Reog Surabaya Bidik Juara Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Wali Kota Eri Cahyadi Siapkan Bonus Rp100 Juta
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 53 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kontingen Reog Surabaya yang tergabung dalam Perkumpulan Unit-Unit Reog Kota Surabaya (Purbaya) resmi diberangkatkan untuk mengikuti Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026. Mewakili Pemerintah Kota Surabaya, tim ini menargetkan prestasi terbaik dalam ajang bergengsi yang memperebutkan Piala Presiden. Pemkot Surabaya bahkan menyiapkan bonus hingga Rp100 juta jika berhasil meraih juara pertama.
Purbaya Wakili Pemkot Surabaya di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026
Perkumpulan Unit-Unit Reog Kota Surabaya (Purbaya) kembali dipercaya mewakili Pemerintah Kota Surabaya dalam Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 yang digelar pada 11-14 Juni 2026 di Kabupaten Ponorogo.
Ajang budaya nasional yang menjadi bagian dari rangkaian Grebeg Suro 2026 tersebut mempertemukan 32 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia untuk memperebutkan Piala Presiden.
Pelepasan kontingen dilakukan langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Surabaya, M. Fikser, di Sekretariat Purbaya, Rungkut Asri Barat, Surabaya, Jumat (12/6/2026). Acara tersebut turut dihadiri perwakilan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, camat, dan lurah setempat.
Wali Kota Surabaya Siapkan Bonus Rp100 Juta Jika Juara Pertama
Dalam sambutannya, M. Fikser menyampaikan pesan khusus dari Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, kepada seluruh anggota kontingen yang akan berlaga di Ponorogo.
“Alhamdulillah ini kegiatan dari tahun ke tahun pasti tim Reog Surabaya ikuti. Pak Wali Kota (Eri Cahyadi) menitipkan pesan kepada tim Reog Surabaya, beliau berharap kalau juara satu dapat bonus dari beliau Rp100 juta,” kata Fikser.
Tak hanya untuk juara pertama, Pemkot Surabaya juga menyiapkan penghargaan bagi kontingen yang mampu menembus tiga besar.
“Masuk tiga besar, dapat bonus dari beliau Rp50 juta. Dari Abah Heru (Pembina Purbaya) sendiri masuk lima besar dapat bonus Rp50 juta,” ujarnya.
Menurut Fikser, dukungan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras para seniman yang telah menjalani latihan intensif selama beberapa bulan terakhir.
“Pemerintah kota, Pak Wali Kota, sangat konsisten terhadap budaya daerah. Mudah-mudahan niat baik, kerja keras, bagaimana perhatian dan kesiapan dari tim yang luar biasa bisa membawa nama baik Surabaya pada festival kali ini,” tambahnya.
Pemkot Surabaya Perkuat Pelestarian Budaya Reog
Fikser mengungkapkan bahwa sekitar 57 unit Reog yang ada di Kota Surabaya saat ini tergabung dalam organisasi Purbaya. Keberadaan organisasi tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menjaga eksistensi sekaligus mengembangkan kesenian Reog di Kota Pahlawan.
“Kami pemerintah kota terima kasih kepada tokoh Reog yang ada di Surabaya yang kemudian mewadahi kegiatan ini,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Pemkot Surabaya juga berencana menyediakan fasilitas latihan yang dapat digunakan secara rutin oleh para seniman Reog.
“Tadi saya juga bicara dengan Pak Camat, kita akan memfasilitasi di gedung serbaguna milik pemerintah kota di MERR, yang mana itu bisa dipakai secara rutin untuk pelatihan,” ungkap Fikser.
Ia menegaskan bahwa kesenian Reog selama ini selalu mendapatkan ruang dalam berbagai kegiatan resmi pemerintah kota.
“Jadi pemerintah kota di setiap acara apapun itu, Reog selalu menjadi tampilan seni utama, yang kemudian diberikan kesempatan untuk Reog itu bisa dimunculkan,” jelasnya.
FNRP 2026 Perebutkan Piala Presiden
Pembina sekaligus Penasehat Purbaya, Heru Sancoko, menegaskan bahwa Festival Nasional Reog Ponorogo merupakan kompetisi yang memiliki gengsi tinggi karena memperebutkan Piala Presiden.
“Jadi ini adalah event dari Ponorogo (memperebutkan) Piala Presiden, bukan Piala Bupati, bukan Piala Wali Kota. Jadi yang kita perebutkan ini adalah Piala Presiden,” tegas Abah Heru.
Untuk menghadapi kompetisi tersebut, Purbaya telah melakukan persiapan selama kurang lebih dua setengah bulan dengan mendatangkan pelatih profesional dari berbagai daerah.
“Kita berproses (latihan) itu sudah dua bulan setengah. Semoga ini adalah penampilan dari Purboyo yang terbaik, mewakili Pemerintah Kota Surabaya. Kita mendatangkan pelatih dari Solo, Mojokerto, dari Magetan juga yang notabene mereka adalah pakar-pakarnya,” tuturnya.
Kontingen Reog Surabaya Diminta Tampil Maksimal
Menjelang penampilan perdana di Ponorogo, Abah Heru mengingatkan seluruh anggota kontingen untuk menjaga kondisi fisik dan mental agar mampu memberikan penampilan terbaik.
“Tolong tampilkan yang terbaik untuk Surabaya. Sekali lagi, semangat, Ojo Kendor, tunjukkan kemampuanmu, tunjukkan prestasimu, besok penampilan pertama, jaga semuanya, tunjukkan yang terbaik untuk Surabaya,” tegasnya.
Pesan serupa juga disampaikan Camat Rungkut, Maskur. Ia menegaskan bahwa seluruh anggota tim membawa tanggung jawab besar karena mewakili nama baik Kota Surabaya.
“Kontingen yang akan berangkat ini tidak hanya mewakili grup-grup ya. Kami ini membawa nama baik Pemerintah Kota Surabaya,” kata Maskur.
Ia berharap seluruh peserta dapat tampil optimal dan membawa pulang prestasi tertinggi.
“Semoga lancar dan selamat dan membawa juara satu,” pungkasnya.
Reog Surabaya Tampil Nomor Urut 17
Sebagai informasi, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) XXXI Tahun 2026 diikuti oleh 32 kontingen dari berbagai daerah di Indonesia. Seluruh penampilan digelar di Panggung Utama Alun-Alun Ponorogo dalam rangkaian perayaan Grebeg Suro 2026.
Tim Reog Purbaya yang mewakili Pemerintah Kota Surabaya mendapatkan nomor urut 17 dan dijadwalkan tampil pada Sabtu malam, 13 Juni 2026.
Dengan persiapan matang, dukungan penuh dari Pemerintah Kota Surabaya, serta semangat para seniman Reog, kontingen Purbaya optimistis mampu mengharumkan nama Kota Pahlawan dan bersaing dalam perebutan Piala Presiden di ajang budaya paling bergengsi bagi insan Reog Indonesia.***

>
