Domino sebagai Olahraga Intelektual Membawa Kebangkitan Ekonomi dan Wisata di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 18 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Turnamen domino yang digelar di Surabaya pada 2026 menjadi bukti nyata bahwa olahraga intelektual mampu memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian dan pariwisata. Dengan penyelenggaraan Surabaya Domino Tournament 2026, kota ini kembali menunjukkan perannya sebagai tuan rumah acara nasional yang memikat.
Peran Kompetisi dalam Menggerakkan Sektor Ekonomi
Surabaya Domino Tournament 2026 berlangsung di Grand City Convention Hall, sebuah pusat konvensi yang menjadi pusat kegiatan besar. Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi bagi para pemain domino, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mengangkat citra olahraga ini sebagai aktivitas yang bernilai intelektual dan sosial.
Ketua Pengprov PORDI Jawa Timur, M Alyas, menyampaikan bahwa partisipasi peserta dari 17 provinsi mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap domino sebagai olahraga. Sebanyak 512 pasangan atau sekitar 1.000 pemain hadir dalam acara tersebut, yang berdampak langsung pada sektor ekonomi lokal.
“Penginapan-penginapan di sekitar lokasi penyelenggaraan ini telah terisi maksimal. Mudah-mudahan acara ini menjadi motivasi bagi kami agar bisa lebih memasyarakatkan lagi domino sebagai olahraga,” ujar M Alyas.
Perubahan Persepsi Masyarakat Terhadap Domino
Selama ini, domino sering dikaitkan dengan permainan judi, namun kini persepsi ini mulai berubah. Ketua KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, menjelaskan bahwa domino memiliki karakteristik yang setara dengan cabang olahraga lain seperti catur atau bridge.
“Domino memerlukan kecerdasan, strategi, dan konsentrasi tinggi. Ini adalah upaya untuk menampung dan menyalurkan bakat-bakat anak-anak kita yang belum dapat tersalurkan dengan baik,” jelas Nabil.
Upaya Menghilangkan Stigma Negatif
Untuk menghilangkan stigma negatif, PB PORDI telah membuat aturan ketat yang dikenal sebagai 4N dan 1T: No Judi, No Alkohol, No Narkoba, No Smoking, dan Tertib Beribadah. Aturan ini bertujuan menjaga sportivitas dan menjadikan domino sebagai ajang silaturahim yang bermanfaat.
“Kami menjelaskan kepada MUI bahwa domino dibawah PORDI adalah bukan judi melainkan ajang silaturahim,” kata Ketua Umum PB PORDI, Andi Jamaro Dulung.
Dukungan dari Sektor Swasta
Dukungan dari sektor swasta juga menjadi faktor penting dalam pengembangan olahraga ini. Salah satunya adalah Higgs Games Island, yang memberikan dukungan besar dalam bentuk dana hingga 10 miliar rupiah.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran HGI. Kedepan ini kita akan menggelar 8 series, series pertama hari ini kita adakan di Surabaya, 7 lagi di kota-kota lain,” tambah Andi Jamaro.
Dukungan Pemerintah Kota Surabaya
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen ini. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan memberikan dampak lebih luas.
“Saya ingin menyampaikan kepada seluruh peserta, selamat bertanding, selamat untuk bisa memenangkan pertandingan ini dan mendapatkan hadiahnya,” ujarnya.
Domino sebagai Bagian dari Gerakan Olahraga Modern
Lebih dari sekadar kompetisi, Surabaya Domino Tournament 2026 menjadi simbol transformasi domino sebagai bagian dari gerakan olahraga modern yang mengedepankan kecerdasan, ketahanan mental, dan integritas.***

>

Saat ini belum ada komentar