Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » SERBA-SERBI » Koperasi Desa Merah Putih: Skema yang Dinilai Tidak Efektif untuk Perekonomian Desa

Koperasi Desa Merah Putih: Skema yang Dinilai Tidak Efektif untuk Perekonomian Desa

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Agrinas Pangan Nusantara, telah menjadi sorotan karena dinilai tidak efektif dalam mendorong perekonomian desa. Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat pedesaan dengan memberikan modal besar dan fasilitas operasional. Namun, sejumlah pengamat menilai skema yang digunakan justru berpotensi menciptakan masalah baru.

Direktur Eksekutif Center of Economics and Law Studies (CELIOS), Bhima Yudhistira, menyatakan bahwa konsep Kopdes Merah Putih memiliki beberapa kelemahan. Berdasarkan perhitungan lembaganya, setiap unit Kopdes hanya memiliki sisa dana sekitar Rp380 juta untuk pengadaan barang dagangan di toko. Angka tersebut jauh dari ideal jika dibandingkan dengan total pinjaman yang mencapai Rp3 miliar per unit.

“Dari total pinjaman Rp 3 miliar, sekitar Rp 2,5 miliar digunakan untuk bangunan dan pengadaan kendaraan pikap impor dari India. Setelah itu masih dipotong biaya operasional dan gaji, sehingga dana yang tersisa untuk mengisi barang di toko sangat sedikit,” ujar Bhima.

Masalah Kelayakan Bisnis dan Persaingan Tidak Sehat

Menurut Bhima, kondisi tersebut membuat kelayakan bisnis Kopdes menjadi bermasalah. Dengan modal kerja yang terbatas, koperasi akan sulit bersaing dan menjalankan usaha secara berkelanjutan. Selain itu, ia menilai keberadaan Kopdes Merah Putih justru berpotensi menciptakan perantara baru dalam rantai distribusi barang di desa.

Padahal salah satu tujuan program ini adalah memutus mata rantai tengkulak. Namun, menurut Bhima, Kopdes justru menciptakan middle man baru. Yang terjadi adalah persaingan tidak sehat karena kopdes mendapat keistimewaan, sementara agen dan warung sebagai penyalur barang berada di rantai paling ujung.

“Program ini juga berpotensi tidak efektif dan bahkan mengganggu program padat karya di desa seperti perbaikan irigasi maupun jalan desa. Efeknya, uang yang berputar di masyarakat desa menjadi terbatas dan bisa memicu penurunan pendapatan warga,” tambahnya.

Dampak pada Pelaku UMKM dan Masyarakat Desa

Bhima menambahkan bahwa kondisi tersebut dapat merugikan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di desa. Mereka harus bersaing langsung dengan koperasi yang memiliki dukungan fasilitas dan pembiayaan lebih besar. Praktik tersebut juga bisa memicu efek substitusi yang pada akhirnya merugikan masyarakat desa.

Aktivitas ekonomi lokal berpotensi terganggu karena perputaran uang menjadi lebih terbatas. Ini dapat mengurangi daya beli masyarakat dan menghambat pertumbuhan ekonomi desa.

Penyebab Utama Kegagalan Skema Kopdes Merah Putih

Salah satu penyebab utama kegagalan skema Kopdes Merah Putih adalah alokasi dana yang tidak proporsional. Mayoritas dana dialokasikan untuk pembangunan fisik dan pengadaan kendaraan, sementara dana untuk pengisian toko hanya sebagian kecil. Hal ini menyebabkan koperasi tidak memiliki cukup modal untuk menjalankan operasional secara efektif.

Selain itu, kurangnya perencanaan yang matang dan tidak adanya evaluasi berkala terhadap kinerja Kopdes Merah Putih juga menjadi faktor penting. Tanpa evaluasi yang baik, sulit untuk mengetahui apakah program ini benar-benar membawa manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Solusi yang Diperlukan

Untuk meningkatkan efektivitas Kopdes Merah Putih, diperlukan perubahan dalam skema pengelolaan dan alokasi dana. Fokus seharusnya lebih pada penguatan kapasitas usaha kecil dan menengah di desa, bukan hanya sekadar membangun infrastruktur. Selain itu, perlu ada mekanisme pengawasan yang ketat agar dana yang dialokasikan benar-benar digunakan sesuai dengan tujuan awal.

Pemerintah juga perlu melibatkan masyarakat desa dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Partisipasi aktif dari masyarakat akan memastikan bahwa program ini benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan harapan mereka.

Kopdes Merah Putih memiliki potensi untuk menjadi alat penguatan perekonomian desa, tetapi skema yang digunakan saat ini dinilai tidak efektif. Diperlukan evaluasi menyeluruh dan perubahan strategi agar program ini benar-benar memberikan dampak positif. Dengan langkah-langkah yang tepat, Kopdes Merah Putih dapat menjadi model sukses dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat pedesaan.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bukan Kipas Angin, Ini Penyebab Asam Urat dan Tanda-Tandanya

    Bukan Kipas Angin, Ini Penyebab Asam Urat dan Tanda-Tandanya

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 259
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gout adalah jenis arthritis peradangan yang terjadi akibat penumpukan kristal asam urat di dalam sendi. Keadaan ini memicu serangan nyeri tiba-tiba dan parah, sering kali diiringi dengan pembengkakan, kemerahan, serta sensasi panas pada daerah sendi yang terkena. Umumnya menyerang jari kaki, tetapi juga dapat memengaruhi sendi lain seperti lutut, pergelangan kaki, tangan, dan siku. […]

  • Tahun Ajaran Baru, SDN Ngagel Rejo 3 Dipenuhi Canda Tawa

    Tahun Ajaran Baru, SDN Ngagel Rejo 3 Dipenuhi Canda Tawa

    • calendar_month Senin, 15 Jul 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 566
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Tahun ajaran baru di SDN Ngagel Rejo 3 dipenuhi canda dan tawa dari para murid baru. Suasana semakin meriah dengan kehadiran kakak-kakak kelas dari kelas 2 hingga kelas 6 yang ikut menyambut. Orang tua wali murid, kebanyakan ibu-ibu, juga tampak ceria berbincang-bincang tentang liburan panjang anak-anak mereka. Dian, seorang wali murid, mengungkapkan kegembiraannya […]

  • Imigrasi Surabaya,

    Imigrasi Surabaya Perketat Pengawasan Orang Asing dengan Sistem Digital Terbaru

    • calendar_month Minggu, 14 Jun 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pengawasan terhadap keberadaan orang asing di wilayah Jawa Timur kini semakin diperkuat. Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya mengambil langkah strategis dengan memperkenalkan dan memaksimalkan penggunaan Aplikasi Pelaporan Orang Asing (APOA). Sistem ini dirancang untuk memberikan data yang akurat, cepat, dan real time. Sosialisasi “Kenali, Laporkan, Awasi” Dalam rangka memperkuat sistem pengawasan, Kantor […]

  • Dahlan Iskan: Rusaknya Media Dinilai Disebabkan ‘Framing’ Pemberitaan

    Dahlan Iskan: Rusaknya Media Dinilai Disebabkan ‘Framing’ Pemberitaan

    • calendar_month Senin, 30 Sep 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 225
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam era digital yang serba cepat, informasi menyebar dengan mudah dan cepat melalui berbagai platform media sosial. Namun, di balik kemudahan akses ini, terkadang kebenaran informasi menjadi terabaikan. Fenomena ini diungkapkan oleh Dahlan Iskan, mantan CEO Surat Kabar Jawa Pos, yang menyoroti maraknya penggunaan framing media untuk menyampaikan isu tertentu tanpa mengutamakan kebenaran. […]

  • KDKMP Desa Bangoan Rampung 100 Persen, Jadi Titik Kedua di Tulungagung yang Tuntas

    KDKMP Desa Bangoan Rampung 100 Persen, Jadi Titik Kedua di Tulungagung yang Tuntas

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 134
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Menyusul keberhasilan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Desa Pulosari, Kecamatan Ngunut, pembangunan KDKMP di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru, Kabupaten Tulungagung, kini resmi rampung 100 persen, Kamis (29/01/2026). Progres pembangunan KDKMP Desa Bangoan telah dinyatakan selesai dan terverifikasi melalui portal Agrinas, yang merupakan sistem pemantauan resmi pembangunan KDKMP. Dengan capaian tersebut, KDKMP […]

  • Pemkab Sidoarjo Gelar Musik Festival Gratis, Peringati Harjasda ke-166

    Pemkab Sidoarjo Gelar Musik Festival Gratis, Peringati Harjasda ke-166

    • calendar_month Sabtu, 22 Feb 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 356
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Sidoarjo (Harjasda) ke-166, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar hiburan bagi masyarakat berupa Musik Festival di Mal Pelayanan Publik (MPP) Lingkar Timur pada Jumat (21/2/2025). Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Sidoarjo Mimik Idayana, Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo Sriatun Subandi, Sekda Sidoarjo, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Sidoarjo.   […]

expand_less