Anggaran Pemuda Surabaya: Fokus pada Literasi dan UMKM
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya terus memperkuat komitmen untuk menjadikan generasi muda sebagai motor penggerak pembangunan. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah alokasi anggaran kepemudaan sebesar Rp5 juta per RW. Langkah ini diharapkan mampu memberdayakan pemuda dalam berbagai aspek, khususnya literasi digital dan penguatan ekonomi kreatif.
Investasi untuk Generasi Muda
Anggaran yang dialokasikan bukan sekadar bantuan finansial, melainkan investasi strategis untuk membentengi pemuda dari tantangan informasi yang semakin kompleks. Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni, menegaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk pelatihan dan peningkatan keterampilan, bukan modal tunai untuk usaha baru.
“Tujuan utamanya adalah meningkatkan skill dan pengalaman anak muda. Daripada menggunakan gadget untuk hal-hal negatif, lebih baik diarahkan ke hal positif seperti pelatihan digital marketing dan branding,” ujarnya.
Tantangan Teknologi Masa Depan
Arif Fathoni menyoroti tantangan teknologi masa depan, khususnya kehadiran Kecerdasan Buatan (AI) yang bisa menjadi pisau bermata dua. Di satu sisi, AI dapat mempermudah pekerjaan, tetapi di sisi lain, potensi disalahgunakannya bisa menjadi alat manipulasi konten yang masif.
“Kita harus memastikan anak muda memiliki literasi digital yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh hoaks atau informasi palsu,” tambahnya.
Transformasi Karang Taruna
Program ini juga bertujuan untuk mengubah Karang Taruna di setiap RW menjadi agen kebenaran atau duta informasi yang akurat. Dengan demikian, kesadaran kolektif warga, terutama anak muda, akan tumbuh untuk melakukan verifikasi informasi sebelum menyebarkannya.
“Harapan kami, lewat pelatihan-pelatihan ini tumbuh kesadaran kolektif warga, terutama anak muda, untuk ‘saring sebelum sharing’,” jelasnya.
Penguatan UMKM Lokal
Fokus utama dari pelatihan ini adalah digital marketing dan digital branding. Dengan menghadirkan para pakar di bidangnya, pemuda di setiap RW diharapkan mampu mendampingi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal agar produk mereka bisa bersaing di pasar digital atau e-commerce.
“Anak muda sekarang tidak bisa lepas dari gadget. Daripada dipakai untuk pinjol atau judi online, lebih baik diarahkan ke hal positif,” tegas politisi Fraksi Golkar tersebut.
Peran Pemuda dalam Pembangunan
Dalam konteks yang lebih luas, program ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan daerah. Dengan memberikan akses pendidikan dan pelatihan, generasi muda diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi positif bagi masyarakat.
Selain itu, program ini juga menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika sosial dan ekonomi yang semakin cepat. Dengan keterampilan digital yang mumpuni, pemuda Surabaya diharapkan mampu bersaing di pasar global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal.
Alokasi anggaran Rp5 juta per RW untuk kegiatan kepemudaan di Surabaya merupakan langkah penting dalam membangun masa depan yang lebih baik. Dengan fokus pada literasi digital dan penguatan UMKM, program ini tidak hanya memberdayakan pemuda, tetapi juga menciptakan fondasi yang kuat untuk pertumbuhan ekonomi dan sosial di tingkat masyarakat.***

>

Saat ini belum ada komentar