Warga Surabaya Mengeluhkan Proses Lelang Aset yang Tidak Transparan ke DPRD
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Seorang warga di wilayah Gunung Anyar, Kota Surabaya, mengeluhkan proses lelang aset yang dinilai tidak adil dan tidak transparan. Pengaduan ini disampaikan langsung kepada Wakil Ketua DPRD Surabaya Arif Fathoni, yang dikenal sebagai sosok yang aktif dalam menangani isu-isu masyarakat.
Pengaduan dari Warga yang Terlibat dalam Pinjaman
Warga tersebut, yang bernama Moh Seger, menjelaskan bahwa dirinya pernah melakukan pinjaman sebesar Rp150 juta untuk modal usaha. Namun, karena kondisi bisnis yang menurun, ia mengalami kesulitan dalam membayar angsuran pinjaman tersebut. Akibatnya, tunggakan terus menumpuk hingga akhirnya memicu proses lelang terhadap aset yang dijaminkan.
“Kami merasa proses lelang ini tidak sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujar Moh Seger. Ia menilai bahwa lelang yang dilakukan oleh pihak bank telah memiliki pemenang sejak awal, sehingga prosesnya tidak objektif.
Tanggapan dari Wakil Ketua DPRD Surabaya
Arif Fathoni, yang akrab disapa Mas Toni, menyatakan bahwa pihaknya akan segera mendalami seluruh proses lelang yang terjadi. Ia menekankan pentingnya keadilan bagi masyarakat dan memastikan bahwa setiap proses eksekusi jaminan, termasuk melalui mekanisme lelang, dilakukan secara transparan dan akuntabel.
“Kami akan memastikan apakah proses lelang tersebut sudah sesuai dengan aturan atau belum. Prinsip utamanya adalah keadilan bagi masyarakat,” ujar Arif.
Langkah DPRD Surabaya dalam Menangani Isu Ini
Sebagai bagian dari fungsi pengawasan, DPRD Surabaya berencana memanggil pihak-pihak terkait, termasuk Bank Perkreditan Rakyat dan instansi yang berwenang dalam pelaksanaan lelang. Tujuannya adalah untuk mendapatkan penjelasan komprehensif mengenai proses yang dilakukan.
Selain itu, laporan tersebut akan didisposisikan ke Komisi B DPRD Surabaya agar dapat ditindaklanjuti secara lebih teknis sesuai bidangnya. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa masalah ini tidak hanya menjadi keluhan semata, tetapi juga mendapat solusi nyata.
Pentingnya Transparansi dalam Proses Lelang
Arif Fathoni menekankan bahwa transparansi dan komunikasi yang baik antara pihak bank dan debitur sangat penting dalam proses lelang. Ia menegaskan bahwa setiap pihak harus diberi ruang untuk menyampaikan pendapat dan mengekspresikan kekhawatiran mereka.
“Proses lelang tidak boleh hanya dianggap sebagai cara untuk mengambil aset, tetapi juga harus menjadi sarana untuk menyelesaikan masalah secara adil dan manusiawi,” tegasnya.
Masa Depan Proses Lelang di Surabaya
Isu ini menjadi momentum penting bagi DPRD Surabaya untuk memperkuat pengawasan terhadap proses lelang yang dilakukan oleh lembaga keuangan. Dengan adanya langkah-langkah yang lebih proaktif dan transparan, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman dan percaya pada sistem keuangan yang ada.
Tidak hanya itu, kebijakan ini juga bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam menghadapi masalah serupa. Dengan pendekatan yang lebih inklusif dan adil, masyarakat akan lebih mudah memahami dan menerima proses lelang yang dilakukan oleh pihak bank.***

>
>
Saat ini belum ada komentar