Cegah Pencurian Kabel PJU, DPRD Surabaya Dukung Insentif Pelapor
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sen, 1 Des 2025
- comment 0 komentar

DIAGRAMKOTA.COM — Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, Eri Irawan, menyampaikan dukungan atas langkah Pemerintah Kota Surabaya yang memberikan insentif kepada warga yang melaporkan aksi pencurian kabel PJU (Penerangan Jalan Umum). Menurutnya, kebijakan ini sangat relevan dengan karakter kota besar seperti Surabaya yang membutuhkan penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Eri menjelaskan bahwa partisipasi warga dapat mempercepat deteksi dini tindak kejahatan serta memberi efek pencegahan. Terlebih, pencurian kabel PJU bukan hanya memicu kerugian negara, tetapi juga mengancam keselamatan publik.
“Kebijakan insentif bagi warga pelapor merupakan bentuk kolaborasi yang tepat antara pemerintah dan masyarakat, sesuai dinamika kota besar seperti Surabaya,” ujar Legislator PDIP itu, Senin (1/12).
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak sekadar terkait keamanan, tetapi juga cara efektif membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga aset publik.
“Deteksi dini ini penting karena pencurian kabel bukan hanya merugikan negara, tetapi juga membahayakan warga dan meningkatkan potensi kecelakaan maupun kriminalitas,” lanjutnya.
Eri pun menekankan bahwa seluruh fasilitas publik—mulai dari PJU, taman, drainase, hingga ruang terbuka kota—adalah aset bersama yang harus dijaga. Ia mencontohkan perilaku sederhana dalam menjaga sanitasi.
“Bukan hanya PJU, tapi semuanya. Saluran air misalnya, ya harus dijaga bersama dengan tidak membuang sampah sembarangan,” ungkapnya.
Meski mendukung insentif bagi pelapor, Eri mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh berdiri sendiri. Dibutuhkan pengamanan yang lebih komprehensif dan terstruktur.
“Hadiah untuk pelapor hanyalah pelengkap, bukan pengganti kebijakan keamanan yang bersifat sistemik dan jangka panjang,” tegasnya.
Ia mendorong Pemkot Surabaya memperkuat pengamanan melalui pemasangan sensor dan CCTV, serta meningkatkan koordinasi lintas instansi seperti Dishub, Satpol PP, dan kepolisian.
Selain itu, Eri menilai strategi pengamanan jangka panjang harus dirancang lebih serius mengingat modus pencurian semakin modern dan terorganisasi.
“Ini bukan sekadar kriminalitas jalanan. Banyak kasus pencurian kabel berkaitan dengan jaringan penadah dan celah teknis pengawasan. Maka kualitas patroli, pemeliharaan, serta investasi teknologi keamanan perlu ditingkatkan,” tandasnya.
Sebelumnya, Pelaksana Tugas Kepala Diskominfo Surabaya, M. Fikser, mengimbau masyarakat agar segera melapor jika melihat tindakan pencurian kabel PJU.
“Jika ada aksi pencurian kabel PJU, laporkan melalui aplikasi WargaKu atau akun resmi Pemkot Surabaya. Sertakan video yang jelas,” kata Fikser, Jumat (28/11/2025).
Untuk memperoleh bonus, warga wajib mengirim rekaman video yang menunjukkan pelaku secara jelas, termasuk nomor kendaraan jika digunakan saat kejadian.
Pencurian Kabel PJU 12 Lokasi Terdampak
Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana Transportasi Dishub Surabaya, Agung Karyadi, mengungkapkan bahwa selama November 2025 terdapat 12 lokasi terdampak, dengan total kabel PJU yang hilang mencapai 1.800 meter dari 60 gawang.
Para pelaku disebut menggunakan berbagai penyamaran, mulai dari rompi pekerja, helm keselamatan, hingga mobil operasional untuk mengecoh masyarakat. Dishub kini berkoordinasi dengan kepolisian untuk memburu pelaku dan mengungkap dugaan jaringan penadah. [@]




