Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Ketika Hukum, Empati, dan Politik Bertabrakan dalam Kasus Nenek Elina

Ketika Hukum, Empati, dan Politik Bertabrakan dalam Kasus Nenek Elina

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Minggu, 28 Des 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COMKasus viral pembongkaran rumah yang dikaitkan dengan Nenek Elina Widjajanti di Surabaya bukan sekadar perkara sengketa properti. Ia telah berkembang menjadi isu sosial, identitas, bahkan berpotensi konflik horizontal, akibat framing publik yang tidak utuh dan respons pejabat yang dinilai kurang presisi secara hukum maupun sosial.

Pernyataan yang berkembang di ruang publik menunjukkan adanya potensi gesekan antara sebagian warga Surabaya dengan komunitas atau ormas tertentu, khususnya setelah nama organisasi disebut secara terbuka oleh pejabat publik tanpa pemisahan tegas antara oknum dan organisasi. Dalam konteks ini, kehati-hatian pemerintah daerah—terutama Wali Kota dan Forkopimda—menjadi krusial.

Bahaya Generalisasi dan Potensi Konflik Horizontal

Pernyataan yang menyebut secara eksplisit nama ormas dalam kasus yang belum diputus pengadilan, berpotensi menimbulkan stigmatisasi kolektif. Padahal, prinsip dasar negara hukum menegaskan bahwa pertanggungjawaban pidana bersifat individual, bukan komunal.

Jika publik terus disuguhi narasi bahwa “ormas tertentu identik dengan kerusuhan”, maka risiko konflik horizontal di Surabaya—kota multikultural—menjadi nyata. Di sinilah negara seharusnya hadir sebagai penyejuk, bukan justru memperkeruh persepsi.

Sebagaimana disampaikan dalam pandangan kritis ini, jangan sampai publik menggeneralisasi seluruh ormas atau komunitas Madura sebagai pembuat gaduh, karena jika itu terjadi, konflik sosial akan sulit dikendalikan.

Paradoks Kepemimpinan dan Pola Penyelesaian “Jalanan”

Publik saat ini menyaksikan fenomena yang disebut sebagai paradoks dua pemimpin Surabaya:
satu figur dipersepsikan sebagai public darling, sementara figur lain mulai diposisikan sebagai public enemy. Polarisasi semacam ini berbahaya jika dibiarkan, terlebih bila dibarengi dengan pola penyelesaian masalah yang terkesan lebih mengedepankan tekanan jalanan ketimbang mekanisme hukum formal.

Tanpa bermaksud menyalahkan siapa pun, pendekatan kebijakan publik seharusnya menakar dampak sosial dari setiap pernyataan dan tindakan pejabat, karena kata-kata pejabat adalah sinyal politik yang ditafsirkan luas oleh masyarakat.

Dimensi Hukum: Hak Milik Sah vs Prosedur Pengosongan

Dari sisi hukum pertanahan, fakta yang beredar menyebutkan bahwa Samuel membeli rumah tersebut melalui Ikatan Jual Beli (IJB) di hadapan notaris, dengan dokumen Letter C dan administrasi lain berada dalam penguasaannya. Secara keperdataan, kepemilikan ini sah dan dapat diuji di pengadilan.

Namun demikian, kritik hukum yang relevan bukan pada status kepemilikan, melainkan cara pengosongan dan pembongkaran. Dalam negara hukum, bahkan pemilik sah tidak dibenarkan melakukan pengosongan paksa tanpa koordinasi dengan aparat penegak hukum (APH). Di titik inilah letak kesalahan prosedural yang patut diuji, bukan melalui penghakiman publik, melainkan proses hukum.

“Secara legal kepemilikan Samuel benar dan bisa diuji di pengadilan, tetapi kesalahannya adalah pada pengosongan dan pembongkaran karena tidak berkoordinasi dengan APH,” demikian analisis yang berkembang.

Framing Korban dan Manipulasi Opini Publik

Yang juga patut dicermati adalah waktu kemunculan video. Beberapa sumber menyebut peristiwa terjadi pada Agustus 2025 dan saat itu tidak memicu kegaduhan. Namun video baru muncul pada Desember, diduga merupakan gabungan potongan kejadian dari waktu berbeda.

Hal ini menimbulkan pertanyaan serius:
apakah publik sedang disuguhi fakta utuh, atau justru narasi yang telah dikurasi untuk membangun victim framing?

Analisis kritis bahkan menyebut kemungkinan bahwa Nenek Elina diarahkan untuk tampil sebagai “player victim” oleh pihak tertentu, termasuk penyebutan nama ormas yang belum tentu relevan secara langsung. Fakta bahwa pihak yang dituding tidak mengenakan atribut ormas dalam kejadian tersebut memperkuat kebutuhan kehati-hatian dalam penilaian.

Ketika Empati Menyingkirkan Keadilan Prosedural

Empati terhadap lansia adalah nilai kemanusiaan yang tidak boleh diperdebatkan. Namun dalam negara hukum, empati tidak boleh menghapus hak keadilan pihak lain, termasuk pemilik sah properti.

Kehadiran figur publik dan aktivis tertentu yang secara simbolik “memihak” satu narasi, tanpa membuka ruang penjelasan bagi pihak lain, justru berpotensi mengunci opini publik sebelum hukum berbicara.

Pertanyaan mendasarnya adalah:
apakah membongkar rumah milik sendiri itu salah secara hukum?
Jawabannya: tidak selalu, tetapi menjadi bermasalah jika melanggar prosedur dan berpotensi pidana. Dan penilaian itu hanya sah jika diputus oleh pengadilan, bukan oleh tekanan opini.

Negara Harus Tegas, Netral, dan Menyatukan

Kasus Nenek Elina seharusnya menjadi momentum bagi Pemkot Surabaya untuk bersikap tegas namun adil, menenangkan publik, dan mencegah konflik horizontal. Salah satu usulan rasional adalah inisiatif wali kota mengundang tokoh masyarakat dan ulama lintas komunitas untuk menyampaikan pernyataan bersama bahwa hukum harus ditegakkan, tanpa stigma komunal.

Negara tidak boleh kalah oleh framing, dan keadilan tidak boleh dikalahkan oleh viralitas.

Penulis : Nawi 
  • Penulis: Diagram Kota

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPRD Surabaya Dukung Pengadaan Taksi Air Yang Inovatif Untuk Tahun 2025

    DPRD Surabaya Dukung Pengadaan Taksi Air Yang Inovatif Untuk Tahun 2025

    • calendar_month Rabu, 6 Nov 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 160
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – DPRD Surabaya menyambut positif rencana Pemerintah Kota Surabaya untuk menghadirkan taksi air sebagai sarana transportasi alternatif pada tahun 2025 medatang. Upaya tersebut dinilai sebagai solusi inovatif bagi mobilitas warga di kota Pahlawan ini. Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Achmad Nurdjayanto menilai inisiatif ini sebagai langkah visioner yang tak hanya meningkatkan aksesibilitas dan mengurangi […]

  • Tonton Rangga & Cinta atau Tukar Takdir: Jadwal Bioskop XXI Malang 2 Oktober 2025

    Tonton Rangga & Cinta atau Tukar Takdir: Jadwal Bioskop XXI Malang 2 Oktober 2025

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 361
    • 0Komentar

    Jadwal Film di Bioskop XXI Malang pada Kamis, 2 Oktober 2025 DIAGRAMKOTA.COM – Pada hari ini, Kamis, 2 Oktober 2025, bioskop Cinema XXI Malang kembali menayangkan dua film baru yang menarik perhatian penonton. Kedua film tersebut adalah Rangga & Cinta dan Tukar Takdir. Kedua judul film ini bisa dinikmati oleh penggemar sinema di berbagai lokasi bioskop […]

  • Kehidupan Pribadi dan Karier Artis Korea yang Menarik Perhatian

    Kehidupan Pribadi dan Karier Artis Korea yang Menarik Perhatian

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 32
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kehidupan pribadi para artis Korea sering kali menjadi sorotan publik, terutama ketika ada kabar tentang hubungan asmara mereka. Salah satu kasus yang baru-baru ini mengundang perhatian adalah dugaan hubungan antara penyanyi R&B ternama Lee Hi dan rapper Dok2. Keduanya dikabarkan menjalin hubungan sejak sekitar 2022, dengan perbedaan usia enam tahun di antara keduanya. Interaksi […]

  • Peringatan Kudatuli 1996, ProMeg Soroti Peran Penting Megawati dalam Menjaga Konstitusi

    Peringatan Kudatuli 1996, ProMeg Soroti Peran Penting Megawati dalam Menjaga Konstitusi

    • calendar_month Minggu, 27 Jul 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 172
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Para aktifis Pro-Mega (ProMeg) se Jawa Timur berkumpul di kampus Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, untuk memperingati peristiwa Kudatuli (Kerusuhan Dua Puluh Tujuh Juli) 1996. Acara tersebut di warnai kegiatan diskusi yang menghadirkan sejumlah narasumber. Hadir dalam acara tersebut diantaranya Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat DPP PDIP Andi Widjayanto, serta […]

  • Rekomendasi hadiah wisuda yang menarik dan anti ribet untuk teman dan pacar

    Rekomendasi hadiah wisuda yang menarik dan anti ribet untuk teman dan pacar

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 114
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – 7 Rekomendasi hadiah wisuda yang unik dan menarik, ga harus buket melulu. Beri hadiah ini kepada teman, saudara, atau pacar untuk memeriahkan momen wisuda. Anda bisa memberikan rekomendasi hadiah wisuda yang unik dan menarik kepada teman, kakak, saudara ataupun pacar. Tidak perlu mengoceh uang banyak dengan hadiah wisuda yang unik dan menarik jelang perayaan […]

  • Kapolda Jatim Kunjungi Pulau Bawean Resmikan Pembangunan Mapolsek Tambak

    Kapolda Jatim Kunjungi Pulau Bawean Resmikan Pembangunan Mapolsek Tambak

    • calendar_month Kamis, 24 Apr 2025
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 303
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Drs Nanang Avianto,M.Si melakukan kunjungan kerja sekaligus peletakan batu pertama pembangunan Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Tambak di Pulau Bawean pada Rabu (23/04/2025). Acara yang digelar di Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak, Gresik ini menjadi wujud komitmen Polri dalam meningkatkan pelayanan dan keamanan di wilayah kepulauan tersebut. Kedatangan Kapolda Jatim […]

expand_less