Kericuhan Konser Denny Caknan di Surabaya: 10 Korban Dirawat, Dua Operasi Patah Tulang

DIAGRAMKOTA.COM – Pada malam perayaan Pesta Rakyat di Surabaya Expo Center (SUBEC), kericuhan terjadi yang menimbulkan sejumlah korban luka. Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya mengungkap bahwa total ada 10 korban yang dirawat akibat kejadian tersebut, dua di antaranya harus menjalani operasi karena patah tulang.

Korban Terinjak dan Stres Akibat Kericuhan

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Billy Daniel Messakh menjelaskan bahwa dari 10 korban, delapan telah pulang setelah mendapatkan perawatan. Sementara itu, dua lainnya masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU. “Salah satu korban mengalami sesak napas karena riwayat penyakitnya kambuh, sedangkan yang lain mengalami stres berlebihan hingga kejang-kejang akibat dicopet,” jelas Billy.

Selain itu, terdapat dua korban yang mengalami patah tulang. Keduanya adalah petugas keamanan yang berusaha mencegah pagar roboh saat kerumunan masyarakat mulai mendorong-dorong. “Satu di antaranya adalah Bintara Pembina Desa (Babinsa) yang mengalami patah tulang paha kiri, sementara yang satunya lagi adalah petugas pemadam kebakaran dengan patah tulang leher,” ujarnya.

Peran Tim Medis dalam Penanganan Kecelakaan

Billy juga menjelaskan bahwa selama acara, telah disiapkan tim medis dari Puskesmas setempat, dua tim kepolisian, dan empat ambulans. Setelah kejadian, lima tim medis tambahan dikerahkan dari luar lokasi untuk membantu evakuasi pasien. “Mereka tidak terjebak di dalam, sehingga bisa langsung membawa pasien ke rumah sakit,” katanya.

Beberapa korban yang terinjak-injak sempat meminum alkohol, tetapi setelah dilakukan rontgen dan pemeriksaan, mereka dinyatakan tidak mengalami luka dalam dan boleh pulang. “Ada beberapa orang yang tidak membutuhkan perawatan lanjutan, biasanya hanya diberi minum teh dan duduk sebentar sebelum pulang,” tambahnya.

Pembukaan Creative Hub di SUBEC

Sebelum kejadian kericuhan, Pemkot Surabaya melakukan soft launching Creative Hub Surabaya Expo Center (SUBEC). Acara ini menjadi penanda dimulainya babak baru eks Hi-Tech Mall yang kini ditata sebagai pusat ekonomi kreatif. Bangunan yang sebelumnya menjadi sentra perdagangan elektronik kini disiapkan sebagai ruang kolaborasi bagi pelaku UMKM, komunitas, dan generasi muda Surabaya.

Acara ini diisi oleh berbagai aktivitas seperti pameran komunitas motor kustom, pertunjukan musik akustik, serta berbagai hiburan lainnya dalam konsep pesta rakyat. Dengan adanya acara ini, harapan besar diarahkan pada pengembangan kawasan SUBEC sebagai pusat kreativitas dan inovasi di Surabaya.

Tindakan Pencegahan dan Kesadaran Masyarakat

Dalam kesempatan ini, Billy juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi acara besar. “Kami berharap masyarakat lebih waspada dan mengikuti arahan petugas agar tidak terjadi kejadian serupa di masa depan,” ujarnya.

Dengan kejadian ini, Dinkes Surabaya akan terus meningkatkan kesiapan medis dalam menyelenggarakan acara besar di kota tersebut. Pemkot Surabaya juga berkomitmen untuk memberikan perlindungan dan keamanan yang optimal bagi masyarakat saat menghadiri acara publik.***

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *