Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » DPRD Surabaya Ajak Warga Tempuh Jalur Legislatif, Cak YeBe Tekankan Dialog di Tengah Isu Ormas

DPRD Surabaya Ajak Warga Tempuh Jalur Legislatif, Cak YeBe Tekankan Dialog di Tengah Isu Ormas

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COMKetua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, mengajak seluruh elemen masyarakat Kota Pahlawan untuk menggunakan jalur resmi legislatif dalam menyampaikan aduan dan aspirasi, menyusul menguatnya isu seputar organisasi kemasyarakatan (ormas) dan pembentukan Satgas Anti Premanisme.

Menurut politisi yang akrab disapa Cak Yebe itu, pendekatan dialog melalui DPRD menjadi langkah paling tepat agar penanganan persoalan publik tetap berjalan adil, terbuka, dan kondusif. DPRD, kata dia, merupakan ruang konstitusional yang disediakan negara untuk menyalurkan pendapat dan keberatan warga.

“Wali kota, wakil wali kota, maupun ormas adalah bagian dari warga negara yang punya hak konstitusi untuk menyampaikan aduan ke DPRD sebagai saluran menyampaikan pendapatnya, seharusnya digunakan jalur ini,” ujar Cak Yebe

DPRD Surabaya Dorong RDP sebagai Ruang Penyelesaian Masalah

Cak Yebe menegaskan DPRD Surabaya terbuka bagi siapa pun yang ingin membahas persoalan kota secara berkeadilan. Ia mendorong agar perbedaan pandangan tidak diselesaikan melalui polemik di ruang publik yang berpotensi memicu ketegangan sosial.

“Saya mendorong siapa pun untuk mengajukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) di DPRD, terlepas itu pejabat publik atau warga kota, ayo bersama-sama cari solusi untuk keadilan dan kondusivitas Kota Surabaya,” katanya

Ia juga menegaskan bahwa ormas memiliki kedudukan yang sama sebagai warga kota yang hak-haknya dijamin dan dilindungi. Setiap keberatan atas perlakuan yang dianggap tidak adil, lanjutnya, seharusnya ditempuh melalui mekanisme resmi.

“Termasuk ormas sekalipun yang merasa mendapatkan perlakuan tidak adil, mereka juga warga Kota Surabaya yang harus dilindungi haknya,” ucapnya

Serukan Menahan Diri demi Kondusivitas Kota

Menjelang akhir tahun lalu, Cak Yebe mengaku menerima banyak masukan dan komunikasi dari pimpinan berbagai ormas. Dalam setiap pertemuan, ia memilih pendekatan persuasif dengan mengimbau semua pihak menahan diri, terutama dalam menyampaikan pernyataan di media sosial dan ruang publik.

“Sebelum tahun baru lalu sudah banyak ketua umum beberapa ormas yang minta arahan dan pendapat saya, dan saya sebatas menyampaikan agar semuanya menahan diri untuk bersikap dan berkomentar di media sosial maupun di ruang publik,” ujarnya

Menurutnya, menjaga stabilitas Surabaya merupakan tanggung jawab bersama seluruh warganya. Ia mengingatkan bahwa Kota Pahlawan dibangun dari keberagaman suku, budaya, dan latar belakang sosial.

“Masalah Surabaya adalah masalah kita semua, kemerdekaan yang kita raih khususnya Surabaya tidak mutlak diperjuangkan hanya oleh arek-arek Suroboyo murni,” kata Cak Yebe

Tolak Stigmatisasi dan Generalisasi Suku

Cak Yebe juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah memberi stigma negatif terhadap kelompok atau suku tertentu akibat ulah segelintir oknum. Ia menilai generalisasi semacam itu justru berpotensi memecah persatuan.

“Tidak boleh kita menstigmatisasi suku tertentu sebagai biang onar permasalahan di Surabaya,” tegasnya

Ia menambahkan, jauh lebih banyak warga dari berbagai latar belakang—termasuk keturunan Madura—yang hidup rukun, santun, dan aktif berkontribusi membangun Surabaya.

“Masih jauh lebih banyak warga keturunan atau berdarah Madura yang santun, beradab, dan berbaur bersama membangun Surabaya,” ucapnya

Makna Arek Suroboyo dan Peran Ormas

Dalam pandangannya, identitas Arek Suroboyo tidak bisa dipersempit hanya berdasarkan garis keturunan. Kota ini, kata dia, adalah rumah bersama bagi siapa pun yang lahir, tumbuh, dan berkeluarga di Surabaya.

“Apakah arek Suroboyo harus mereka yang leluhurnya asli dari tanah Suroboyo?” ujarnya

Terkait ormas berbasis kesukuan, Cak Yebe mengajak semua pihak kembali pada tujuan awal pembentukannya, yakni sebagai sarana silaturahmi dan penguatan solidaritas sosial, bukan sumber konflik.

“Hakikatnya sebagai sarana silaturahmi warga dari suku tertentu untuk saling menguatkan, mempersatukan, dan membantu permasalahan sosial, ekonomi, dan budaya,” katanya

Ia menegaskan, aktivitas ormas seharusnya dijalankan secara terbuka, terkoordinasi dengan pemerintah, dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Setiap aktivitas sosial atau kontrol sosial dilakukan secara terbuka, terkoordinasi dengan pihak terkait, dan membawa manfaat luas bagi warga Surabaya,” pungkas Cak Yebe. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi BUMN: Strategi Pengurangan dan Peningkatan Efisiensi

    Transformasi BUMN: Strategi Pengurangan dan Peningkatan Efisiensi

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 58
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Indonesia terus melakukan transformasi menyeluruh terhadap badan usaha milik negara (BUMN) untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi operasional. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah besar BUMN telah dilikuidasi sebagai bagian dari upaya optimalisasi. Menurut data yang dirilis oleh Direktur Operasional Danantara, Dony Oskaria, hingga 28 April 2026, sebanyak 167 BUMN telah dikurangi atau dihapus dalam […]

  • Perjalanan Spiritual 57 Bhikkhu Menuju Candi Borobudur, Bawa Pesan Damai yang Melampaui Batas Negara

    Perjalanan Spiritual 57 Bhikkhu Menuju Candi Borobudur, Bawa Pesan Damai yang Melampaui Batas Negara

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 45
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Di bawah terik matahari Surabaya, langkah kaki para bhikkhu terdengar pelan namun penuh makna. Mereka membawa mangkuk dana dan pesan damai yang melampaui sekat negara, agama, hingga bahasa. Perjalanan ini bukan sekadar jalan kaki lintas kota, tetapi simbol doa dan pesan universal tentang perdamaian dunia. Para bhikkhu yang tergabung dalam Indonesia Walk for Peace […]

  • Angka Kasus TB di Gresik Mencapai 2.740, Dinkes Perkuat Upaya Deteksi Dini

    Angka Kasus TB di Gresik Mencapai 2.740, Dinkes Perkuat Upaya Deteksi Dini

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 178
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 2.740 kasus tuberkulosis (TB) hingga minggu pertama November 2025. Angka ini menunjukkan tren penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yang tercatat sebanyak 3.404 kasus baru. Meski angka ini menurun, pihak Dinkes tetap memperhatikan situasi ini karena potensi peningkatan jumlah pasien masih ada hingga akhir tahun. Kabid Pencegahan dan Pengendalian […]

  • Akupunktur Menjadi Pilihan Utama dalam Layanan Kesehatan di Pulau Kangean

    Akupunktur Menjadi Pilihan Utama dalam Layanan Kesehatan di Pulau Kangean

    • calendar_month Senin, 18 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 297
    • 0Komentar

    DIARGRAMKOTA.COM – Pulau Kangean, bagian dari wilayah Kepulauan Sumenep, Jawa Timur, kembali menerima layanan kesehatan dari Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur pada tanggal 17 November 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses kesehatan di daerah terpencil dengan pendekatan yang lebih tradisional. Salah satu layanan yang paling diminati oleh warga adalah terapi […]

  • Kisah Penjaga Makam di Kediri yang Tak Bisa Tidur di Hari Pertama

    Kisah Penjaga Makam di Kediri yang Tak Bisa Tidur di Hari Pertama

    • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 210
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Muryani terkejut ketika mertuanya tiba-tiba menugaskannya untuk melanjutkan tugas sebagai penjaga makam. Tidak lama setelah itu, mertuanya yang sudah tua meninggal dunia. Tugas sebagai pengawas Tempat Pemakaman Umum (TPU) Ronggo Jali di Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri, Jawa Timur, kini dipegang oleh Muryani, setelah diwariskan dari generasi ke generasi. Bagi Muryani, wasiat tersebut tentu sesuatu […]

  • Jadwal Kapal Pelni ,Tatamailau Jadwal Kapal Eksekutif, Merak ,Bakauheni Jadwal Pelayaran KM Ciremai

    Jadwal Kapal Pelni Rute Sorong ke Serui Mei 2026, Cek Pilihan Kapal dan Harga Tiketnya

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 69
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapal pelabuhan nasional (Pelni) kembali menghadirkan jadwal pelayaran di bulan Mei 2026. Salah satu rute yang menjadi perhatian adalah Sorong ke Serui, yang akan dilayari oleh dua kapal yaitu KM Dorolonda dan KM Ciremai. Informasi ini sangat penting bagi masyarakat yang ingin melakukan perjalanan laut antar pulau. Pemahaman tentang Rute Sorong ke Serui Rute […]

expand_less