Persiapan Menyeluruh untuk Ibadah Haji 2026 di Embarkasi Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Embarkasi Surabaya menjadi salah satu pusat pemberangkatan haji terbesar di Indonesia, dengan tanggung jawab yang sangat besar dalam melayani jemaah dari tiga provinsi. Wilayah layanannya mencakup Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur. Seiring dengan meningkatnya jumlah jemaah, persiapan telah dilakukan secara matang sejak beberapa waktu lalu.
Pelantikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH)
Salah satu langkah penting dalam mempersiapkan ibadah haji adalah pelantikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Pelantikan ini dilakukan oleh Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf di Gedung Musdalifah, Asrama Haji Surabaya. Total ada 23 orang yang dilantik, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya 2026.
PPIH memiliki peran kritis dalam memberikan pembinaan, pelayanan, dan perlindungan bagi jemaah agar dapat menunaikan ibadah sesuai syariat. Selain itu, mereka juga bertugas membantu mewujudkan kemandirian dan ketahanan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Jumlah Jemaah yang Signifikan
Tahun ini, Embarkasi Surabaya akan melayani sebanyak 44.087 jemaah haji. Dari jumlah tersebut, 43.623 orang merupakan anggota jemaah haji, sedangkan 464 orang lainnya adalah petugas haji yang mendampingi setiap kelompok terbang (kloter). Jemaah berasal dari tiga provinsi: Jawa Timur (42.409 orang), Bali (698 orang), dan Nusa Tenggara Timur (516 orang).
Seluruh jemaah terbagi dalam 116 kloter. Kloter pertama dijadwalkan masuk Asrama Haji Surabaya pada 21 April 2026, dan diberangkatkan pada 22 April bersamaan dengan kloter lain dari embarkasi lain. Kloter terakhir akan berangkat pada 20 Mei 2026.
Tanggung Jawab Besar yang Diemban
Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya, Khofifah, menyatakan bahwa jumlah jemaah yang dilayani serta luasnya ruang lingkup pelayanan menunjukkan besarnya tanggung jawab yang diemban oleh petugas haji. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh petugas memberikan pelayanan terbaik.
”Pelayanan yang baik akan mencerminkan kualitas penyelenggaraan haji di Tanah Air. Apabila pelayanan PPIH baik, citra pemerintah juga baik, begitu pula sebaliknya. Maka, mari kita berikan dedikasi terbaik,” ujarnya.
Kolaborasi dan Inovasi dalam Pelayanan
Khofifah menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antarpetugas, saling menghargai setiap peran, serta bekerja dengan penuh dedikasi. Ia percaya bahwa seluruh petugas haji akan memberikan pelayanan terbaik dan maksimal kepada jemaah.
”Inilah pentingnya penguatan koordinasi lintas sektor, mulai dari aspek pelayanan, transportasi, kesehatan, hingga keamanan, supaya seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji berjalan tertib, lancar, dan responsif terhadap dinamika di lapangan,” tambahnya.
Selain itu, Khofifah juga meminta seluruh personel PPIH melakukan inovasi dalam pelayanan, beradaptasi dengan kondisi, serta mampu mengambil keputusan secara cepat dan tepat.
Pelatihan dan Pengurusan Dokumen
Sebelum dilantik, petugas haji telah mengikuti pelatihan selama sebulan, bahkan lebih. Hal ini bertujuan memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah haji. Selain itu, pengurusan dokumen jemaah haji juga telah selesai. Irfan mengklaim semua visa jemaah haji sudah keluar dan tidak ada yang bermasalah.
”Ini adalah tahun pertama kami menjalankan semua proses haji di Indonesia. Semoga seluruh rangkaian proses ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar,” ucap Irfan.
Kuota Haji yang Disesuaikan dengan Kebutuhan
Kementerian Haji dan Umrah tahun ini menambah kuota haji untuk orang lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas serta kuota jemaah perempuan. Alasannya, jumlah jemaah perempuan jauh lebih banyak dibandingkan jemaah laki-laki. Berdasarkan data Pusdatin Kemenhaj pada 15 April 2026, jemaah haji perempuan sekitar 54 persen, selebihnya merupakan jemaah laki-laki.
Dari sisi usia, jemaah haji Indonesia didominasi kelompok usia 41-64 tahun, dengan jumlah laki-laki 58.461 orang dan perempuan 78.955 orang. Selain itu, terdapat pula jemaah lansia di atas 65 tahun yang mencapai lebih dari 40.000 orang secara keseluruhan.
Menu Makanan yang Disesuaikan dengan Selera
Selain persiapan petugas haji, Embarkasi Surabaya juga menyiapkan menu makanan yang akan disajikan kepada jemaah haji. Salah satunya, melakukan meal test atau uji kelayakan makanan bagi calon jemaah haji untuk penerbangan di pesawat. Menu makanan cukup variatif, seperti ayam bumbu rujak, rendang daging, dan tumis sayur. Menu-menu tersebut disesuaikan dengan selera masyarakat Indonesia.
Perbaikan Fasilitas Asrama Haji Surabaya
Sebelumnya, Kemenhaj memperbaiki sejumlah fasilitas dan bangunan yang rusak di Asrama Haji Surabaya. Irfan mengatakan, saat serah terima dari Kementerian Agama, beberapa bagian di Asrama Haji Surabaya kondisinya kurang bagus sehingga tidak bisa digunakan pada tahun ini. Berkat kerja sama dari semua pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jatim, sedikit-sedikit kita perbaiki. Kemenhaj berjanji akan melanjutkan perbaikan bangunan di Asrama Haji Surabaya setelah musim haji selesai agar seluruh fasilitas bisa digunakan pada periode ibadah haji tahun depan.***

>

Saat ini belum ada komentar