Perkuat Literasi Sejarah Lokal, Buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” Didorong Jadi Bacaan Wajib Pelajar
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 15 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk mengintegrasikan sejarah lokal ke dalam sistem pendidikan formal memasuki babak baru. Usai resmi diluncurkan, buku “Bung Karno: Aku Arek Suroboyo” akan langsung didistribusikan secara masif ke seluruh lembaga pendidikan dasar dan menengah di bawah kewenangan pemerintah kota.
Langkah ini dirancang sebagai intervensi edukatif agar para pelajar di Kota Pahlawan dapat menyerap nilai-nilai patriotisme serta memahami secara utuh kedekatan historis antara Presiden Pertama RI, Soekarno, dengan tanah kelahirannya.
Instruksi Khusus Sekda dan Dispendik: Penambahan Jam Belajar dan Ekstrakurikuler
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memberikan instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya untuk segera merumuskan teknis implementasi buku ini di ruang kelas. Tidak sekadar menjadi pajangan perpustakaan, buku ini dipatok menjadi bahan kajian wajib yang terjadwal.
Skema Penerapan di Lingkungan Sekolah:
Durasi Khusus: Menyediakan waktu khusus 1 hingga 2 jam mata pelajaran wajib di setiap sekolah SD dan SMP.
Metode Pembelajaran: Diintegrasikan ke dalam struktur pembelajaran sejarah reguler maupun disisipkan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
Proteksi Pemikiran: Memperkuat benteng ideologi siswa sejak dini dari pengaruh disinformasi sejarah.
“Dengan segala kerendahan hati saya, kita akan masifkan penyebaran buku ini di Kota Surabaya. Dan saya juga meminta menugaskan kepada Sekda dan Kepala Dinas Pendidikan, ada 1 sampai 2 jam mata pelajaran yang wajib dilakukan di setiap sekolah SD dan SMP yang menceritakan tentang buku itu,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Cak Eri menambahkan, langkah ini selaras dengan pesan legendaris Bung Karno untuk tidak sekali-kali meninggalkan sejarah (Jasmerah). Menurutnya, melupakan akar sejarah sama saja dengan membiarkan sebuah kota kehilangan arah dalam membangun peradaban masa depan.
“Yang saya ingin sampaikan adalah Surabaya ini tempat lahirnya proklamator. Maka semangatnya Surabaya dan darahnya orang Surabaya harus sama, bagaimana meneruskan api perjuangan beliau,” tegasnya.
Validasi Akademik Internasional dan Jawaban atas Kejenuhan Pelajaran Sejarah
Rencana kurikulum baru ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk legislatif dan kalangan akademisi yang merancang buku tersebut. Anggota Komisi X DPR RI, Puti Guntur Soekarno, kembali menegaskan bahwa isi buku ini memiliki kekuatan hukum akademis yang sangat kuat karena menggunakan sumber primer dari dalam dan luar negeri, termasuk arsip dari Belanda.
“Jadi artinya dari sisi akademisi, buku ini bisa juga menjadi satu referensi atau acuan yang menurut saya cukup komprehensif. Buku ini menjadi salah satu jalan bagaimana generasi muda khususnya dapat merasakan bagaimana perjalanan sejarah Bung Karno yang dilahirkan di Kota Surabaya,” ungkap Puti Guntur Soekarno.
Di sisi lain, Guru Besar Sejarah Perkotaan Universitas Airlangga (Unair), Prof. Purnawan Basundoro—yang juga merupakan salah satu tim penulis—mengakui bahwa minat siswa terhadap pelajaran sejarah sering kali membentur dinding kejenuhan akibat metode yang kurang menarik. Namun, kehadiran buku dengan sudut pandang spesifik (lokal) ini diyakini mampu memantik kembali rasa ingin tahu siswa.
“Bagaimanapun juga kan sosok Bung Karno itu juga selalu diajarkan di dalam pelajaran sejarah. Cuma memang kadang-kadang anak-anak itu kan menganggap pelajaran sejarah itu tidak terlalu menarik. Buku ini nanti bisa menjadi bacaan wajib bagi anak-anak yang sekolah di Surabaya, yang tinggal di Surabaya, supaya mereka tahu bahwa Soekarno itu memang lahir di Surabaya,” papar Prof. Purnawan Basundoro.
Akses Publik Terbuka Buku Bung Karno Aku Arek Suroboyo
Sebagai informasi, buku Bung Karno: Aku Arek Suroboyo merupakan karya ilmiah hasil kolaborasi dari empat penulis: Purnawan Basundoro, Samidi, Yayan Indrayana, dan Kukuh Yudha Karnanta. Buku ini mengupas dinamika kehidupan Bung Karno mulai dari momen dilahirkan hingga akhir hayatnya khusus dalam koridor geografis Surabaya.
Guna mendukung percepatan literasi ini, Pemkot Surabaya membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat umum, wali murid, maupun pemerhati sejarah yang ingin membaca buku ini dalam format digital (e-book), yang dapat diunduh bebas melalui tautan resmi: bit.ly/BukuBungKarnoAkuArekSuroboyo. ***

>
