Bank Indonesia Perkenalkan Visi untuk Mengubah De Javasche Bank Menjadi Museum di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Bank Indonesia (BI) sedang mempertimbangkan rencana untuk mengubah bangunan cagar budaya De Javasche Bank menjadi museum di Surabaya. Proses ini masih dalam tahap pengkajian dan melibatkan para ahli sejarah serta kurator yang akan meneliti berbagai aspek dari bangunan tersebut.
Upaya BI dalam Membangun Museum di Surabaya
Kepala Museum Bank Indonesia, Rio Wardhanu, menjelaskan bahwa De Javasche Bank saat ini hanya memiliki status sebagai cagar budaya dan belum resmi menjadi museum. Namun, arah ke depannya adalah menjadikannya sebagai salah satu museum di kota tersebut.
“De Javasche Bank saat ini masih dalam status cagar budaya jadi belum museum. Tetapi arahnya Bank Indonesia saat ini adalah menjajaki (berproses menjadikannya sebagai museum),” ujarnya.
Proses ini melibatkan tim kurator yang terdiri dari para ahli sejarah, termasuk dari Universitas Airlangga. Mereka akan melakukan kajian terhadap beberapa aspek seperti arsitektur, sejarah, dan kearifan lokal dari bangunan tersebut.
Tiga Klaster Utama yang Akan Ditampilkan di Museum
Bila nantinya De Javasche Bank resmi menjadi museum, maka tiga klaster utama yang akan ditampilkan adalah:
- Sejarah Bank Indonesia dan Kebijakan – Menceritakan perjalanan Bank Indonesia sejak awal berdiri hingga saat ini.
- Arsitektur – Menonjolkan desain bangunan yang unik dan bersejarah.
- Koleksi Numismatik atau Mata Uang – Menampilkan koleksi uang kuno dan alat transaksi masa lalu.
Rio menekankan pentingnya peran kurator dalam museum, karena mereka bertugas menyusun narasi dan tata pamer yang sesuai dengan fakta sejarah.
“Museum itu harus ada kurator karena (di dalam museum) ada dua poin penting yaitu tata pamer dan narasi. Apa yang dipamerkan itu narasinya harus sesuai dengan fakta. Ada uang, uang ini apa? Ada ceritanya. Yang bisa bercerita itu kurator,” tambahnya.
Persiapan Awal Sebelum Meresmikan Museum
Sebelum meresmikan museum, BI akan merilis buku yang berisi hasil kajian kurator terhadap De Javasche Bank. Salah satu tim penulis buku ini adalah Guru Besar Bidang Sejarah Revolusi di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga, Sarkawi.
Selain itu, BI juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kebudayaan untuk memastikan proses perubahan status bangunan ini berjalan lancar. Diharapkan, De Javasche Bank dapat berstatus museum dalam waktu dua tahun mendatang.
Keberadaan Museum di Daerah Lain
Saat ini, Bank Indonesia hanya memiliki satu museum di Jakarta. Di daerah lain seperti Surabaya, Solo, Semarang, Padang, dan IKN Nusantara, bangunan-bangunan tersebut masih dalam status cagar budaya dan galeri.
“Kita mendukung Kota Surabaya dengan meningkatkan (daya tarik) kota tua ini. Salah satunya ya kita membuat ini (De Javasche Bank) naik kelas menjadi museum,” ujarnya.
Pentingnya Edukasi dan Pelestarian Budaya
Rencana ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dan lembaga-lembaga terkait dalam melestarikan warisan budaya. Selain itu, museum ini diharapkan menjadi sarana edukasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih memahami sejarah dan nilai-nilai lokal.
Dengan adanya museum ini, Surabaya tidak hanya dikenal sebagai kota industri, tetapi juga sebagai pusat sejarah dan budaya yang kaya akan warisan kolonial dan tradisional.***

>

Saat ini belum ada komentar