas pelayanan, dan keselamatan pasien (patient safety),” ujar Johari saat ditemui Lensaparlemen.id.
Kunjungan Pasien yang Meningkat
Menurut data, jumlah kunjungan pasien di RSUD BDH mencapai sekitar 1.500 orang per hari. Peningkatan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan di wilayah Surabaya Barat serta daerah penyangga seperti Kabupaten Gresik dan Lamongan. Direktur RSUD Bhakti Dharma Husada, dr. Arif Setiawan, M.Kes, menyebutkan bahwa peningkatan kunjungan pasien sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya.
Inovasi Digitalisasi Layanan
Salah satu inovasi yang mendapat apresiasi adalah digitalisasi layanan farmasi. Melalui sistem informasi yang diterapkan, pasien dapat memantau proses penyelesaian obat racikan maupun nonracikan melalui layar monitor sehingga pelayanan menjadi lebih transparan.
“Ini merupakan inovasi yang baik karena membuat pelayanan lebih transparan. Tinggal bagaimana sosialisasinya kepada pasien terus ditingkatkan,” katanya.
Pengembangan Fasilitas dan Layanan
RSUD BDH merencanakan pengembangan fasilitas hingga 2027. Program tersebut meliputi pembangunan gedung baru, penambahan ruang rawat inap dan rawat jalan, serta pengadaan alat kesehatan yang lebih modern. Selain itu, rumah sakit akan mengembangkan layanan bagi pasien non-BPJS, khususnya masyarakat menengah ke atas, tanpa mengurangi kualitas pelayanan bagi peserta BPJS Kesehatan.
Efisiensi Anggaran dan Kualitas Pelayanan
RSUD BDH juga terus melakukan efisiensi anggaran melalui konsolidasi pengadaan obat dan bahan habis pakai bersama sejumlah rumah sakit di Surabaya maupun daerah lain di Pulau Jawa. Langkah tersebut dilakukan agar harga pembelian lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pelayanan.
Rencana Pengembangan Tahun 2026
Pada 2026, RSUD BDH akan mengembangkan sejumlah layanan unggulan, di antaranya layanan Tuberkulosis Resisten Obat (TBRO), pembangunan fasilitas Cath Lab untuk pelayanan jantung, penambahan alat CT Scan, serta peningkatan kenyamanan rumah sakit melalui penataan area parkir, penambahan ruang rawat inap, ruang rawat jalan, dan pembangunan gedung baru.
Harapan Masa Depan
Komisi D DPRD Surabaya berharap seluruh rencana pengembangan tersebut dapat terealisasi secara optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Dengan pelayanan yang lebih cepat, modern, dan profesional, RSUD Bhakti Dharma Husada diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu rumah sakit rujukan unggulan milik Pemerintah Kota Surabaya sekaligus memenuhi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat Surabaya dan daerah sekitarnya.

















