Pungli Wira Wiri Dibongkar, Wali Kota Surabaya Tindak Tegas
- account_circle Shinta ms
- calendar_month Sab, 27 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap praktik pungutan liar (pungli) dalam rekrutmen transportasi publik Wira Wiri.
Kasus ini mencuat setelah video pengakuan seorang warga, Bagas Fradana (26), viral di media sosial pada Kamis (25/12/2025).
Merespons cepat kegaduhan publik, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi langsung memanggil korban dan terduga pelaku ke Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya pada Jumat (26/12/2025).
Dari pertemuan tersebut terungkap bahwa Bagas, warga Tambak Asri yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang pasar sekaligus driver ojek online, menjadi korban penipuan bermodus “uang pengganti trayek” untuk bisa bergabung sebagai kru Wira Wiri.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan, seluruh proses rekrutmen kru transportasi di bawah naungan Pemkot Surabaya—baik Wira Wiri maupun Suroboyo Bus—tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Saya tegaskan, tidak ada uang satu sen pun untuk daftar Wira Wiri atauSuroboyo Bus. Tidak ada istilah ganti trayek. Kendaraan ini diperuntukkan bagi sopir angkot (Lyn) yang trayek dan KIR-nya (uji kelayakan kendaraan bermotor) sudah mati untuk diberdayakan, bukan untuk diperjualbelikan jalurnya,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi pada Sabtu (27/12/2025).
Ia menjelaskan, trayek angkutan yang izinnya telah mati secara otomatis tidak lagi berlaku. Karena itu, permintaan uang pengganti trayek dinilai tidak masuk akal dan merupakan bentuk penipuan.
Atas perbuatannya, oknum bernama Yasikin dijatuhi sanksi tegas berupa skorsing selama tiga bulan serta diwajibkan mengembalikan uang korban sebesar Rp 4 juta secara utuh.
“Kami melakukan skorsing dan evaluasi saudara Yasikin selama 3 bukan kedepan, karena saudara Bagas sudah memaafkan dan pertimbangan bahwa yang bersangkutan adalah kepala keluarga. Bagas punya hati besar dan memaafkan, maka proses hukum tidak berlanjut, tapi sanksi administratif tetap berjalan,” tambahnya.
Tak berhenti di situ, sebagai bentuk apresiasi atas keberanian melapor dan kejujuran korban, Wali Kota Eri Cahyadi mengangkat Bagas sebagai helper Wira Wiri dengan status pekerja kontrak.
“Karena Mas Bagas berani melapor dan jujur, saya jadikan dia helper Wira Wiri. Saya minta dia amanah menjaga warga Surabaya di dalam transportasi umum nanti,” kata Eri.
Untuk mencegah praktik serupa terulang, Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan akan melakukan pembenahan menyeluruh di sektor transportasi. Sebanyak 900 sopir dan helper dijadwalkan dikumpulkan di Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ) pada Selasa dan Rabu mendatang untuk mendapatkan pengarahan langsung.
“Surabaya tidak boleh ada kekuatan preman atau pungli. Masuk Pemkot harus lewat jalur resmi, ada tes kesehatan, tes narkoba, dan seleksi ketat. Kalau ada oknum yang minta uang, segera laporkan langsung kepada saya,” tandasnya.
Ia juga mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang mensyaratkan pembayaran di awal.
“Ini harus diberantas, karena meresahkan bagi warga. Ayo warga Surabaya jangan mudah percaya terhadap oknum-oknum yang mengatasnamakan Pemkot Surabaya,” pesannya.
Sementara itu, Bagas Fradana menceritakan awal mula kasus yang dialaminya. Peristiwa bermula pada Agustus 2025 saat ia mengantar seorang penumpang ojek online yang kemudian menawarkan lowongan kerja di Wira Wiri dan mengenalkannya kepada Yasikin.
“Saya diminta membayar Rp 8 juta untuk ganti trayek. Karena tidak punya uang segitu, saya bayar bertahap. Awalnya Rp 3 juta, lalu diminta lagi Rp 1 juta, jadi total 4 juta yang saya transfer,” ujar Bagas.
Janji untuk mulai bekerja pada Oktober 2025 tak pernah terealisasi hingga Desember. Merasa tertipu, Bagas yang menyimpan bukti transaksi akhirnya mengunggah video pengakuan ke media sosial hingga viral dan memantik respons cepat dari Pemkot Surabaya.
“Saya berterima kasih atas respon cepat Pemkot Surabaya terhadap masalah ini. Dengan pekerjaan yang saya terima dari Bapak Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi ke depannya saya akan amanah dan giat bekerja,” pungkasnya. (sms)
- Penulis: Shinta ms




