PDIP Surabaya Potong 14 Sapi Kurban di RPH, Armuji Sindir Warga yang Buang Limbah Sembarangan
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 35 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

PDIP Surabaya Potong 14 Sapi Kurban di RPH.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kurban Tak Boleh Lagi Identik dengan Bau dan Lingkungan Kotor

DIAGRAMKOTA.COM — DPC PDI Perjuangan Surabaya tak sekadar membagikan hewan kurban pada Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Tahun ini, PDIP Surabaya partai berlambang banteng tersebut sekaligus mengampanyekan pelaksanaan kurban yang lebih higienis dan ramah lingkungan.
Sebanyak 14 ekor sapi dipotong di Rumah Potong Hewan Surabaya Perseroda Pegirian, Surabaya, Rabu (27/5/2026). Langkah tersebut dipilih sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat agar pelaksanaan kurban tidak lagi menimbulkan persoalan limbah dan pencemaran lingkungan.
Sapi kurban yang dipotong berasal dari sejumlah tokoh dan kader PDIP, termasuk bantuan dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dengan bobot sapi mencapai sekitar 1,1 ton.
Armuji Kritik Kebiasaan Buang Limbah Kurban ke Sungai
Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua DPC PDIP Surabaya, Armuji, secara terbuka menyoroti masih adanya kebiasaan warga yang membuang limbah kurban sembarangan saat Iduladha.
Menurutnya, praktik tersebut sudah seharusnya ditinggalkan karena berdampak terhadap kebersihan lingkungan dan saluran air.
“Kalau limbah kurban dibuang ke sungai atau gorong-gorong, itu jelas mengganggu lingkungan. Kebiasaan seperti itu harus ditinggalkan,” tegas Armuji.
Ia menilai pemotongan hewan kurban di RPH menjadi solusi yang lebih aman dan tertata karena seluruh proses telah melalui pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan serta dilakukan oleh juru sembelih halal bersertifikat.
“Di RPH ini jelas lebih praktis, higienis, dan tidak merepotkan panitia,” tambahnya.
PDIP Surabaya Dorong Kurban Ramah Lingkungan
Tak hanya menyoroti limbah kurban, Armuji juga menyentil penggunaan plastik sekali pakai dalam distribusi daging kurban kepada masyarakat.
Dengan gaya khasnya, ia mengajak kader dan panitia kurban mulai menggunakan wadah yang lebih ramah lingkungan.
“Besek, bukan kresek,” celetuknya disambut tawa peserta yang hadir.
Menurutnya, pelaksanaan kurban seharusnya tidak hanya berorientasi pada ibadah semata, tetapi juga memperhatikan dampak lingkungan di sekitar masyarakat.
Ratusan Sapi Kurban Disalurkan PDIP Jawa Timur
Sementara itu, PDI Perjuangan Jawa Timur mencatat total sebanyak 468 ekor sapi kurban disalurkan ke berbagai daerah di Jawa Timur selama Iduladha tahun ini.
Sekretaris DPD PDIP Jawa Timur, Didik Prasetiyono, mengatakan kegiatan kurban menjadi bagian dari komitmen partai untuk terus hadir di tengah masyarakat.
“Pesan Bu Mega jelas, partai harus selalu hadir di tengah rakyat. Kurban ini bagian dari itu,” ujarnya.
Kader Hingga PAC Antusias Sambut Distribusi Daging Kurban
Antusiasme kader PDIP di tingkat bawah terlihat dalam proses distribusi daging kurban ke masyarakat. Ketua PAC PDIP Semampir, Umar Sumadiyo, mengaku para pengurus kampung bahkan sudah menunggu sejak pagi.
“Dari tadi telepon terus, tanya jam berapa daging datang. Mereka senang karena tiap tahun kebagian,” katanya.
Di tengah suasana hangat pembagian kurban, Umar juga sempat melontarkan candaan yang mengundang tawa kader lainnya.
“Saya sendiri sebenarnya enggak terlalu doyan daging karena darah tinggi. Tapi tetap senang nerimanya,” ujarnya sambil tertawa.
Kurban Jadi Momentum Bangun Kepedulian Sosial
Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih, pembagian daging kurban dinilai menjadi bantuan nyata bagi warga yang membutuhkan.
Namun lebih dari sekadar pembagian daging, PDIP Surabaya juga ingin mendorong perubahan pola pikir masyarakat bahwa pelaksanaan kurban dapat dilakukan secara bersih, tertib, dan tidak menimbulkan pencemaran lingkungan.
“Momentum Iduladha ini bukan hanya soal berbagi, tapi juga edukasi supaya budaya kurban di masyarakat semakin baik dan ramah lingkungan,” pungkas Armuji.***

>
