Kecelakaan Maut Pasutri Lansia di Surabaya, Minim Penerangan Jadi Faktor Utama
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 4 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Insiden tragis menimpa sepasang pasutri lansia di Surabaya. Keduanya terperosok ke dalam lubang proyek gorong-gorong yang sedalam 2,5 meter. Kejadian tersebut berlangsung di Jalan Margorejo Indah, Wonocolo, pada Jumat (12/6/2026) malam. Seorang istri meninggal dunia akibat luka parah, sementara suaminya mengalami cedera ringan.
Menurut informasi yang diperoleh, insiden ini terjadi karena minimnya penerangan jalan dan kurangnya pembatas water barrier di sekitar lokasi proyek. Hal ini membuat motor yang dikendarai korban langsung terjungkal ke dasar lubang proyek saluran air tersebut.
Kronologi Kejadian
Dalam keterangannya, Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan DPKP Kota Surabaya, M. Rokhim, menjelaskan bahwa laporan pertama kali diterima pukul 20.00 WIB. Saat itu, petugas mendapati satu korban berada di dalam saluran air yang sedang dibangun.
“Petugas tiba di lokasi mendapati satu korban berada di saluran air yang sedang dibangun, petugas menyesuaikan proses evakuasi setelah dilakukan pengecekan medis,” ujar Rokhim, Sabtu (13/6/2026).
Sementara itu, kronologi awal menyebutkan bahwa pasutri lansia tersebut berboncengan mengendarai sepeda motor jenis bebek. Saat terperosok bersama motornya, pengendara laki-laki masih dalam keadaan sadar. Namun, sang istri tidak sadarkan diri di dalam lubang hingga petugas penyelamatan serta tim medis tiba di lokasi kejadian.
Proses Evakuasi dan Tindakan Medis
Rokhim menjelaskan bahwa saat petugas tiba di lokasi, suami korban masih dalam keadaan sadar meski mengalami shock. Sementara itu, istri korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis RS Bhayangkara.
Setelah proses evakuasi selesai, kedua korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara, sedangkan kendaraan diamankan oleh pihak kepolisian.
Peringatan dari Ahli
Ahli keselamatan jalan, Dr. Andi Prasetyo, menyoroti pentingnya penggunaan water barrier dan penerangan jalan di area proyek. Ia menegaskan bahwa kurangnya fasilitas tersebut menjadi ancaman nyata bagi masyarakat umum.
“Dalam keterangannya, Dr. Andi Prasetyo menekankan bahwa pemerintah daerah perlu lebih proaktif dalam memastikan keamanan di area proyek. Ini bukan hanya tanggung jawab kontraktor, tetapi juga tanggung jawab pemerintah setempat.”
Tindakan Lanjutan
Berdasarkan rekomendasi dari dinas terkait, pihak kepolisian akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan apakah ada pelanggaran aturan keselamatan yang terjadi selama proyek berlangsung. Selain itu, warga sekitar juga diminta untuk lebih waspada dan menghindari area proyek yang belum sepenuhnya aman.
Tips Keselamatan untuk Pengendara
Untuk mencegah kejadian serupa, berikut beberapa tips yang dapat diikuti oleh pengendara:
- Hindari berkendara di area gelap atau tidak terpantau.
- Pastikan kendaraan dalam kondisi baik dan memiliki lampu yang cukup.
- Jangan melintasi area proyek jika tidak yakin dengan kondisi jalan.
- Selalu gunakan alat pelindung seperti helm dan jaket.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan masyarakat dan pihak terkait lebih sadar akan pentingnya keselamatan di lingkungan sekitar.***

>

Saat ini belum ada komentar