FIB Untag Surabaya Luncurkan Kampung Bahasa di Kelurahan Semolowaru
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 16 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya meluncurkan Program Kampung Bahasa, yang menjadi inisiatif edukatif untuk meningkatkan kemampuan komunikasi internasional masyarakat urban. Acara pembukaan dilaksanakan pada Senin (18/5/2026), dan dihadiri oleh jajaran dosen FIB, mahasiswa pengajar, serta perwakilan warga Kelurahan Semolowaru.
Inisiatif Pemberdayaan Masyarakat Urban
Program ini dirancang sebagai wadah pemberdayaan masyarakat urban berbasis kemampuan komunikasi internasional. Dalam keterangannya, Dekan FIB Untag Surabaya, Dr. Pariyanto, M.Ed., menekankan pentingnya pemerataan akses kemampuan berbahasa asing di kota besar seperti Surabaya. Ia mengatakan bahwa inspirasi dari kesuksesan Kampung Inggris di Pare, Kediri, menjadi dasar terbentuknya program ini.
“Kami berharap agar seperti Pare, Surabaya juga mampu memiliki kampung-kampung berbahasa yang aktif, hidup, dan mandiri,” ujarnya.
Pengembangan Bertahap dan Kompetensi Warga
Dr. Pariyanto menjelaskan bahwa program ini akan dilaksanakan secara bertahap guna memastikan penyerapan materi yang optimal di tengah masyarakat. “Nantinya dosen dan mahasiswa akan mengajarkan bahasa Inggris kepada warga, lalu dilihat bagaimana respon serta perkembangannya. Apabila terbukti meningkat kualitas warga, maka kami akan mulai memperluas program dengan mengajarkan bahasa Jepang sebagai langkah berikutnya,” tambahnya.
Dukungan Rektorat dan Tri Dharma Perguruan Tinggi
Wakil Rektor III Untag Surabaya, Dr. Sumiati, M.M., menyampaikan dukungan penuh terhadap program pengabdian ini. Menurutnya, inisiatif ini merupakan wujud nyata dari pelaksanaan catur dharma universitas.
“Untag Surabaya menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan serius, termasuk pengabdian kepada masyarakat seperti ini. Maka dari itu, kami harap kerja sama ini harus saling menguntungkan. Bagi mahasiswa, ini adalah laboratorium sosial untuk mengasah kepekaan dan keterampilan mengajar, sementara bagi warga, ini adalah peluang emas untuk meningkatkan kompetensi,” tegas Dr. Sumiati.
Respon Positif dari Pihak Kelurahan Semolowaru
Pihak Kelurahan Semolowaru menyambut gembira dan siap memfasilitasi seluruh kebutuhan program ini demi kemajuan warganya. Lurah Semolowaru, Kenny Pieter Tupamahu, S.STP., MM., menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas kepedulian FIB Untag Surabaya.
“Semangat belajar warga harus terus bertambah dengan hadirnya program ini. Semoga nantinya perekonomian warga semakin naik karena adanya kemampuan bahasa asing ini. Di era global, menguasai bahasa asing adalah kunci utama untuk membuka peluang usaha baru, memperluas jaringan UMKM, dan meningkatkan daya saing kerja masyarakat kami,” tutur lurah.
Manfaat Jangka Panjang
Program Kampung Bahasa diharapkan dapat memberikan dampak positif jangka panjang, baik bagi mahasiswa maupun masyarakat. Selain meningkatkan kemampuan berbahasa, program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pendidikan dan ekonomi lokal.
Langkah Berikutnya
Selain bahasa Inggris, rencana pengembangan program mencakup pengajaran bahasa Jepang. Hal ini bertujuan untuk memperluas cakupan kemampuan komunikasi internasional di kalangan masyarakat.
FAQ
Apa tujuan dari program Kampung Bahasa?
Tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan kemampuan komunikasi internasional masyarakat urban, khususnya dalam berbahasa asing.Bagaimana cara partisipasi?
Warga Kelurahan Semolowaru dapat mengikuti program yang diadakan oleh FIB Untag Surabaya secara gratis.Apakah ada biaya yang diperlukan?
Tidak, program ini sepenuhnya gratis dan didukung oleh pihak kampus dan pemerintah setempat.***

>
>

Saat ini belum ada komentar