Domino: Dari Permainan Rekreasi ke Olahraga Prestasi Nasional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Permainan domino, yang selama ini dikenal sebagai aktivitas hiburan di warung kopi dan lingkungan sosial, kini resmi menjadi olahraga prestasi. Transformasi ini menandai sebuah momen penting dalam sejarah olahraga Indonesia, terutama setelah penyelenggaraan Surabaya Domino Tournament 2026 yang berlangsung di Grand City Convention Hall, Surabaya, pada 18-19 April 2026.
Perubahan Paradigma Olahraga Intelektual
Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menyampaikan bahwa domino tidak hanya sekadar permainan yang menghibur, tetapi juga olahraga yang membutuhkan ketahanan fisik serta strategi intelektual yang kuat. Ia menjelaskan bahwa ajang ini menjadi wadah formal untuk menyalurkan bakat masyarakat dalam ekosistem kompetisi yang sehat.
“Sebagai olahraga domino memerlukan curahan energi serta konsentrasi yang sama besarnya dengan olahraga intelektual lainnya seperti bridge atau catur,” ujarnya.
Turnamen nasional ini diikuti oleh 512 pasangan atau sekitar 1.000 atlet dari 17 provinsi di Indonesia. Penyelenggaraan ini diinisiasi oleh Higgs Games Island (HGI) bekerja sama dengan Pengurus Besar Persatuan Olahraga Domino Indonesia (PB PORDI), KONI Jawa Timur, serta Pemerintah Kota Surabaya. Ini menjadi bukti nyata bahwa domino telah masuk jalur profesional yang setara dengan catur dan bridge.
Dukungan dari Tokoh dan Pemerintah
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, hadir langsung meninjau jalannya pertandingan. Ia mengapresiasi antusiasme peserta dan meminta PB PORDI Jatim untuk menyelenggarakan acara yang lebih besar di masa depan. Pemerintah Kota Surabaya bahkan memproyeksikan domino sebagai bagian dari daya tarik wisata olahraga atau sport tourism yang dapat meningkatkan citra kota di tingkat internasional.
Mengikis Stigma Negatif
Selain aspek prestasi, turnamen ini juga menjadi momentum untuk mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada domino sebagai sarana perjudian. Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung, menegaskan bahwa pihaknya menerapkan aturan ketat yang dikenal dengan prinsip 4N dan 1T, yakni No Judi, No Alkohol, No Narkoba, No Smoking, dan Tertib Beribadah.
Andi menekankan bahwa domino di bawah naungan PORDI sepenuhnya merupakan ajang silaturahim dan prestasi, bahkan langkah ini telah mendapat legitimasi positif melalui konsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Investasi Swasta untuk Membangun Ekosistem
Transformasi domino menjadi olahraga bergengsi ini turut didukung oleh komitmen investasi besar dari sektor swasta. HGI selaku sponsor utama mengalokasikan dana hingga Rp10 miliar untuk membangun ekosistem domino nasional sepanjang tahun 2026. Surabaya dipilih sebagai kota pembuka dari rangkaian delapan seri turnamen nasional yang akan digelar di berbagai kota besar di seluruh Indonesia.
Masa Depan Domino sebagai Olahraga Prestasi
Melalui standarisasi kompetisi dan dukungan lintas sektor tersebut, domino kini menatap masa depan sebagai cabang olahraga prestasi baru di Indonesia. Perubahan paradigma dari permainan rekreatif menjadi olahraga kecerdasan ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet strategis yang mampu bersaing di kancah nasional maupun global.***

>

Saat ini belum ada komentar