Aktivis 98 Pimpin Kopdes Merah Putih Dayu Blitar, Boby Wijono: Koperasi Kuat Kalau Dikelola dengan Sistem yang Benar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 22 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Koperasi Desa Merah Putih Dayu, Nglegok, Kabupaten Blitar
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM β Ada yang menarik di balik peluncuran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Sabtu (16/5/2026). Nahkoda kopdes Merah Putih Dayu, salah satu yang ikut diresmikan Presiden Prabowo Subianto hari ini bukan orang sembarangan β ia adalah Boby Wijono, ST, seorang aktivis gerakan reformasi 1998 yang kini memilih berjuang di lini ekonomi kerakyatan.
Aktivis 98 Kini Pimpin Ekonomi Desa
Boby Wijono yang juga menjabat Ketua Barikade 98 Jawa Timur itu menegaskan, kunci keberhasilan koperasi bukan pada modal besar atau fasilitas mewah, melainkan pada sistem pengelolaan yang benar dan konsisten.
“Dasar kekuatan ekonomi koperasi adalah anggota. Dari anggota, oleh anggota, dan untuk anggota. Selama dikelola dengan sistem koperasi yang benar, saya yakin pasti akan berhasil,” tegasnya.
Semangat Reformasi Bertemu Ekonomi Kerakyatan
Sebagai aktivis yang pernah turun ke jalan demi reformasi, Boby mengaku melihat kesamaan nilai antara perjuangan 1998 dan cita-cita koperasi β yakni keadilan ekonomi yang menyentuh rakyat paling bawah.
Ia menekankan bahwa semangat berkoperasi sejatinya bukan hal baru bagi masyarakat desa. Gotong royong dan kebersamaan sudah lama mengakar di Desa Dayu. Kopdes Merah Putih, menurutnya, tinggal memformalisasi semangat itu ke dalam struktur ekonomi yang lebih kuat dan terorganisasi.
Apresiasi Langkah Prabowo Bangun Ekonomi Desa
Boby pun mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang mendorong operasionalisasi ribuan Kopdes Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia.
“Ini langkah nyata. Pemerintah serius membangun ekonomi dari desa. Kami di Dayu siap menjalankan amanah ini sebaik-baiknya,” ujar Boby Wijono.
Senada, Kepala Desa Dayu, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, Nur Rifai, menyampaikan KDMP bukan sekedar seremoni tapi momentum.
βHari ini bukan sekadar seremoni peresmian. Bagi kami di desa, operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) ini adalah momentum untuk membalik keadaan. Desa jangan terus hanya jadi pasar, tapi harus mulai jadi pelaku utama ekonomi,” jelasnya.
Selain itu, lanjut Nur Rifai, ini merupakan pemerataan pembangunan ekonomi yang selama hanya berkutat di kota.
βKami menyambut langkah Presiden Prabowo Subianto yang meresmikan 1.061 KDMP secara nasional. Ini memberi pesan bahwa pembangunan ekonomi tidak boleh hanya berputar di kota besar. Desa juga harus diberi alat, akses, dan keberpihakan.β
Kopdes Merah Putih Dayu Diharapkan jadi Pusat Ekonomi Warga
Sehingga, sebagai Kades Dayu, Nur Rifai tidak ingin koperasi ini hanya ramai saat launching lalu mati pelan-pelan.
“Kami ingin KDMP menjadi pusat aktivitas ekonomi warga: tempat distribusi kebutuhan pokok, penyerapan hasil panen, akses pembiayaan UMKM, hingga membuka lapangan kerja bagi anak-anak muda desa,” pungkas Nur.
Masuk dalam 530 Kopdes Jawa Timur, Blitar Terbanyak se Indonesia
Kopdes Merah Putih Desa Dayu merupakan bagian dari 530 unit koperasi yang diresmikan di tujuh kabupaten Jawa Timur hari ini. Masing-masing koperasi mempekerjakan 17 orang yang seluruhnya direkrut dari warga desa setempat.
Yang menjadi menarik, total jumlah Kopdes Merah Putih di kab/kota Blitar sebanyak 85 gerai, terbanyak se Indonesia.
Secara nasional, program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat desa, serta menjadi sarana bagi petani, nelayan, dan pelaku usaha mikro kecil untuk meningkatkan nilai tambah produk mereka.
Target 30 Ribu Kopdes Beroperasi Agustus 2026
Presiden Prabowo menargetkan 30 ribu Kopdes Merah Putih bisa beroperasi penuh pada Agustus 2026, dari saat ini 1.061 unit yang telah resmi berjalan di Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Secara nasional, program Kopdes Merah Putih ditargetkan menjangkau 83.000 titik di seluruh Indonesia β yang jika tercapai berpotensi menjadikan Indonesia sebagai negara dengan jaringan koperasi desa terbesar di dunia.
Pengurus Kopdes, Ujung Tombak yang Luput dari Apresiasi
Namun di balik semarak peresmian yang disiarkan melalui konferensi video Zoom itu, ada catatan yang patut menjadi perhatian. Berdasarkan pantauan media dalam acara launching virtual tersebut, apresiasi dan penghargaan hanya mengalir kepada institusi negara β mulai dari kementerian, TNI, hingga Babinsa di tingkat desa serta PT Agrinas Pangan Nusantara.
Padahal di lapangan, salah satu yang bekerja demi suksesnya KDMP adalah pengurus. Dan justru para pengurus koperasilah yang menjadi ujung tombak berdirinya Kopdes Merah Putih ini. Merekalah yang berjibaku sejak awal β mulai dari pembentukan organisasi, pengurusan badan hukum, melengkapi administrasi, menggalang anggota, menyiapkan lahan, hingga memastikan kesiapan launching hari ini.
Kerja keras tanpa sorotan itu nyaris tak tersentuh dalam seremonial peresmian.
Padahal tanpa dedikasi para pengurus di tingkat desa, program sebesar ini hanyalah rencana di atas kertas. Koperasi bukan dibangun oleh regulasi semata β melainkan oleh tangan-tangan yang bergerak diam-diam di akar rumput.
Sebuah apresiasi sederhana, sekecil apapun, bisa menjadi bahan bakar semangat bagi mereka yang akan terus menghidupkan koperasi ini jauh setelah kamera peresmian padam. ***

>
>
