Minta Maaf, Keterlibatan Anggota TNI AL dalam Insiden Penghalangan Ambulans di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 14 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(YDSF ambulance center)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Jalan Bengawan, Kecamatan Wonokromo, Surabaya. Seorang anggota TNI AL diketahui telah menghalangi dan menggebrak mobil ambulans yang sedang melintas. Peristiwa ini terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial.
Peristiwa yang Menghebohkan
Dalam rekaman tersebut, ambulans YDSF sedang bergerak dengan menyalakan sirene. Di depannya, sejumlah pengendara sepeda motor dari arah berlawanan mencoba menghalangi laju kendaraan tersebut. Salah satu pemotor, yang diketahui sebagai Kopda Sujarwo, tiba-tiba memarahi sopir ambulans dan menggebrak mobilnya.
Kejadian ini terjadi pada Senin (27/4) sekitar pukul 18.30 WIB. Ambulans YDSF sedang membawa pasien dari Rumah Sakit William Booth Surabaya ke RSUD dr. Soetomo. Dalam perjalanan, beberapa pengendara sepeda motor dari arah berlawanan mengambil jalur kanan, sehingga mengganggu perjalanan ambulans.
Penjelasan dari Pihak Ambulans
Koordinator ambulans Yayasan Dana Sosial Al-Falah (YDSF), Sodik, menjelaskan bahwa insiden tersebut memperlambat perjalanan ambulans sekitar 10 menit. Meski demikian, kondisi pasien tetap stabil hingga tiba di tujuan.
Sodik menyampaikan bahwa aksi yang dilakukan oleh Kopda Sujarwo tidak sesuai dengan aturan lalu lintas. Ia juga menekankan bahwa niat dari pihak YDSF adalah untuk mengedukasi masyarakat agar tidak menghalangi kendaraan darurat seperti ambulans.
Permintaan Maaf dari Kopda Sujarwo
Setelah video tersebut viral, Kopda Sujarwo bersama anggota TNI AL dan istrinya secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada pihak YDSF. Mereka datang ke kantor YDSF pada Rabu (29/4) untuk menjelaskan kejadian tersebut.
“Kami menyampaikan permohonan maaf atas tindakan yang dilakukan. Kami juga berjanji tidak akan mengulangi pelanggaran tersebut,” ujar Sujarwo dalam pernyataannya.
Sodik menegaskan bahwa semua pihak telah sepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara baik. Ia juga mengharapkan agar masyarakat lebih waspada dan tidak menghalangi kendaraan darurat.
Tanggapan dari Sopir Ambulans
Sopir ambulans YDSF, Varhan Adhitya, menerima permintaan maaf dari Kopda Sujarwo. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang lagi di masa depan.
“Pesan saya kepada pengguna jalan adalah jangan melanggar lalu lintas dan jangan menghalangi jalannya ambulans,” kata Varhan.
Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh pengguna jalan untuk lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan kepatuhan terhadap aturan lalu lintas. Dengan adanya permintaan maaf dari pihak TNI AL, diharapkan kejadian serupa tidak terulang lagi dan masyarakat lebih menghargai peran kendaraan darurat dalam situasi kritis.***

>

Saat ini belum ada komentar