Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Satgas Anti-Preman Dibentuk Usai Rumah Lansia Surabaya Diratakan

Satgas Anti-Preman Dibentuk Usai Rumah Lansia Surabaya Diratakan

  • account_circle Shinta ms
  • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pembentukan Satgas Anti-Preman oleh Pemerintah Kota Surabaya menjadi respons langsung atas kasus perusakan rumah nenek Elina Widjajanti (80) di Dukuh Kuwukan.

Peristiwa yang diduga melibatkan oknum organisasi masyarakat (ormas) itu bukan sekadar konflik warga, melainkan alarm serius atas masih suburnya praktik premanisme di ruang hidup masyarakat kota.

Video perobohan rumah lansia hingga rata dengan tanah yang viral di media sosial memicu tekanan publik agar negara hadir secara nyata. Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi tindakan semena-mena di Kota Pahlawan dan penegakan hukum harus dilakukan tanpa kompromi.

Wali Kota Eri Cahyadi menyatakan, kasus tersebut sebenarnya telah ditangani aparat sebelum viral. Pihak kecamatan disebut sudah bergerak dan laporan telah masuk ke Polda Jawa Timur.

“Kejadian ini sudah ditangani Polda Jawa Timur. Sebelum viral sudah dilaporkan karena sudah ditangani pihak kecamatan. Saya secara pribadi akan berkoordinasi dengan Polda agar masalah ini menjadi atensi khusus dan segera diselesaikan. Harus ada kejelasan hukum karena yang salah ya, harus dihukum,” tegas Wali Kota Eri Cahyadi, Sabtu (27/12/2025).

Kasus ini menyoroti posisi kelompok rentan, khususnya lansia, yang kerap menjadi korban dalam konflik berbasis kekuasaan dan intimidasi.

Tanpa kehadiran negara yang tegas, warga berisiko menghadapi ketakutan di lingkungan tempat tinggalnya sendiri.

Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Pemkot Surabaya bersama TNI dan Polri akan membentuk Satgas Anti-Preman. Satgas ini dirancang melibatkan berbagai unsur masyarakat lintas suku sebagai upaya kolektif menjaga ketertiban kota.

Langkah ini disebut sebagai upaya preventif agar praktik intimidasi dan kekerasan berkedok ormas tidak kembali terjadi.

“InsyaAllah kita buatkan tempat di Pemkot Surabaya untuk Satgas Anti-Preman. Surabaya harus aman. TNI, Polri, dan seluruh elemen suku akan bergabung. Siapa pun yang melakukan premanisme akan ditindak dan dihilangkan dari kota ini,” ujarnya.

Pembentukan satgas ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa ancaman premanisme masih nyata dan belum sepenuhnya tertangani.

Tanpa penindakan konsisten, satgas berisiko hanya menjadi simbol reaksi sesaat, bukan solusi jangka panjang.
Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri juga menyatakan akan mengumpulkan para ketua ormas dan tokoh suku di Surabaya pada malam tahun baru atau awal Januari 2026.

Tujuannya, menyamakan visi menjaga kondusivitas kota.

“Kita ini warga Surabaya, mau suku apa pun, jangan sampai terpecah belah. Kita tidak boleh berbuat semena-mena atau menipu sesama warga Surabaya. Kalau ada yang tidak benar, ayo kita lawan bareng-bareng secara hukum,” kata Wali Kota Eri Cahyadi.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya juga mulai melakukan asesmen terhadap kondisi nenek Elina. Tak hanya soal tempat tinggal atau bantuan fisik, pemerintah menyoroti dampak psikologis yang dialami korban akibat kehilangan rumah dan rasa aman.

“Yang paling penting adalah psikisnya. Kami juga menguatkan warga dan tetangga di sekitar lokasi. Surabaya boleh jadi kota besar, tapi jangan pernah kehilangan empati terhadap sesama. Harus saling menjaga dan menguatkan,” pesan Wali Kota Eri Cahyadi.

Namun empati saja tidak cukup. Publik kini menunggu langkah nyata: penegakan hukum yang transparan, sanksi tegas terhadap pelaku, serta jaminan bahwa peristiwa serupa tidak akan terulang.

Wali Kota Eri Cahyadi pun mengimbau warga agar tidak terprovokasi melakukan aksi balasan atau benturan horizontal, dan mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat kepolisian.

“Ayo warga Surabaya, kita saling menjaga dan mengawal proses hukumnya hingga tuntas dan Nenek Elina mendapatkan keadilan,” pungkasnya. (sms)

  • Penulis: Shinta ms

Rekomendasi Untuk Anda

  • Subandi – Mimik Sapa Ribuan Pemancing, Komitmen Lanjutkan Program Kesejahteraan Warga

    Subandi – Mimik Sapa Ribuan Pemancing, Komitmen Lanjutkan Program Kesejahteraan Warga

    • calendar_month Minggu, 15 Sep 2024
    • account_circle Adis
    • visibility 281
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka memperingati HUT ke-23 Partai Demokrat, bakal calon bupati Sidoarjo, H. Subandi, SH dan bakal calon wakil bupati Sidoarjo, Hj. Mimik Idayana, hadir di tengah-tengah 1.200 peserta acara mancing gratis pada Minggu (15/9/2024). Acara ini digelar di Yussar Fishing and Playground, dengan antusiasme besar dari para peserta dan kader Partai Demokrat. H. […]

  • Menjelajahi Jejak Sejarah Kartasura, Diskusi dan Bedah Buku “Greget Sejarah”

    Menjelajahi Jejak Sejarah Kartasura, Diskusi dan Bedah Buku “Greget Sejarah”

    • calendar_month Sabtu, 14 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 268
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menyambut hari jadi Kartasura yang ke-344 tahun, Egi Raf selaku ketua panitia menyelenggarakan diskusi dan bedah buku “Greget Sejarah”. Acara diselenggarakan di Gedung Graha UIN Raden Mas Said Kartasura, Jawa Tengah. Acara ini menghadirkan narasumber yang ahli di bidangnya, yaitu KRT. Djuyamto, S.H,. M.H (penggagas buku Greget Kartasura), Anang Haris Himawan, S.Ag., M.pd. […]

  • Kasus Kredit Fiktif di Bank Jatim, DPRD Jatim Desak Restrukturisasi BUMD

    Kasus Kredit Fiktif di Bank Jatim, DPRD Jatim Desak Restrukturisasi BUMD

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 346
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – DPRD Jawa Timur mendesak pemerintah provinsi segera melakukan restrukturisasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) guna meningkatkan efisiensi dan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Anggota Komisi C DPRD Jatim, Lilik Hendarwati, menilai banyak BUMD yang belum dikelola secara optimal dan masih membebani keuangan daerah.(04/03/25) Menurut Lilik, kondisi fiskal Jawa Timur semakin menantang akibat […]

  • Tolak Alasan Kerja Sama, Jaksa Nilai Nikita Mirzani Tutupi Fakta

    Tolak Alasan Kerja Sama, Jaksa Nilai Nikita Mirzani Tutupi Fakta

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang replik menyatakan menolak argumentasi hukum Nikita Mirzani dalam pledoi yang menyebut masalahnya dengan Reza Gladys berawal dari kerja sama untuk tujuan memperbaiki nama baik yang sempat tercoreng akibat review produk dilakukan Doktif atau Dokter Detektif. Jaksa tetap meyakini bahwa Nikita Mirzani telah melakukan pengancaman dan pemerasan terhadap korban […]

  • trenggalek tradisi metri bumi candu kamtibmas polsek durenan

    Mengungkap Tradisi Metri Bumi Dua Desa di Trenggalek

    • calendar_month Kamis, 28 Agt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 213
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dua desa yang berada di Kabupaten Trenggalek memiliki kebiasaan dalam menjaga keberlanjutan sumber air di wilayah mereka. Terletak di Desa Masaran, Kecamatan Bendungan dan Desa Sumberejo, Kecamatan Durenan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, mengadakan Upacara Adat Metri Bumi. Di Desa Masaran, terdapat Sumber Air Papringan, yang dihiasi tiga pohon raksasa dan airnya masih tetap terjaga […]

  • Real Madrid ,Manchester City,

    Real Madrid dan Manchester City, Peran Liga Champions dalam Meningkatkan Motivasi Tim Sepak Bola

    • calendar_month 22 jam yang lalu
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 10
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Liga Champions, salah satu kompetisi sepak bola paling bergengsi di Eropa, memiliki peran penting dalam meningkatkan motivasi dan antusiasme para pemain serta pelatih. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang pertandingan antar klub terbaik, tetapi juga menjadi simbol kejayaan dan ambisi untuk mencapai prestasi tertinggi dalam dunia sepak bola. Kehadiran Liga Champions sebagai Ajang […]

expand_less