Kondisi Satwa di Kebun Binatang Surabaya Membaik, Wali Kota Sebut Tidak Ada Kematian Selama Tiga Tahun Terakhir

Surabaya, Diagramkota.com – Kondisi satwa di Kebun Binatang Surabaya (KBS) menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, yang memastikan bahwa tidak ada lagi kasus kematian hewan dalam tiga tahun terakhir. Klaim ini muncul setelah adanya dugaan korupsi anggaran pakan satwa yang dilakukan mantan Direktur Utama PD Taman Satwa KBS, Choirul Anwar (CA), selama periode 2016 hingga 2024.

Perubahan Sistem Perawatan Satwa

Menurut Lintang Ratri Sunarwidhi, Kepala Seksi Humas KBS, pihaknya telah melakukan sejumlah perubahan dalam standar perawatan satwa sejak berubah status menjadi perusahaan umum daerah (perumda) pada Februari 2026 lalu. Perubahan ini mencakup penghitungan kebutuhan nutrisi berdasarkan usia dan berat badan ideal masing-masing hewan. Selain itu, kualitas pakan juga ditingkatkan untuk memastikan kesehatan satwa tetap optimal.

Mekanisme pemberian pakan juga diatur dengan lebih ketat. Setiap hari, satwa diberi makan dua kali untuk memudahkan pemantauan kondisi kesehatannya. Lintang menyatakan bahwa KBS menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan memastikan operasional lembaga tetap berjalan normal.

Dugaan Korupsi Anggaran Pakaan

Kejati Jawa Timur menetapkan Choirul Anwar sebagai tersangka kasus dugaan korupsi anggaran perusahaan senilai Rp10,2 miliar. Dalam menjalankan aksinya, CA diduga menggunakan uang anggaran perusahaan untuk pengeluaran yang tidak sesuai peruntukan, termasuk untuk kepentingan pribadi. Modus yang digunakan adalah mark up anggaran pakan, yaitu dengan mengurangi jumlah makanan yang diberikan kepada satwa, namun laporan pertanggungjawabannya direkayasa agar terlihat sesuai.

Dampak Korupsi pada Kesehatan Satwa

Dugaan korupsi tersebut berdampak pada kondisi KBS yang tidak terawat dengan baik. Banyak satwa mengalami kelaparan akibat kurangnya pakan. Kasus kematian hewan terjadi pada 2023, namun Eri Cahyadi menegaskan bahwa sejak 2024, tidak ada lagi kematian satwa yang tercatat.

Audit Independen untuk Mengungkap Penyimpangan

Eri menyatakan bahwa kasus ini bermula dari temuan selisih signifikan antara catatan neraca keuangan KBS dan kondisi kas riil. Untuk memastikan transparansi, audit dilakukan oleh tim independen di luar pilihan internal KBS. Proses audit ini direkomendasikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan berhasil mengungkap penyimpangan keuangan senilai Rp10,2 miliar.

Komentar dari Ahli dan Pihak Terkait

Dalam keterangannya, Eri Cahyadi menekankan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah proaktif untuk memperbaiki sistem keuangan dan perawatan satwa. Ia juga menyampaikan rasa syukur atas perbaikan kondisi KBS dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara itu, Lintang Ratri Sunarwidhi menegaskan bahwa KBS terus berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi satwa dan pengunjung. Ia menambahkan bahwa perubahan struktur organisasi telah membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan hewan.

Kebun Binatang Surabaya kini menunjukkan perbaikan yang signifikan, baik dari segi kesehatan satwa maupun pengelolaan keuangan. Meski ada dugaan korupsi yang sempat berdampak negatif, langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah dan KBS telah berhasil memulihkan kondisi lembaga tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *