Aksi Massal Ojol di Surabaya: Pengaruh Terhadap Lalu Lintas dan Kehidupan Warga
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dari berbagai wilayah Jawa Timur menggelar aksi demonstrasi di Kantor DPRD Jawa Timur, Jalan Indrapura, Surabaya. Aksi ini berlangsung pada Selasa, 28 April 2026, yang menimbulkan dampak signifikan terhadap lalu lintas di sekitar kawasan tersebut. Masyarakat diminta untuk menghindari jalan-jalan utama agar tidak terjebak kemacetan akibat kegiatan massa.
Persiapan Pengamanan dan Rekayasa Lalu Lintas
Sebelum aksi dimulai, para peserta berkumpul di frontage road sisi barat Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Gayungan, sejak pagi hari. Massa menggunakan kendaraan roda dua dan empat untuk menuju lokasi aksi. Sejumlah spanduk dengan tuntutan tertentu dibawa oleh peserta, serta dilakukan orasi secara bergantian dari mobil komando.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Galih Bayu Raditya, menyatakan bahwa pihak kepolisian telah menyiapkan pengamanan yang cukup ketat. Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis sepanjang rute yang akan dilalui oleh massa. Rute pergerakan massa dimulai dari Bundaran Waru, lalu melalui beberapa instansi seperti Kantor Dishub Jatim, Diskominfo Jatim, Polda Jatim, hingga berakhir di DPRD Jatim.
Rekayasa lalu lintas juga diterapkan untuk meminimalkan gangguan. Arus kendaraan dari Jalan Bubutan menuju Jalan Indrapura dialihkan ke Jalan Kebon Rojo. Sementara itu, arus dari Jalan Pasar Turi menuju Indrapura dialihkan ke Jalan Bubutan. Untuk jalur dari Jalan Veteran menuju Indrapura, pengendara diarahkan ke Jalan Stasiun Kota dan Jalan Pahlawan.
Dampak pada Kehidupan Warga
Aksi ini tidak hanya memengaruhi lalu lintas, tetapi juga memberikan efek psikologis bagi warga sekitar. Banyak masyarakat yang memilih menghindari area sekitar Jalan Indrapura untuk menghindari kemacetan parah. Beberapa pengusaha di sekitar kawasan juga mengeluh karena aktivitas bisnis mereka terganggu selama masa aksi berlangsung.
Meski begitu, sebagian warga mengapresiasi langkah pengemudi ojol dalam menyampaikan aspirasi mereka. Menurut salah satu narasumber, “Ini adalah bentuk kepedulian mereka terhadap kondisi kerja dan perlindungan yang mereka butuhkan.”
Peran Media dalam Memberitakan Aksi Massal
Media seperti JawaPos.com menjadi saluran penting dalam menyampaikan informasi tentang aksi ini. Berita ini mencakup detail kegiatan, rekayasa lalu lintas, serta tanggapan dari pihak berwenang. Meskipun media terkadang disebut sebagai alat propaganda, dalam kasus ini, media berperan sebagai mediator antara massa dan masyarakat umum.
Aksi demonstrasi ribuan ojol di Surabaya menjadi contoh bagaimana kepentingan masyarakat dapat disampaikan melalui proses demokratis. Meski ada tantangan dalam hal lalu lintas dan aktivitas ekonomi, aksi ini juga menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran akan hak-hak pekerja transportasi.
Pemerintah dan aparat kepolisian diharapkan dapat terus berkoordinasi dengan pelaku usaha dan masyarakat untuk memastikan keamanan serta kelancaran lalu lintas di tengah situasi yang dinamis.***

>

Saat ini belum ada komentar