Demonstrasi Besar-besaran Mahasiswa Surabaya Hari Ini
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Rabu, 17 Jun 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Demonstrasi besar-besaran oleh mahasiswa di Kota Surabaya, Jawa Timur, kembali memicu perhatian publik. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk keberpihakan terhadap isu-isu yang dianggap merugikan rakyat, seperti ekonomi, lingkungan, dan hak asasi manusia. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai aksi yang digelar dan tuntutan-tuntutan yang disampaikan.
Mahasiswa Menyuarakan Kepentingan Rakyat
Aksi yang dilakukan oleh Aliansi BEM Surabaya (ABS) merupakan wujud dari tanggung jawab moral mahasiswa dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap kebijakan pemerintah. Nasrawi Ibnu Dahlan, Koordinator Umum ABS, menyatakan bahwa aksi ini dilakukan karena mahasiswa tidak bisa diam ketika rakyat semakin terhimpit oleh berbagai masalah.
“Mahasiswa tidak boleh diam ketika rakyat semakin terhimpit oleh berbagai persoalan ekonomi, demokrasi, lingkungan, dan hak asasi manusia. Aksi ini adalah bentuk keberpihakan kami kepada kepentingan rakyat serta upaya menjaga cita-cita reformasi agar tidak terus mengalami kemunduran,” ujar Nasrawi.
7 Tuntutan Utama Aliansi BEM Surabaya
Aliansi BEM Surabaya menyampaikan tujuh tuntutan utama dalam aksinya, antara lain:
- Menuntut pemerintah segera menurunkan harga BBM demi menstabilkan harga bahan pokok dan meringankan beban ekonomi rakyat kecil.
- Mendesak pemerintah mengambil langkah taktis menyelamatkan nilai tukar rupiah yang merosot, sekaligus menuntut pencopotan menteri atau pejabat yang gagal mengelola negara.
- Mendesak DPR RI segera mengesahkan RUU Perampasan Aset untuk memiskinkan koruptor, menolak bangkitnya militerisme dan dwifungsi aparat, serta menuntut pencabutan UU TNI dan UU Polri.
- Menolak eksploitasi lingkungan berkedok Proyek Strategis Nasional (PSN), khususnya proyek SWL Surabaya, serta menuntut negara melindungi hak tanah adat masyarakat Papua dari oligarki.
- Mendesak pemerintah pusat dan daerah memulihkan ekosistem yang rusak akibat eksploitasi yang merugikan komoditas lokal dan mata pencaharian petani.
- Menuntut evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan KDMP, serta sistem mitigasi dan penyaluran bantuan yang transparan, tepat sasaran, dan bebas korupsi.
- Mengecam segala bentuk pelanggaran HAM dan upaya pembungkaman terhadap masyarakat sipil.
BEM Unair Turut Menyuarakan Perubahan
Selain Aliansi BEM Surabaya, BEM dan Aliansi Mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) juga turut melakukan aksi serupa. Presiden BEM Unair, M Rizqi Senja Virawan, menjelaskan bahwa aksi ini merupakan inisiasi mahasiswa Unair untuk mendesak pemerintah menghentikan sejumlah program nasional yang dinilai tidak efektif dan membebani APBN.
Rizqi menyebut pihaknya telah melakukan kajian dan menyusun setidaknya 16 tuntutan untuk disampaikan dalam aksi tersebut. Dari belasan tuntutan itu, ada dua tuntutan utama yang menjadi fokus aksi.
16 Poin Tuntutan Lengkap BEM Unair
Berikut adalah 16 poin tuntutan yang diajukan oleh BEM Unair:
- Menuntut penguatan integritas dan independensi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
- Mendesak percepatan pembahasan dan pengesahan Rancangan Undang-undang (RUU) Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat.
- Menolak militerisme dan mendesak pengembalian militer pada fungsi pertahanan negara sesuai prinsip supremasi sipil.
- Menghentikan budaya antikritik dan menjamin kebebasan berekspresi dalam kehidupan demokrasi.
- Mengusut tuntas dugaan korupsi dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang melibatkan pejabat pemerintahan.
- Mengusut tuntas kasus penerbitan Izin Usaha Pertambangan (IUP) palsu yang melibatkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
- Menghentikan proyek-proyek ekstraktif yang merusak ruang hidup masyarakat serta memulihkan ekosistem yang telah mengalami kerusakan.
- Menghentikan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
- Menuntut permintaan maaf kepada rakyat serta evaluasi total terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran.
- Membebaskan seluruh tahanan politik tanpa syarat.
- Mengembalikan independensi Bank Indonesia dengan mengutamakan kompetensi dan keahlian moneter dalam struktur kepemimpinannya.
- Menghentikan segala bentuk tindakan represif aparat terhadap masyarakat sipil.
- Menjamin kesejahteraan tenaga pendidik, tenaga kependidikan, serta tenaga kesehatan.
- Menuntut pemerataan akses dan fasilitas kesehatan serta pendidikan, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
- Menghentikan praktik eksploitasi buruh serta segala bentuk diskriminasi gender di dunia kerja.
- Menghentikan segala bentuk represivitas terhadap pers dan menjamin kebebasan pers sebagai pilar demokrasi.
Aksi Berlangsung Maraton di Berbagai Kota
Demonstrasi yang dilakukan oleh mahasiswa tidak hanya terjadi di Surabaya, tetapi juga berlangsung maraton di sejumlah kota sejak setidaknya pekan lalu. Contohnya di Jakarta, Bandung, Solo, Medan, dan Makassar. Tuntutan yang disampaikan secara garis besar hampir sama, yakni soal kondisi keuangan negara yang memburuk hingga stop militerisasi di ranah sipil.***

>

Saat ini belum ada komentar