Pemkot Surabaya Menemukan 1 Hewan Kurban Terinfeksi Scabies, DKPP Isolasi Cegah Penyebaran
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya menemukan satu ekor hewan kurban yang terinfeksi penyakit scabies. Temuan ini dilakukan selama pemeriksaan menyeluruh terhadap hewan kurban di 31 kecamatan sejak Senin (18/5/2026).
Nanik Sukristina, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa hewan tersebut langsung diisolasi untuk mencegah penyebaran penyakit dan menghindari peredaran ke pasar. “Kami tidak ingin hewan berpenyakit ini sampai diperjualbelikan,” ujarnya saat memeriksa kesehatan hewan kurban di pasar hewan kurban Kali Rungkut, Rabu (20/5/2026).
Selain scabies, beberapa hewan lainnya ditemukan mengalami flu. Namun, mereka akan segera diberi obat sesuai prosedur kesehatan hewan. Pemeriksaan ini masih berlangsung hingga Selasa (26/5/2026) pekan depan.
Kolaborasi dengan Akademisi dan Instansi Terkait
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban melibatkan berbagai pihak, termasuk akademisi dari Universitas Airlangga (Unair) dan Universitas Wijaya Kusuma (UWK), serta Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur. Selain itu, Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) juga turut serta dalam pengawasan.
Edy Budi Susila, Kepala Balai Besar Veteriner Farma Pusvetma Kementan di Surabaya, menegaskan bahwa vaksinasi massal rutin digelar setahun dua kali, yaitu Februari-Maret dan Juli-Agustus. “Kami memastikan ternak yang masuk Surabaya sudah memenuhi persyaratan kesehatan, seperti vaksinasi PMK dan penyakit lainnya,” jelasnya.
Vaksinasi PMK telah disediakan secara nasional dengan total 4 juta dosis. Di Jawa Timur, kebutuhan vaksin mencapai 1,5 juta dosis.
Peran Pelindo dalam Pengawasan Hewan Kurban
Widyaswendra, Corporate Secretary PT Pelindo Terminal Petikemas, menyampaikan bahwa pihaknya memberikan dukungan teknis dalam pemeriksaan hewan kurban. “Pelindo juga berkomitmen untuk mengedukasi masyarakat agar memilih hewan kurban yang sehat dan layak konsumsi,” tambahnya.
Selain itu, Pelindo membantu mendukung pemeriksaan kesehatan hewan dengan menyediakan sekitar 190 tenaga medis hewan.
Proses Pemeriksaan Administratif dan Medis
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban mencakup pemeriksaan administratif kelengkapan surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Selain itu, dokter hewan yang terlibat melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi kesehatan hewan.
Hingga saat ini, sebanyak 61 lapak hewan kurban di Surabaya telah diperiksa. Total ada lebih dari 100 lapak yang akan diperiksa secara menyeluruh.
Langkah Preventif untuk Iduladha 2026
Dalam rangka memastikan ketersediaan hewan kurban yang sehat dan layak, pemerintah telah mengambil langkah-langkah preventif. Termasuk dalam hal vaksinasi dan pengawasan ketat terhadap hewan yang masuk ke wilayah Surabaya.
Pemeriksaan kesehatan hewan kurban menjadi salah satu bagian penting dalam persiapan perayaan Iduladha 2026. Dengan kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan instansi terkait, diharapkan semua hewan kurban yang beredar di Surabaya aman dan layak untuk dikurbankan.***

>
>

Saat ini belum ada komentar