Demo Mahasiswa Jatim Kecam Kebijakan Pemerintah dan Minta Evaluasi Program Populis
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 9 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Aksi demonstrasi besar-besaran kembali digelar oleh mahasiswa Jawa Timur, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia-Jawa Timur (BEM SI Jatim), di Gedung Grahadi Surabaya. Aksi ini menjadi bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai tidak pro-rakyat, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dalam keterangannya, Dr. Suryo Wibowo, ahli politik dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), menekankan bahwa aksi ini mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap arah pemerintahan saat ini. “Mahasiswa tidak hanya menyuarakan aspirasi mereka, tetapi juga memberikan tekanan agar pemerintah lebih responsif terhadap isu-isu penting seperti ekonomi, demokrasi, dan penegakan hukum,” ujarnya.
Tuntutan yang Disampaikan
Massa dari berbagai kampus, seperti Universitas Airlangga (UNAIR), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA), serta Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, menggelar aksi secara serentak. Mereka menyampaikan tuntutan utama, antara lain:
- Hentikan pelaksanaan MBG dan KDMP.
- Cabut UU Polri dan UU TNI.
- Bebaskan seluruh tahanan politik.
- Turunkan harga BBM dan kebutuhan pokok masyarakat.
- Kuatkan rupiah dan kembalikan kedaulatan ekonomi rakyat.
Selain itu, ada sejumlah tuntutan turunan, seperti menuntut penguatan integritas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mempercepat pengesahan RUU Perampasan Aset dan RUU Masyarakat Adat, serta menolak militerisme dalam ranah sipil.
Pengawasan dan Keamanan
Sejumlah perwakilan dari pihak kepolisian hadir untuk memastikan aksi berlangsung aman dan damai. Dalam wawancara singkat dengan media, Kepala Divisi Humas Polda Jatim, Kombes Pol. Budi Suryanto, menegaskan bahwa pihaknya akan menjaga kondusivitas selama aksi berlangsung.
Pandangan Akademisi
Menurut Prof. Dr. Anwar Masykur, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Airlangga, aksi mahasiswa kali ini menunjukkan semangat partisipasi aktif generasi muda dalam proses demokratisasi. “Ini bukan sekadar unjuk rasa, tetapi juga bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif tentang tanggung jawab sosial dan politik,” katanya.
Peran Media dan Publik
Aksi ini juga mendapat perhatian dari berbagai kalangan masyarakat, termasuk para aktivis dan organisasi kemasyarakatan. Sejumlah media lokal meliput aksi tersebut, sementara platform digital seperti Instagram dan Twitter digunakan sebagai sarana informasi dan koordinasi peserta aksi.
Demo mahasiswa Jatim hari ini menunjukkan bahwa kelompok pemuda masih sangat peduli terhadap isu-isu penting yang berkaitan dengan kehidupan rakyat. Dengan tuntutan yang jelas dan kompak, aksi ini menjadi cerminan dari semangat demokratis dan kepedulian terhadap masa depan bangsa.***

>

Saat ini belum ada komentar