Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » FORUM OPINI » Inflasi Surabaya Naik, Saatnya Pemkot Buka Mata

Inflasi Surabaya Naik, Saatnya Pemkot Buka Mata

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Kenaikan inflasi di Surabaya bukan sekadar cerita klasik tentang cabai dan beras. Di tengah data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat inflasi Jawa Timur pada Juni 2025 sebesar 0,43 persen (m-to-m) dan pada Juli naik menjadi 0,22 persen, Surabaya justru mencatat tren meningkat yang lebih dalam di kelompok makanan dan minuman siap saji, terutama sektor kuliner berbasis aplikasi daring.

Fenomena ini menunjukkan ada variabel baru yang belum terbaca oleh pemerintah: peran teknologi aplikasi dan pasar digital dalam memengaruhi harga serta perputaran uang masyarakat kota.

Sektor Kuliner: Laris Tapi Tak Sejahtera

Sektor kuliner di Surabaya adalah denyut ekonomi harian kota. Ribuan pelaku UMKM menggantungkan hidupnya pada pesanan online—namun ironisnya, justru dari sinilah sumber tekanan inflasi baru muncul.

Kebijakan potongan harga sepihak yang dilakukan oleh aplikasi pesan-antar (seperti GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood) kerap membuat harga tampak lebih murah bagi konsumen, tapi beban biayanya ditanggung oleh pelaku ekonomi kecil dan pekerja lapangan.

“Selama ini masyarakat dan pemerintah terkecoh. Dikiranya potongan harga itu ditanggung oleh aplikasi, padahal faktanya dibebankan kepada driver dan merchant,” tulis redaksi Diagramkota dalam pernyataannya.

Akibatnya, margin keuntungan UMKM menipis. Banyak pedagang yang merasa “jualan laris tapi uangnya tidak terasa.” Mereka sering mengatakan, “Awalnya dikira untung, ternyata malah buntung.”

Beban Psikologis UMKM yang Tak Terlihat

Kelompok UMKM kuliner di Surabaya jarang bersuara lantang seperti serikat pengemudi online. Tidak ada organisasi yang mewakili mereka secara formal.
Masalah mereka pun seolah “senyap”—tidak masuk ke telinga lembaga legislatif, eksekutif, maupun partai politik.

Padahal, jika ribuan pedagang kecil kehilangan margin dan daya beli, efeknya bukan hanya pada kesejahteraan keluarga mereka, tapi juga pada sirkulasi uang kota. Ketika uang berhenti di tangan platform besar, konsumsi riil warga menurun — dan inilah inflasi gaya baru: harga naik, tapi daya beli stagnan.

Faktor Klasik: Pertanian dan Distribusi Harga

Meski variabel digital menjadi sorotan baru, faktor klasik seperti harga bahan pangan tetap memegang peran besar.
Harga cabai rawit di Jawa Timur pada Juni 2025 naik 42 persen dibanding Mei, menurut BPS. Komoditas lain seperti tomat dan bawang merah juga menunjukkan fluktuasi tinggi.

Namun, Pemkot Surabaya tampak belum memiliki sistem prediksi dan intervensi harga yang kuat di tingkat distribusi perkotaan. Kebijakan stabilisasi harga masih bersifat reaktif, hanya muncul saat inflasi sudah melonjak.

Kritik dan Masukan untuk Pemkot Surabaya

Redaksi Diagramkota menilai, Pemkot Surabaya perlu keluar dari pola pikir inflasi konvensional.
Selama ini, fokus kebijakan hanya berhenti pada pengendalian harga pasar tradisional dan distribusi pangan, tanpa menyentuh rantai ekonomi digital yang kini mendominasi konsumsi warga.

“Pemkot harus sadar bahwa pola belanja warga Surabaya sudah berubah. Bukan lagi hanya di pasar, tapi di aplikasi. Maka pengendalian inflasi pun harus mengikuti pola itu,” tulis redaksi.

Beberapa masukan konkret untuk Pemkot Surabaya:

1. Lakukan audit ekonomi digital lokal. Identifikasi besaran perputaran uang dari sektor kuliner daring dan dampaknya terhadap margin pelaku UMKM.

2. Libatkan platform digital dalam forum pengendalian inflasi daerah. Mereka bukan sekadar perantara, tapi kini sudah berperan sebagai aktor ekonomi utama.

3. Bangun sistem data terintegrasi antara Dinas Perdagangan, BPS, dan pelaku UMKM daring untuk memetakan pola konsumsi dan harga secara real time.

4. Dorong kebijakan “fair margin” bagi UMKM kuliner digital, agar promo tidak dibebankan sepihak ke penjual dan pekerja lapangan.

5. Perkuat pasar lokal dan distribusi pangan langsung dari petani ke UMKM, mengurangi ketergantungan pada tengkulak dan biaya logistik tinggi.

Inflasi Bukan Sekadar Angka

Inflasi di Surabaya kini tidak bisa lagi dipahami hanya lewat indeks harga bahan pokok. Ada inflasi digital, inflasi struktural, dan inflasi sosial — ketika harga naik karena ketimpangan sistem ekonomi antara pelaku kecil dan korporasi platform.

Jika Pemkot Surabaya tidak segera membaca arah ini, maka intervensi yang dilakukan hanya akan menambal gejala, bukan menyembuhkan penyakitnya.

“Inflasi bukan hanya urusan cabai dan beras, tapi juga tentang siapa yang menikmati keuntungan dari setiap transaksi di kota ini”.

Penulis : Nawi

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengapa Dybala Tidak Main dalam Pertandingan Cagliari Melawan Roma?

    Mengapa Dybala Tidak Main dalam Pertandingan Cagliari Melawan Roma?

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 140
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam dunia sepak bola, keputusan pelatih untuk menentukan susunan pemain bisa sangat berpengaruh terhadap hasil pertandingan. Dalam laga Cagliari melawan Roma di Serie A, keputusan tersebut menjadi sorotan utama. Paulo Dybala, salah satu pemain kunci tim, tidak dimasukkan dalam formasi awal. Ini menjadi perhatian besar bagi para penggemar dan analis sepak bola. Pemilihan pemain […]

  • PERSIPURA BARITO

    Persipura vs Delttrs FC: Kemenangan Berat Persipura Jayapura di Stadion Lukas Enembe, Meski Menang Tipis

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 186
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kemenangan tipis yang diraih oleh Persipura Jayapura dalam pertandingan melawan Deltras FC Sidoarjo menjadi momen penting bagi tim asal Papua. Meski hanya memperoleh kemenangan dengan skor 1-0, perjuangan keras yang dilakukan oleh pemain Mutiara Hitam di hadapan pendukung fanatik memberikan bukti kuat tentang mental bertanding yang tangguh. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Lukas Enembe, […]

  • Perayaan Nisfu Syakban: Momentum untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

    Perayaan Nisfu Syakban: Momentum untuk Mendekatkan Diri kepada Allah SWT

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 103
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Nisfu Syakban adalah salah satu momen penting dalam kalender hijriah yang memiliki makna mendalam bagi umat Muslim. Tahun ini, perayaan Nisfu Syakban jatuh pada 3 Februari 2026, bertepatan dengan 15 Syakban 1447 H. Momen ini sering dianggap sebagai waktu yang penuh berkah dan kesempatan untuk memperbaiki diri serta memohon ampunan dari Allah SWT. Makna […]

  • Formula 1 2026: Persiapan untuk Musim yang Dinantikan

    Formula 1 2026: Persiapan untuk Musim yang Dinantikan

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 82
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Musim Formula 1 2026 telah resmi dimulai dengan gelaran Grand Prix Australia. Sebagai pembuka musim, balapan ini menjadi momen penting bagi para pembalap dan tim untuk menunjukkan performa terbaik mereka. Seluruh dunia berpaling pada acara ini, karena setiap detik di sirkuit Melbourne bisa menjadi penentu kesuksesan sepanjang musim. Kehadiran Pembalap Baru dalam Aksi Salah […]

  • Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares

    Pemain Mali yang Jadi Ancaman bagi Persebaya Surabaya

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 119
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Moussa Sidibe, seorang pemain sepak bola asal Mali, telah menjadi sorotan setelah menghancurkan rekor 13 laga tak terkalahkan Persebaya Surabaya. Dengan performa luar biasa dalam empat pertandingan terakhir, Sidibe menunjukkan kemampuan yang memukau dan membuat lawannya kewalahan. Latar Belakang Karier Moussa Sidibe Moussa Sidibe lahir pada 21 November 1994 di Bamako, Mali. Sejak debut […]

  • Operasi Patuh Semeru 2025 Polda Jatim Berhasil Tekan Angka Kecelakaan Hingga 39 persen

    Operasi Patuh Semeru 2025 Polda Jatim Berhasil Tekan Angka Kecelakaan Hingga 39 persen

    • calendar_month Jumat, 1 Agt 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 268
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025, Polda Jawa Timur mencatat capaian signifikan dalam peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas. Operasi yang berlangsung dari tanggal 14 hingga 27 Juli 2025 ini berhasil menindak 480.995 pelanggaran, meningkat 25% dibandingkan tahun sebelumnya. Namun di sisi lain, jumlah kecelakaan lalu lintas menurun drastis hingga […]

expand_less