Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » Pemkot Surabaya Terima Rp 6,45 Miliar atas Sukses Tekan Angka Stunting

Pemkot Surabaya Terima Rp 6,45 Miliar atas Sukses Tekan Angka Stunting

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COMPemkot Surabaya meraih Penghargaan Kinerja Tahun Berjalan untuk kategori Penurunan Stunting tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota tahun 2024 dari pemerintah pusat. Prestasi ini di peroleh karena Surabaya berhasil menurunkan angka prevalensi stunting secara signifikan, dari 4,8 persen menjadi 1,6 persen. Atas pencapaian ini, Pemkot Surabaya menerima Insentif Fiskal sebesar Rp 6,45 miliar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Penghargaan tersebut di serahkan oleh Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Nasional. Kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Ikhsan, yang mewakili Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Dalam acara Rakornas Percepatan Penurunan Stunting di Hotel Grand Sahid Jaya Jakarta, (4/9/2024)

Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan bahwa penghargaan ini merupakan bukti keberhasilan Pemkot Surabaya. Dalam menekan angka stunting secara signifikan, yang berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat.

“Insentif Fiksal itu di dapatkan karena stunting di Kota Surabaya ini terendah dibawah angka 3 persen. Ini membuktikan bahwa apa yang sudah di lakukan Pemkot Surabaya berada di jalur yang benar,” beber Wali Kota Eri Cahyadi, Jumat (6/9/2024).

Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan, Insentif Fiskal yang di dapatkan akan di pergunakan untuk percepatan penangganan gizi buruk dan stunting. Hal ini di lakukan sebagai upaya menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) sehat dan berkualitas.

“Insentif stunting akan di gunakan untuk penanganan gizi buruk dan stunting. Karena kita berkomitmen untuk membentuk SDM sehat supaya bisa menjadi pemimpin masa depan,” jelasnya.

Pemkot Surabaya: Penghargaan Insentif Fiskal Atas Kinerja, Inovasi dan Kontribusi

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Nanik Sukristina menyebut, penghargaan Insentif Fiskal di berikan atas kinerja, inovasi. Dan kontribusinya dalam pelaksanaan program penurunan stunting.

“Indikatornya adalah kinerja terbaik dalam tata kelola keuangan daerah, pelayanan dasar publik, pelayanan umum pemerintahan. Yang di alokasikan berdasarkan indikator kesejahteraan masyarakat, kriteria utama, dan kategori kinerja,” ujar Nanik.

Nanik menjelaskan, penurunan stunting di Kota Surabaya di lakukan dengan penerapan inovasi Zero Growth Stunting. Yakni melalui intervensi spesifik. Diantaranya, pemberian tablet tambah darah (TTD), kegiatan siber casting (aksi bergizi untuk remaja), pemberian pangan lokal balita. Dan ibu hamil KEK (kondisi kekurangan energi kronis).

Lanjutnya Nanik, pemberian PKMK / PDK, pemberian kudapan tinggi protein hewani, penguatan ANC Terpadu, penguatan Kampung ASI, pemberian susu Ibu hamil dan menyusui. Serta pemberian permakanan Ibu Hamil KEK Gakin.

“Selain itu, peningkatan kesejahteraan hingga kesehatan juga dilakukan melalui program satu RW satu nakes (R1N1). Dan upaya sensitif lainnya seperti, penguatan audit kasus stunting, perbaikan pola asuh. Salah satunya melalui Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH), Surabaya Emas, Gotong royong CSR, Orang tua Asuh,” ungkap Nanik.

Ke depan untuk menuju zero stunting, ungkap Nanik, pihaknya akan terus melakukan Kolaborasi dengan melibatkan masyarakat. Antara lain, KSH, Nakes, PKK, RT/RW/LPMK, seluruh camat dan lurah, OPD, organisasi profesi IDAI, Persagi, Pogi, Ibi, Hakli, Persakmi, Batra.

“Tak lupa kita juga akan terus melakukan kolaborasi lintas sektor, NGO serta dunia usaha untuk menurunkan stunting,” pungkasnya. (ks/@)

  • Penulis: Diagram Kota

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ibu PKK dan Bhabinkamtibmas Tinjau Perkembangan Pokcay Hidroponik di Desa Kureksari Waru

    Ibu PKK dan Bhabinkamtibmas Tinjau Perkembangan Pokcay Hidroponik di Desa Kureksari Waru

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 200
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ibu-ibu PKK Desa Kureksari Kecamatan Waru bersama Polisi cinta petani, Bhabinkamtibmas Brigadir Wahyu melakukan peninjauan langsung terhadap perkembangan budidaya sayuran pokcay secara hidroponik di area pekarangan fasilitas umum (fasum) Desa Kureksari, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, Selasa (29/4/2025). Peninjauan ini menunjukkan hasil yang menggembirakan. Tanaman pokcay yang dibudidayakan dengan metode hidroponik mengalami pertumbuhan yang […]

  • Kolaborasi Polres Bondowoso dan Off Roader untuk Bantu Warga Sukorejo

    Kolaborasi Polres Bondowoso dan Off Roader untuk Bantu Warga Sukorejo

    • calendar_month Jumat, 19 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 203
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Polres Bondowoso bersama komunitas off road mengadakan bakti sosial di Dusun Sumber Tengah, Desa Sukorejo, Kecamatan Sumber Wringin pada Rabu, 17 Juli 2024. Acara ini melibatkan berbagai elemen kepolisian, termasuk Kasat Narkoba IPTU Nurudin, Kabag Ops Kompol Heru, Kabag SDM Kompol Maryatno, dan Kasi Humas Ipda Bobby Siswanto. Mereka dibantu oleh klub Ijen […]

  • Bimtek Judes: Perkuat Kebersamaan dan Profesionalisme Jurnalis DPRD Surabaya

    Bimtek Judes: Perkuat Kebersamaan dan Profesionalisme Jurnalis DPRD Surabaya

    • calendar_month Sabtu, 14 Des 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 218
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Hujan lebat tak menghalangi acara Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diikuti oleh 40 anggota Kelompok Kerja Jurnalis Dewan Surabaya (Pokja Judes) di aula Obis Camp Jatijejer, Trawas, Mojokerto, pada Jumat (13/12/2024). Acara ini menghadirkan narasumber wartawan senior sekaligus Ketua Badan Kehormatan DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, didampingi Eko Widodo Reporter Arek TV sekaligus Wakil Sekretaris […]

  • Jefri Nichol ,Jule

    Kedekatan Jefri Nichol dan Jule: Isu Cinta atau Sekadar Spekulasi?

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 153
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabar mengenai kedekatan antara aktor Jefri Nichol dan selebgram Jule kembali mencuri perhatian publik. Dugaan ini muncul setelah keduanya terlihat saling mengikuti akun media sosial masing-masing, serta adanya isu bahwa mereka bertemu di Bali. Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak terkait, spekulasi ini langsung memicu reaksi dari warganet. Bukan Pertama Kalinya Jule Diliputi […]

  • Pangdam V/Brawijaya dan Danpussenarhanud Bahas Penguatan Pertahanan Udara Terintegrasi

    Pangdam V/Brawijaya dan Danpussenarhanud Bahas Penguatan Pertahanan Udara Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 122
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin, M.A. menerima audiensi Danpussenarhanud Mayjen TNI R. Edi Setiawan, S.H. di Makodam V/Brawijaya. Pertemuan strategis ini menyoroti peningkatan kesiapsiagaan Arhanud menghadapi ancaman udara modern yang kian kompleks. Audiensi dihadiri Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., Irdam V/Brawijaya Brigjen TNI Ramli, S.E., Kapoksahli Pangdam V/Brawijaya Brigjen […]

  • Buntut panjang Penolakan LPJ, Aktivis GNB Geram: Rakyat Terjepit di Tengah Konflik DPRD dan Pemkab

    Buntut panjang Penolakan LPJ, Aktivis GNB Geram: Rakyat Terjepit di Tengah Konflik DPRD dan Pemkab

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 252
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Penolakan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) APBD 2024 oleh DPRD Sidoarjo terus menuai kritik. Kelompok aktivis yang tergabung dalam Gerakan Non Blok (GNB) menyebut keputusan tersebut telah menimbulkan dampak nyata dan merugikan masyarakat. “Kalau memang mau tarung, silakan tarung. Tapi jangan rakyat yang jadi korban,” tegas Sugeng Gondrong, aktivis asal Desa Pilang, Wonoayu, saat audiensi […]

expand_less