BMKG: Aktivitas Sesar Tarera Aiduna Picu Gempa Dangkal di Papua
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 50 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Gempa bumi tektonik dangkal dengan kekuatan 4,8 skala Richter mengguncang wilayah Kaimana, Papua Barat. Peristiwa ini terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026, pukul 11.04 WIB. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi ini dipicu oleh aktivitas Sesar Tarera Aiduna.
Lokasi dan Kedalaman Gempa
Episenter gempa berada di laut, dengan koordinat 4,01° LS dan 134,00° BT. Pusat gempa terletak sekitar 50 kilometer dari arah tenggara Kaimana, dengan kedalaman hiposentrum sekitar 24 kilometer. Hal ini menunjukkan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal.
Mekanisme Sumber dan Intensitas Guncangan
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki pergerakan geser atau strike-slip. Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), intensitas getaran di Kaimana mencapai skala IV-V MMI, sehingga hampir semua penduduk merasakan guncangan cukup kuat hingga menyebabkan banyak orang terbangun dari tidur.
Di Kota Kaimana sendiri, intensitas guncangan mencapai skala III-IV MMI, sedangkan di daerah seperti Kota Rasiei, Kota Dobo, Kota Bintuni, dan Kota Nabire, intensitasnya berkisar antara II MMI, yaitu getaran dirasakan oleh beberapa orang dan membuat benda-benda ringan bergoyang.
Tidak Ada Potensi Tsunami
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pemodelan matematis, gempa bumi ini tidak memiliki potensi menimbulkan tsunami. Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan bangunan maupun fasilitas publik akibat gempa tersebut.
Imbauan kepada Masyarakat
Meski belum ada tanda-tanda aktivitas gempa susulan (aftershock), masyarakat diimbau tetap tenang dan menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. BMKG juga terus memantau situasi secara real-time untuk memastikan keamanan masyarakat setempat.
Analisis dan Rekomendasi
Gempa bumi yang terjadi kali ini menjadi pengingat penting tentang risiko seismik di wilayah Papua. Wilayah ini dikenal memiliki jalur sesar aktif yang dapat memicu gempa bumi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk selalu waspada dan memahami langkah-langkah keselamatan dalam menghadapi bencana alam.
Poin Penting yang Harus Diketahui
- Gempa bumi terjadi akibat aktivitas Sesar Tarera Aiduna.
- Lokasi episenter berada di laut, jauh dari permukiman.
- Tidak ada potensi tsunami, tetapi masyarakat diminta tetap waspada.
- Guncangan dirasakan hingga beberapa kota di sekitar Kaimana.
- BMKG terus memantau situasi dan memberikan informasi terkini.

>
>

Saat ini belum ada komentar