Penanganan Banjir di Surabaya: Inisiatif Baru dari Wali Kota Eri Cahyadi
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, terus berupaya menangani masalah banjir yang sering terjadi di wilayah Ketintang-Margorejo. Dalam inspeksi mendadak ke Rumah Pompa Margorejo, ia mengungkapkan rencana baru untuk mengatasi aliran air yang menyebabkan genangan di kawasan tersebut.
Penggunaan Saluran Kebon Agung untuk Mengurangi Genangan Air
Eri menemukan bahwa saluran Kebon Agung tidak difungsikan secara optimal sebagai saluran pembuangan banjir. Ia menyatakan bahwa saluran ini akan digunakan untuk mengalirkan air dari Karah ke Kali Surabaya, sehingga aliran air tidak lagi melalui wilayah Wonocolo.
“Kami sempat cek bahwa ada salungan yang kosong yaitu saluran Kebon Agung yang buangnya langsung ke Kali Surabaya,” ujarnya dalam sidak tersebut. Dengan penggunaan saluran ini, aliran air dari Karah akan terpecah dan tidak perlu melewati wilayah Wonocolo.
Namun, Eri juga meminta agar saluran di Wonocolo ditutup. Ia menegaskan bahwa jika saluran tersebut ditutup tanpa adanya alternatif, maka wilayah Gayungan dan Ketintang akan kembali terkena banjir.
Perbaikan Elevasi Jalan untuk Mencegah Endapan Air
Selain itu, Pemkot Surabaya akan memperbaiki elevasi jalan di sekitar Margorejo. Menurut Eri, endapan air disebabkan oleh jalan yang memiliki elevasi lebih rendah. Ia menyarankan agar lurah dan camat setempat turut serta dalam proses perhitungan elevasi.
“Saya minta agar saat pengerjaan elevasi dilakukan, Lurah atau Camat setempat jangan diam saja, tapi juga ikut perhitungan elevasi. Mau nanti pengerjaannya pakai statoon, theodolit, atau waterpass, mereka harus tahu,” katanya.
Keterlibatan Lurah dan Camat dalam Penanganan Banjir
Eri menekankan pentingnya keterlibatan lurah dan camat dalam penanganan banjir. Ia menyatakan bahwa selama ini ia tidak mungkin bisa mengatasi semua masalah sendirian.
“Saya nggak mungkin jadi wali kota terus. Sehingga saya ingin lurah dan camat juga paham jadi bisa meneruskan ke bawah. Kalau nggak gitu, mau ganti wali kota berapa kali pun, masalahnya akan tetap sama,” ujarnya.
Target Penyelesaian Proyek pada Oktober 2026
Pemkot Surabaya menargetkan penanganan banjir di kawasan Ketintang-Margorejo selesai pada Oktober 2026. Proyek ini mencakup pembuatan saluran baru dan perbaikan infrastruktur drainase di area tersebut.
Dengan inisiatif-inisiatif yang diambil oleh Wali Kota Eri Cahyadi, masyarakat Surabaya berharap dapat merasakan perubahan nyata dalam menghadapi musim hujan. Langkah-langkah yang diambil diharapkan mampu mengurangi risiko banjir dan meningkatkan kualitas hidup warga di wilayah tersebut.
Tantangan dan Harapan Masa Depan
Meski proyek ini menjanjikan solusi jangka panjang, masih ada tantangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah koordinasi antara pemerintah daerah dengan masyarakat setempat. Selain itu, diperlukan pendanaan yang cukup untuk memastikan proyek berjalan sesuai rencana.
Namun, dengan komitmen yang kuat dari pihak pemerintah, harapan besar terletak pada kemampuan Surabaya untuk menjadi kota yang lebih tangguh terhadap bencana alam seperti banjir.***

>

Saat ini belum ada komentar