Persebaya Surabaya Angkat Bicara Setelah Dituduh
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 6 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya, salah satu klub sepak bola ternama di Indonesia, kembali menjadi sorotan setelah CEO mereka, Azrul Ananda, memberikan pernyataan resmi terkait isu yang menyebut bahwa klubnya menerima tugas dari Pemkot Surabaya untuk meraih gelar juara Super League musim depan. Isu ini muncul setelah Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengeluarkan pernyataan yang memicu kontroversi.
Dalam pernyataannya, Farhan menegaskan bahwa Persib Bandung harus mendominasi Super League karena ia mendapatkan informasi bahwa Persebaya Surabaya telah diberi penugasan oleh Pemkot Surabaya untuk meraih gelar juara. Hal ini dilakukan dalam rangka merayakan hari jadi 100 tahun Kota Surabaya.
”
Persib harus mendominasi karena saya sudah mendapatkan informasi bahwa Persebaya sudah mendapat penugasan dari Pemkot Surabaya,” ujar Farhan.
”
Bahkan dalam rangka 100 tahun Surabaya harus juara,” tambahnya.
Tidak lama setelah pernyataan tersebut, pihak Persebaya langsung memberikan respons. Azrul Ananda, CEO Persebaya, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar. Ia mengklaim bahwa meskipun ada kerja sama antara klub dan Pemkot Surabaya, tidak ada instruksi atau tugas khusus untuk meraih gelar juara.
”
Kami mengakui adanya kerja sama dengan Pemkot Surabaya, tetapi tidak ada perintah untuk meraih juara,” jelas Azrul.
”
Pemkot Surabaya hanya berharap kami bisa tampil maksimal, bukan bertujuan untuk meraih gelar juara.”
Azrul juga menekankan bahwa komitmen Persebaya adalah bermain dengan profesional dan menjaga sportivitas. Ia menilai bahwa isu seperti ini dapat merusak citra klub dan mengganggu semangat para pemain.
”
Kami tidak ingin dikaitkan dengan hal-hal yang tidak benar. Kami fokus pada performa dan prestasi yang nyata,” imbuhnya.
Selain itu, Azrul juga menyoroti pentingnya hubungan antara klub sepak bola dan pemerintah daerah. Meski ada kolaborasi, ia menegaskan bahwa keputusan teknis dan strategi selalu ditentukan oleh manajemen klub sendiri.
”
Kerja sama dengan Pemkot Surabaya adalah bentuk dukungan, bukan intervensi. Kami tetap menjaga independensi dan profesionalisme,” tutur Azrul.
Isu ini menunjukkan betapa kompleksnya hubungan antara klub sepak bola dan pihak pemerintah. Meski ada dukungan, isu seperti ini bisa memicu spekulasi dan tekanan yang tidak perlu bagi klub.
Berikut beberapa poin penting terkait isu ini:
- Penegasan Azrul Ananda: Persebaya menyangkal adanya tugas dari Pemkot Surabaya untuk juara.
- Pernyataan Wali Kota Bandung: Farhan menyatakan bahwa Persib harus dominasi Super League.
- Hubungan Klub dan Pemkot: Ada kerja sama, tetapi tidak ada intervensi langsung.
- Fokus pada Performa: Persebaya tetap menjaga profesionalisme dan tidak terpengaruh oleh isu.
Dengan demikian, Persebaya Surabaya tetap berkomitmen untuk tampil maksimal dalam kompetisi Super League tanpa adanya tekanan eksternal yang tidak relevan.***

>

Saat ini belum ada komentar