Peningkatan Harga BBM Nonsubsidi Berdampak pada Kelas Menengah
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 23 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi, khususnya Pertamax dan Pertamax Green, yang mulai berlaku pada 10 Juni 2026, memberikan dampak signifikan terhadap masyarakat. Dalam keterangannya, Media Wahyudi Askar, Direktur Kebijakan Publik Center of Economic and Law Studies (Celios), menekankan bahwa kelompok pekerja kelas menengah justru menjadi yang paling merasakan dampak dari penyesuaian harga ini.
Pengguna Pertamax Tidak Hanya Orang Kaya
Menurut Media, pengguna Pertamax 92 bukan hanya orang kaya, tetapi juga mencakup berbagai kalangan seperti pekerja, pegawai, guru, ojek online, dan jutaan kelas menengah yang selama ini memilih BBM berkualitas untuk kebutuhan kendaraan mereka. Pemilihan BBM ini sering kali dilakukan karena kualitasnya yang lebih baik dan menjaga performa kendaraan.
Kondisi Fiskal Negara yang Menyempit
Sementara itu, Bhima Yudhistira, Direktur Eksekutif Celios, menjelaskan bahwa kenaikan harga Pertamax bukan sekadar penyesuaian biasa. Kondisi ini menunjukkan bahwa ruang fiskal atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin menyempit. Tingginya harga minyak dunia berada di luar kendali pemerintah, tetapi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS merupakan faktor yang masih dapat dipengaruhi melalui kebijakan pemerintah dan Bank Indonesia (BI).
Dampak Ekonomi pada Masyarakat
Penyesuaian harga BBM ini tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga menggerakkan biaya hidup secara keseluruhan. Bagi kelas menengah, kenaikan harga BBM bisa menjadi beban tambahan yang memengaruhi daya beli dan pengeluaran harian. Hal ini memicu kekhawatiran akan meningkatnya tekanan ekonomi bagi kelompok ini.
Langkah Penyesuaian yang Diperlukan
Bhima menyarankan adanya langkah-langkah penyesuaian yang lebih strategis, termasuk memperkuat kebijakan moneter dan fiskal agar bisa mengurangi tekanan terhadap rupiah. Selain itu, penting juga untuk meningkatkan efisiensi dalam penggunaan energi dan mengedukasi masyarakat tentang alternatif penggunaan BBM yang lebih hemat.
Tantangan dan Solusi untuk Kelas Menengah
Bagi kelas menengah, kenaikan harga BBM bisa menjadi tantangan besar. Namun, ada beberapa solusi yang bisa diterapkan, seperti:
- Mengoptimalkan penggunaan kendaraan pribadi dengan cara memperbaiki kondisi mesin.
- Memilih jalur angkutan umum yang lebih hemat.
- Menggunakan aplikasi pembelian BBM yang menawarkan promo atau diskon.
Peningkatan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Green tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan perhitungan yang matang dan kebijakan yang tepat, pemerintah perlu menyeimbangkan antara kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat, terutama bagi kelompok kelas menengah yang paling rentan terhadap fluktuasi harga.***

>

Saat ini belum ada komentar