Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Tampil dengan Rompi Pink Kejagung
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 32 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Dadan Hindayana, mantan kepala Badan Gizi Nasional (BGN), menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penampakannya di Gedung Bundar Kejaksaan Agung pada Rabu (3/6/2026) menunjukkan bahwa ia kini harus mengenakan rompi tahanan yang biasa digunakan oleh para tersangka.
Dalam keterangannya, Direktur Penyidikan Jampidsus Syarief Sulaiman menjelaskan bahwa penyidik Kejagung menemukan adanya indikasi pengaturan dalam penunjukan mitra SPPG. Yayasan-yayasan tersebut diduga tidak memenuhi syarat dan tetap dipilih karena intervensi dari para tersangka.
Korupsi dalam Pengadaan Barang dan Jasa
Selain itu, para tersangka juga diduga melakukan pengadaan barang dan jasa secara melawan hukum dengan mengintervensi pejabat pembuat komitmen (PPK). Hal ini menyebabkan kerugian negara yang signifikan. Beberapa pengadaan yang disebutkan antara lain:
- Pengadaan 21.801 unit dengan nilai Rp 1 triliun
- Pengadaan 32.000 pasang sepatu yang tidak sesuai ketentuan dan di-mark up
- Pengadaan sekitar 31.000 unit tablet yang tidak sesuai ketentuan dan di-mark up
- Pengadaan 5.400 unit televisi 75 inch yang juga tidak sesuai ketentuan dan di-mark up
Dukungan dari Pihak Internal
Menurut informasi yang diperoleh, yayasan-yayasan yang terlibat dalam proyek ini memiliki keterkaitan langsung dengan para tersangka. Bahkan, beberapa di antaranya diduga dimiliki oleh Dadan Hindayana, Sony Sonjaya, dan Lodewyk Pusung. Hal ini menunjukkan bahwa ada skema yang sistematis dalam kejahatan korupsi yang terjadi.
Selain Dadan, dua eks wakil kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, juga ditahan oleh KPK setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.
Kontroversi Pengadaan Motor Listrik
Sebelumnya, terdapat kontroversi terkait pengadaan motor listrik selama masa jabatan Dadan. Dugaan mark-up harga dan pelanggaran aturan pengadaan membuat banyak pihak mencurigai tindakan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait.
Tanggapan dari Pihak Istana
Meski telah dicopot dari jabatannya, Dadan Hindayana masih menjadi perhatian publik. Menurut Mahfud MD, langkah pencopotan ini merupakan responsif dari Prabowo terhadap berbagai isu yang muncul sebelumnya. Namun, beberapa pihak tetap merasa khawatir terhadap kebijakan yang diambil.
Penggeledahan Kantor BGN
Kejagung juga melakukan penggeledahan di kantor BGN setelah pencopotan Dadan. Dokumen, ponsel, dan laptop diangkut sebagai bagian dari proses penyelidikan lebih lanjut.
Kasus ini menunjukkan pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran pemerintah. Tidak hanya bagi BGN, tetapi juga untuk lembaga-lembaga lain yang bekerja dalam program sosial. Dengan adanya tindakan tegas dari KPK dan Kejagung, diharapkan bisa memberikan efek jera bagi siapa pun yang terlibat dalam praktik korupsi.***

>

Saat ini belum ada komentar