Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Surabaya Menghadapi Kenaikan Pendatang Pasca-Lebaran, Pemkot Operasi Yustisi

Surabaya Menghadapi Kenaikan Pendatang Pasca-Lebaran, Pemkot Operasi Yustisi

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Peningkatan jumlah pendatang ke Kota Surabaya pasca-lebaran menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat. Untuk mengantisipasi urbanisasi yang tidak terkendali, Pemkot Surabaya meluncurkan operasi yustisi kependudukan. Operasi ini bertujuan untuk memastikan setiap pendatang memiliki alasan jelas dan tidak menjadi beban sosial di kota.

Operasi yustisi ini dilaksanakan selama satu minggu, mulai dari tanggal 30 Maret hingga 5 April 2026. Dalam pelaksanaannya, berbagai instansi terlibat, termasuk kelurahan, kecamatan, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Tujuannya adalah memantau empat kategori warga pendatang yang berbeda.

Empat Kategori Pendatang yang Diperiksa

Kategori pertama adalah pekerja formal yang harus melampirkan jaminan pekerjaan dari perusahaan. Mereka akan didata sebagai penduduk non-permanen sesuai dengan aturan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 74 Tahun 2022.

Kategori kedua mencakup pekerja informal seperti para pedagang kaki lima (PKL). Mereka diwajibkan memiliki surat keterangan dari Ketua RT/RW serta memiliki tempat tinggal yang sah agar bisa didata sebagai penduduk non-permanen.

Selanjutnya, kategori ketiga adalah tamu keluarga. Setiap pendatang yang datang untuk berkunjung harus melaporkan diri kepada Ketua RT setempat dalam waktu 24 jam. Laporan tersebut harus disertai bukti laporan sesuai dengan Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 30 Tahun 2025.

Yang terakhir adalah warga tanpa identitas. Petugas akan langsung membawa mereka ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) untuk kemudian dipulangkan ke daerah asal melalui kerja sama dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur.

Upaya Pemkot untuk Mengurangi Beban Sosial

Eddy Christijanto, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Surabaya, menjelaskan bahwa operasi ini merupakan langkah penting untuk mencegah lonjakan pendatang yang bisa mengganggu keseimbangan sosial dan ekonomi di kota.

“Operasi yustisi ini melibatkan beberapa unsur mulai dari Kelurahan, Kecamatan, hingga Satpol PP yang menyasar empat kategori warga pendatang,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa setiap pendatang harus memiliki tujuan jelas dan tidak meninggalkan dampak negatif bagi masyarakat setempat. Dengan demikian, kualitas hidup masyarakat Surabaya tetap terjaga.

Peran RT dan RW dalam Pengawasan Pendatang

Selain operasi yustisi, Pemkot Surabaya juga meminta RT dan RW untuk aktif mendata setiap pendatang. Hal ini dilakukan guna memastikan bahwa setiap orang yang masuk ke wilayah Surabaya dapat terpantau secara efektif.

Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, sebelumnya telah mengingatkan warga untuk waspada terhadap lonjakan urbanisasi setelah libur lebaran. Ia menegaskan bahwa partisipasi aktif dari masyarakat sangat diperlukan dalam menghadapi situasi ini.

Dampak Urbanisasi Terhadap Kota Surabaya

Urbanisasi yang tidak terkendali bisa menyebabkan peningkatan tekanan pada infrastruktur, layanan kesehatan, dan sistem transportasi. Selain itu, hal ini juga berpotensi meningkatkan angka pengangguran dan kesenjangan sosial.

Dengan adanya operasi yustisi, Pemkot Surabaya berharap dapat mengurangi risiko-risiko tersebut. Namun, keberhasilan operasi ini juga bergantung pada kesadaran masyarakat dan komitmen semua pihak dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan populasi dan kualitas hidup.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polda Jatim Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi Publik

    Polda Jatim Gelar Buka Puasa Bersama Insan Pers Perkuat Sinergitas dan Keterbukaan Informasi Publik

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Nanang Avianto, menggelar kegiatan buka puasa bersama insan pers yang tergabung dalam Pokja Polda Jatim di Gedung Patuh Polda Jawa Timur, Rabu (25/2/2026). Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Pol Pasma Royce, para Pejabat Utama Polda Jatim, serta perwakilan media cetak, elektronik, dan […]

  • Sinergi TNI-Polri dan Satpol PP, Tertibkan Bangunan Liar di Area Makam Jalan Kenjeran

    Sinergi TNI-Polri dan Satpol PP, Tertibkan Bangunan Liar di Area Makam Jalan Kenjeran

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 214
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Suasana pagi di kawasan Jalan Kenjeran, Surabaya, tampak berbeda pada Rabu (28/5/2025). Sebanyak 152 personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan sejumlah instansi lainnya, bersinergi menata ulang lingkungan sekitar Makam Kapas Krampung (Rangka) yang selama ini dipenuhi bangunan liar. Dipimpin langsung oleh para pimpinan tiga pilar Kecamatan Simokerto, yakni Kasat Binmas Polrestabes […]

  • Komisi A DPRD Surabaya: Penanganan Pengemis di Kawasan Wisata Religi, Tantangan dan Solusi yang Perlu Diperhatikan

    Komisi A DPRD Surabaya: Penanganan Pengemis di Kawasan Wisata Religi, Tantangan dan Solusi yang Perlu Diperhatikan

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 85
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengemis di kawasan wisata religi menjadi isu yang terus muncul, terutama menjelang bulan Ramadan. Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Cahyo Siswo Utomo, mengungkapkan bahwa masalah ini tidak bisa hanya dilihat sebagai fenomena ekonomi semata. Menurutnya, ada kemungkinan adanya pola terorganisir di balik aktivitas pengemis tersebut. “Kita juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya […]

  • Koperasi Desa Merah Putih: Skema yang Dinilai Tidak Efektif untuk Perekonomian Desa

    Koperasi Desa Merah Putih: Skema yang Dinilai Tidak Efektif untuk Perekonomian Desa

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 95
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Agrinas Pangan Nusantara, telah menjadi sorotan karena dinilai tidak efektif dalam mendorong perekonomian desa. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan dengan memberikan modal besar dan fasilitas operasional. Namun, sejumlah pengamat menilai skema yang digunakan justru berpotensi menciptakan masalah […]

  • MENGINTIP KETERLIBATAN ANAK PRESIDEN DALAM SKANDAL IUP DI HALMAHERA

    MENGINTIP KETERLIBATAN ANAK PRESIDEN DALAM SKANDAL IUP DI HALMAHERA

    • calendar_month Senin, 5 Agt 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 237
    • 0Komentar

    Oleh: Saiful Huda Ems DIAGRAMKOTA.COM – Ingatan kita semua tentu masih sangat kuat, manakala Sang Cawapres Gibran Rakabuming Raka ketika itu dalam beberapakali acara Debat Cawapres 2024, selalu melontarkan isu kampanye Hilirisasi Nikel. Bagi banyak orang dari yang awam hingga yang berpengetahuan sekalipun, pastinya takjub sekali dengan kampanye Hilirisasi Nikel yang dilontarkan ke publik semula oleh […]

  • TPP PKK Surabaya Bentengi Anak dari Bahaya Judol hingga Cyberbullying  

    TPP PKK Surabaya Bentengi Anak dari Bahaya Judol hingga Cyberbullying  

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • account_circle Shinta ms
    • visibility 87
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan pentingnya literasi digital bagi para ibu sebagai benteng pertama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman di dunia maya. Ancaman tersebut tidak hanya berupa konten negatif, tetapi juga praktik berbahaya seperti judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga perundungan di dunia maya atau cyberbullying. […]

expand_less