Pemkot Surabaya Salurkan BLT DBHCHT 2026 ke Ribuan Buruh Rokok dan Warga Rentan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026 pada Selasa (23/6/2026). Program ini menyasar para karyawan khusus ber-KTP Surabaya yang bekerja di pabrik rokok, serta masyarakat yang masuk dalam kategori miskin dan rentan miskin.
Penyaluran bantuan secara simbolis diserahkan langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bertempat di galeri House of Sampoerna, Jalan Raya Kalirungkut, Kelurahan Kalirungkut, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya.
Skema Penyaluran Dua Tahap dan Rincian Kuota Penerima
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti, memaparkan bahwa total penerima BLT DBHCHT tahun ini mencapai 3.850 orang. Alokasi tersebut memprioritaskan para pekerja industri tembakau serta warga kurang mampu yang belum tersentuh bantuan sosial lain pada tahun anggaran 2026.
Rincian Profil Penerima Bantuan:
Karyawan Pabrik Rokok: 3.505 orang
Masyarakat Miskin & Rentan Miskin: 345 orang
Total Penerima: 3.850 orang
Setiap penerima mendapatkan total bantuan sebesar Rp1,4 juta, yang dihitung dari akumulasi Rp200 ribu per bulan selama tujuh bulan. Penyalurannya sendiri dibagi ke dalam dua tahap nominal.
“Nah, tahap satu diberikan empat bulan yaitu Maret-Juni sehingga diterima hari ini Rp800 ribu. Dan akan diterimakan di tahap kedua itu Juli-September sebanyak Rp600 ribu,” pungkas Antiek Sugiharti.
Penyesuaian Nilai Bantuan Akibat Pemotongan Anggaran Pusat
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan penjelasan terkait adanya penurunan besaran nominal bulanan yang diterima warga dibandingkan tahun sebelumnya. Hal tersebut dipicu oleh kebijakan pemangkasan transfer dana kompensasi cukai dari pemerintah pusat ke daerah.
“Ada penurunan (alokasi) dari cukai rokok sehingga yang tadinya kita bisa Rp250 hingga Rp300 ribu kita hanya bisa memberikan Rp200 ribu. Jadi ini saya sampaikan kalau nilainya turun dari tahun kemarin karena ada pengurangan, bukan berarti tidak bisa dijalankan tapi tetap kita jalankan,” ujar Wali Kota Eri.
Wali kota yang akrab disapa Cak Eri tersebut menambahkan bahwa sasaran utama dari dana bagi hasil ini adalah warga yang berada di desil satu dan desil dua, seperti petugas pelinting rokok langsung atau petugas keamanan (satpam) pabrik yang membutuhkan.
“Meskipun tidak signifikan Rp200 ribu, tapi semoga bermanfaat dan bisa dirasakan oleh saudara-saudara kita yang memang bekerja berkecimpung di bidang rokok,” harapnya.
Sinergi Investasi Swasta dan Ketahanan APBD Kota Surabaya
Dalam agenda tersebut, Cak Eri turut mengapresiasi PT H.M. Sampoerna Tbk Rungkut 2 yang telah memfasilitasi jalannya penyaluran bantuan. Ia menilai perusahaan tersebut memiliki hubungan kekeluargaan yang sangat kuat dengan para pegawainya, bahkan mencatat adanya karyawan yang telah mengabdi hingga 37 tahun.
Cak Eri menekankan bahwa keberadaan investasi seperti Sampoerna menjadi pilar utama penghasilan warga, sementara bantuan pemerintah bersifat sebagai stimulus tambahan.
“Ini lah saya butuh support dari teman-teman swasta dan investasi yang ada di Surabaya, salah satunya PT H.M. Sampoerna Tbk. Ketika PT H.M. Sampoerna Tbk membuka lowongan pekerjaan maka memberikan penghasilan bagi warga Surabaya, sehingga BLT ini hanya sebagai penunjang saja, tapi intinya ada di gaji di Sampoerna,” sebutnya.
Guna menutup celah keterbatasan anggaran akibat pemotongan dana pusat, Pemkot Surabaya mengoptimalkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk menjamin hak-hak dasar warga miskin lainnya tetap terpenuhi, seperti akses sekolah gratis, beasiswa, perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), hingga jaminan kesehatan gratis.
Acara penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Head of Stakeholder Relation & Sustainability PT H.M. Sampoerna Tbk Romulus Susanto, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya Rini Indriyani, serta jajaran Kepala Perangkat Daerah (PD) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya.***

>
