Peran Komisi D DPRD Surabaya dalam Menghadapi Kasus Sindikat Joki UTBK-SNBT
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 5 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kasus sindikat joki UTBK-SNBT yang terungkap di Surabaya menjadi perhatian serius bagi para anggota dewan. Anggota Komisi D DPRD Surabaya, dr. Zuhrotul Mar’ah, menyampaikan pandangan penting mengenai tindakan tersebut. Ia menilai praktik perjokian dalam seleksi pendidikan sangat memprihatinkan karena melanggar nilai kejujuran dan integritas.
[H3] Mencederai Nilai Pendidikan
Menurut dr. Zuhrotul Mar’ah, kecurangan dalam proses masuk perguruan tinggi tidak hanya merugikan peserta lain yang berkompetensi secara jujur, tetapi juga berpotensi merusak kualitas generasi penerus bangsa. Pendidikan seharusnya menjadi wadah untuk menciptakan generasi yang berintegritas dan kompeten.
[H3] Evaluasi Sistem Pengawasan
Ia mengapresiasi langkah cepat Polrestabes Surabaya dalam membongkar jaringan sindikat joki. Menurutnya, pengungkapan kasus ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan pelaksanaan UTBK-SNBT.
[H3] Kunci Keberhasilan adalah Integritas
Selain itu, dr. Zuhrotul Mar’ah mendorong adanya penguatan pendidikan karakter di sekolah agar para pelajar memahami pentingnya kejujuran dan menjunjung etika dalam meraih cita-cita. Ia menekankan bahwa kesuksesan yang diperoleh melalui cara curang tidak akan memberi manfaat jangka panjang.
[H3] Langkah Konkrit untuk Mencegah Kecurangan
Untuk mencegah kejadian serupa, ia menyarankan penguatan pengawasan dari berbagai sisi. Hal ini termasuk verifikasi identitas peserta, sistem teknologi ujian, dan pengawasan di lokasi pelaksanaan tes. Sinergi antar semua pihak diperlukan untuk menutup celah terjadinya praktik kecurangan.
– Sekolah dan universitas perlu meningkatkan edukasi tentang etika dan integritas.
– Teknologi ujian harus diperkuat dengan sistem anti-pemalsuan.
– Masyarakat dan media perlu aktif mengawasi proses seleksi pendidikan.
Kasus sindikat joki UTBK-SNBT menunjukkan pentingnya penegakan integritas dalam dunia pendidikan. Tidak hanya sebagai bentuk kecurangan, hal ini juga berdampak pada kualitas pendidikan nasional. Dengan kerja sama antara lembaga pendidikan, aparat hukum, dan masyarakat, kecurangan semacam ini dapat diminimalkan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar