Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Dewan Kebudayaan Surabaya: Mencari Rumah untuk Jiwa Kota Pahlawan

Dewan Kebudayaan Surabaya: Mencari Rumah untuk Jiwa Kota Pahlawan

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 8 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Di tengah arus modernisasi yang semakin cepat, Surabaya sedang mencari jalan untuk menjaga kekayaan budayanya. Balai Pemuda, yang dulu menjadi tempat tumbuhnya banyak generasi seniman, kini menjadi simbol perubahan yang penuh tantangan. Dalam keterangannya, Heti Palestina Yunani, Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029, menekankan bahwa kebudayaan bukan sekadar soal struktur atau nomenklatur. Ia adalah tentang ingatan, rasa memiliki, dan ruang hidup bersama.

Budaya sebagai identitas kota

Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota perdagangan dan industri. Di balik wajah metropolitannya, kota ini memiliki akar budaya yang kuat. Ludruk, parikan, reog, dan berbagai bentuk seni tradisional lainnya adalah bagian dari sejarah sosial yang terus berkembang. Namun, selama bertahun-tahun, kebudayaan sering dianggap sebagai agenda acara semata. Setelah festival atau peresmian selesai, ekosistem budaya kembali berjalan sendiri-sendiri.

Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya menilai bahwa langkah Wali Kota Eri Cahyadi untuk membuka ruang publik bagi seniman adalah langkah penting. Dengan memperluas akses ke Balai Pemuda, taman kota, dan fasilitas publik, pemerintah menunjukkan bahwa budaya bukan lagi beban anggaran, tetapi bagian dari pembangunan kota. Pendekatan ini relevan dengan cara pandang kota-kota besar dunia seperti Seoul, Melbourne, dan Yogyakarta, yang menghidupkan ruang publik melalui seni dan komunitas kreatif.

Tantangan transisi lembaga budaya

Pembentukan Dewan Kebudayaan Surabaya menimbulkan harapan sekaligus kegelisahan. Polemik pengosongan sekretariat Dewan Kesenian Surabaya di Balai Pemuda menunjukkan bahwa transisi lembaga budaya tidak sederhana. Bagi sebagian seniman lama, Balai Pemuda bukan hanya aset pemerintah, tetapi juga ruang sejarah yang penuh memori kolektif. Di sisi lain, pemerintah berargumen bahwa ruang tersebut harus lebih terbuka dan inklusif.

Dewan Kebudayaan diuji sebagai lembaga moral sekaligus intelektual. Jika hanya menjadi birokrasi, legitimasi di mata seniman akan hilang. Tetapi jika hanya larut dalam romantisme komunitas lama, ia sulit menjawab tantangan zaman.

Inovasi tanpa kehilangan akar

Salah satu ide penting yang diajukan oleh Heti Palestina Yunani adalah riset dan regenerasi budaya. Surabaya membutuhkan pemetaan budaya yang serius. Selama ini, banyak kebijakan lahir tanpa data kuat. Kota ini punya ludruk, tetapi belum memiliki strategi besar regenerasi pemainnya. Punya seni kampung yang hidup, tetapi belum terdokumentasi dengan baik.

Inovasi seperti menggabungkan ludruk dengan format populer seperti stand up comedy bisa menjadi cara agar budaya lokal tetap relevan. Namun, inovasi harus hati-hati agar tidak menghilangkan ruh budaya itu sendiri. Ludruk bukan sekadar lucu-lucuan, tetapi memiliki sejarah sosial panjang tentang kritik, keberanian, dan suara rakyat kecil.

Arah kebudayaan yang berkelanjutan

Pembentukan Dewan Kebudayaan Surabaya seharusnya menjadi momentum memperbaiki cara kota ini memandang budaya. Kebudayaan tidak boleh diposisikan di pinggir pembangunan. Sebaliknya, ia menentukan watak sebuah kota.

Beberapa pekerjaan besar yang mendesak dilakukan antara lain:

  • Membangun peta budaya kota secara serius dan terbuka
    Surabaya membutuhkan data tentang komunitas seni, ruang budaya, tradisi kampung, hingga kondisi ekonomi para pelaku budaya. Tanpa data, kebijakan budaya hanya akan menjadi proyek tahunan.

  • Memperluas ruang budaya hingga tingkat kampung
    Kebudayaan tidak boleh berhenti di Balai Pemuda. Kampung-kampung Surabaya memiliki potensi besar yang selama ini kurang disentuh.

  • Membangun regenerasi jangka panjang
    Kota ini membutuhkan sekolah budaya, laboratorium kreatif, residensi seniman muda, hingga digitalisasi arsip budaya.

  • Menjaga dialog tetap terbuka
    Polemik antara pemerintah dan seniman seharusnya menjadi pelajaran bahwa kebudayaan tidak bisa dibangun dengan pendekatan sepihak.

Ukuran keberhasilan Dewan Kebudayaan bukan pada banyaknya festival atau megahnya panggung pertunjukan. Ukurannya adalah apakah warga Surabaya kembali merasa memiliki budayanya sendiri. Kebudayaan yang hidup bukan hanya yang dipertontonkan di panggung, melainkan yang tumbuh dalam keseharian kota: di kampung, di taman, di jalanan, dan di hati warganya.

Dan Surabaya, dengan segala keberaniannya sebagai Kota Pahlawan, kini sedang mencari cara agar modernitas tidak membuatnya kehilangan jiwa.***

 

  • Penulis: Diagram Kota

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jangan Remehkan! Ini Alasan Mengapa Kamu Perlu Pakai Sunscreen Sebelum Keluar!

    Jangan Remehkan! Ini Alasan Mengapa Kamu Perlu Pakai Sunscreen Sebelum Keluar!

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 247
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sekarang, kehadiran sinar matahari seperti pisau bermata dua. Terkadang teman, terkadang juga musuh. Pada pagi hari, sinarnya terasa hangat dan segar serta memberikan berbagai manfaat bagi tubuh, khususnya karena adanya vitamin D yang merangsang kesehatan tulang, memperkuat sistem imun, dan membantu tubuh menghasilkan energi. Kegiatan di bawah sinar matahari pagi sering kali membuat suasana […]

  • Warga Wagir Kidul Ponorogo Tidak Lagi Menghadapi Longsoran 5 Km

    Warga Wagir Kidul Ponorogo Tidak Lagi Menghadapi Longsoran 5 Km

    • calendar_month Kamis, 27 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 108
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ratusan penduduk Desa Wagir Kidul, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur akhirnya merasa lega. Setelah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berhasil mengevakuasi material longsoran yang menyebabkan satu rumah tertimbun, satu rumah rusak parah, serta jalan antar dukuh di Desa Wagir Kidul terputus. Setelah seluruh material longsor dievakuasi, warga di 8 RT Desa Wagir Kidul […]

  • Makna Logo HUT RI ke-80: Refleksi Semangat Menuju Indonesia Emas 2045

    Makna Logo HUT RI ke-80: Refleksi Semangat Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 579
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tahun 2025 menandai 80 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sebuah momentum penting menuju satu abad Indonesia merdeka. Logo resmi HUT RI ke-80 yang diluncurkan pemerintah bukan sekadar simbol visual, tetapi mengandung filosofi mendalam tentang perjalanan bangsa, semangat kolaborasi, dan tekad menyongsong masa depan. Desain Logo: Angka “80” yang Dinamis Logo HUT RI ke-80 didesain […]

  • Artis dewasa jepang Sannomiya Tsubaki

    Sannomiya Tsubaki: Image Ceria dan Karier Bersinar Artis Dewasa Jepang

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 2.741
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sannomiya Tsubaki merupakan salah satu nama yang mencuri perhatian dalam industri hiburan dewasa Jepang. Lahir dan dibesarkan di Jepang, Tsubaki menunjukkan bakatnya di dunia seni dan hiburan sejak usia muda. Ia memulai karirnya di industri ini setelah menyelesaikan pendidikan formal, di mana dia memutuskan untuk mengeksplorasi dunia hiburan dewasa yang menawarkan kebebasan ekspresi […]

  • Inovasi Luar Biasa! Kampung Tambak Segaran Raih Apresiasi Tinggi Polri

    Inovasi Luar Biasa! Kampung Tambak Segaran Raih Apresiasi Tinggi Polri

    • calendar_month Senin, 9 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 285
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kampung RW 3 Tambak Segaran, Kelurahan Tambak Rejo, Kecamatan Simokerto, Surabaya, mendapat perhatian nasional sebagai kampung mandiri dan inovatif. Pada 8 Desember 2024, Dirbinpotmas Korbinmas Baharkam Polri, Brigjen Pol. Badya Wijaya, S.H., M.H., mengunjungi kampung ini dan memberikan apresiasi atas berbagai program kreatif yang dikembangkan oleh warga. Kunjungan Brigjen Pol. Badya didampingi Dirbinmas […]

  • Laporan LMP Tulungagung Soal Netralitas Oknum Perangkat Desa di Pilkada Tak Digubris Bawaslu

    Laporan LMP Tulungagung Soal Netralitas Oknum Perangkat Desa di Pilkada Tak Digubris Bawaslu

    • calendar_month Senin, 7 Okt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 355
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Laskar Merah Putih (LMP) Tulungagung merasa kecewa dengan penanganan laporan dugaan pelanggaran netralitas beberapa oknum perangkat desa oleh Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Tulungagung. Laporan yang diajukan pada 1 Oktober 2024 terkait dugaan dukungan terstruktur, masif, dan sistematis dari oknum perangkat desa terhadap salah satu pasangan calon di Pilkada Tulungagung, dinilai tidak ditanggapi serius […]

expand_less