Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » Cap Tangan Merah di Kain Putih, Jeritan Hati Warga Tambakasri Terdampak Normalisasi Sungai

Cap Tangan Merah di Kain Putih, Jeritan Hati Warga Tambakasri Terdampak Normalisasi Sungai

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Ratusan warga RW 06 Tambakasri, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan Krembangan, Surabaya, yang tergabung dalam “Satu Komando Bersama Aliansi Warga Terdampak Normalisasi Sungai Surabaya”, menggelar aksi silaturahmi damai di sepanjang stren Kali Kalianak, Minggu (1/2/2026).

Aksi berlangsung tertib dan tanpa anarkis. Warga membawa poster dan banner bernada tegas, salah satunya bertuliskan “Walikotaku, Ayo Rembukan Karo Warga Terdampak” sebagai bentuk desakan agar pemerintah membuka ruang dialog terbuka.

Yang menarik, sebagai penutup aksi, ratusan warga secara bergantian membubuhkan cap tangan berwarna merah menyerupai darah di atas kain putih sepanjang 30 meter dan dipasang di sepanjang sungai Kalianak. Aksi simbolik itu dimaknai sebagai petisi perlawanan damai atas kebijakan normalisasi sungai yang dinilai belum berpihak kepada warga.

10 RT Terancam, Ratusan Rumah Terdampak

Ketua Aliansi Warga Terdampak Normalisasi Sungai Surabaya, Sumariyono, menjelaskan bahwa aksi tersebut merupakan mimbar bebas warga dari 10 RT terdampak di RW 06 Tambakasri.

WhatsApp Image 2026 02 01 at 171544 820098195

 

“Ini aksi silaturahmi warga terdampak. Warga sepuluh RT datang untuk menyampaikan aspirasi secara sehat, tertib, dan satu komando. Kami tetap semangat memperjuangkan hak warga,” tegas Sumariyono.

Ia memaparkan, dari total 36 RT di RW 06, awalnya terdapat 11 RT terdampak, namun satu RT dinyatakan memungkinkan sehingga kini tersisa 10 RT yang masih terancam normalisasi.

Adapun RT terdampak tersebut meliputi RT 09, RT 10, RT 11, RT 31, RT 27, RT 28, RT 32, RT 03, RT 26, RT 25, dan RT 24 yang lokasinya berbatasan langsung dengan tol dan alur Kali Kalianak.

“Di sisi kiri saja ada sekitar 380 rumah terdampak, belum sisi kanan. Di wilayah ini rumahnya padat, kecil-kecil. Ini bukan soal jiwa, tapi rumah warga yang terancam,” ungkapnya.

 

Cap Tangan Darah: Petisi Perlawanan Damai

Sumariyono menegaskan, cap tangan merah tersebut merupakan tanda kesepakatan dan petisi kolektif warga untuk memperjuangkan satu tuntutan utama: lebar maksimal normalisasi sungai 8 meter.

“Cap tangan ini simbol semangat perjuangan. Kami punya landasan hukum yang jelas, bukan liar. Ada aturan BKD Jawa Timur maksimal 8 meter, ada juga dari Dinas PU Provinsi. Data kami lengkap,” jelasnya.

Ia menambahkan, petisi itu juga diperkuat dukungan dari 36 RT di RW 06, Ketua RW 06 Tambakasri Karnoto, serta LKMK Morokrembangan.

“Ini bukan aksi anarkis. Ini pesan ke Wali Kota Surabaya agar tetap konsisten pada arahan beliau sendiri, bahwa normalisasi cukup maksimal 8 meter,” tandasnya.

BBWS Jatim dan Pemkot Dinilai Abai Dialog

Sumariyono juga mengkritik keras ketidakhadiran BBWS Jawa Timur dan Pemkot Surabaya dalam sejumlah forum resmi pembahasan warga terdampak.

Ia mengungkapkan, dalam hearing DPRD Surabaya pada 30 September 2025, pihak BBWS tidak hadir. Rapat lanjutan yang dijanjikan hingga kini tak kunjung terealisasi.

“Kami lanjut ke DPRD Provinsi, Komisi D. Yang hadir hanya BBWS dan PU Provinsi. Dari Pemkot Surabaya tidak ada. Ini yang membuat tidak ada titik temu,” katanya.

Yang terakhir, pertemuan di Dinas PU Kota Surabaya pada 21 Januari 2026 juga tidak menghasilkan keputusan karena tidak ada wasit yang memediasi kepentingan warga dan pemerintah.

“Ini bukan konflik, tapi belum ada titik temu. Harusnya ada wasit di tengah. Kalau tidak, hasilnya ya mentok,” ujarnya.

Tuntutan Tegas Warga

Aliansi Warga Terdampak menegaskan satu tuntutan utama kepada BBWS Jawa Timur dan Pemkot Surabaya, yakni:

Normalisasi Kali Kalianak maksimal 8 meter, tidak lebih.

“Warga itu simpel. Jangan kesana-kemari. Fokus saja. Lebar sungai 8 meter, selesai. Baru setelah itu dibicarakan dampaknya,” pungkas Sumariyono.

Warga Tolak Normalisasi 18 Meter

Penolakan warga juga diperkuat oleh kesaksian Edi, warga asli Tambakasri yang telah tinggal di kawasan tersebut selama lebih dari 40 tahun.

“Saya tinggal di sini sejak umur 3 tahun, sekarang 48. Batas sungai itu saya tahu persis. Aslinya tidak pernah sampai 18 meter,” kata Edi.

Ia menyebut, jarak tembok rumah ke sungai hanya sekitar 1,5 hingga 2 meter, sehingga rencana pelebaran hingga 18 meter dinilai tidak masuk akal dan berpotensi menghilangkan kampung warga.

“Kalau 18 meter, aslinya saja tidak segitu. Ini kampung lama, bukan lahan kosong,” tegasnya. (dk/nw)

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • persela lamongan

    Persela Lamongan Mengamankan Kemenangan dalam Derbi Jawa TimurV

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 292
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persela Lamongan berhasil mengalahkan Deltras FC dalam pertandingan derbi Jawa Timur yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Pertandingan ini menjadi momen penting bagi Laskar Joko Tingkir, karena kemenangan ini memastikan mereka naik ke puncak klasemen grup timur Pegadaian Championship. Gol dan Performa Kunci Pertandingan dimulai dengan gol cepat dari Beto Goncalves pada menit […]

  • Fenomena Motor Mbrebet Menggemparkan Warga Gresik

    Fenomena Motor Mbrebet Menggemparkan Warga Gresik

    • calendar_month Selasa, 28 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 247
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sejumlah pemilik kendaraan bermotor di Kabupaten Gresik mengeluhkan masalah serius yang terjadi pada mesin kendaraan mereka. Masalah ini dikenal dengan sebutan “mbrebet”, yaitu kondisi mesin motor yang tidak lancar, bahkan mati mendadak saat digunakan. Kejadian ini diduga berkaitan dengan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Keluhan Pemilik Motor di Gresik Salah satu warga […]

  • Inisiatif Pemkot Surabaya untuk Membangun Hunian Terjangkau bagi Generasi Z

    Inisiatif Pemkot Surabaya untuk Membangun Hunian Terjangkau bagi Generasi Z

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 64
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan solusi perumahan yang layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Salah satu inisiatif terbaru adalah pengembangan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) yang dirancang khusus untuk Generasi Z dan pasangan muda dengan kondisi finansial terbatas. Tujuan Utama Rusunami Rusunami merupakan bentuk alternatif perumahan yang lebih terjangkau dibandingkan dengan […]

  • Perpindahan N’Golo Kante ke Fenerbahce: Sejarah, Alasan, dan Dampak

    Perpindahan N’Golo Kante ke Fenerbahce: Sejarah, Alasan, dan Dampak

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 194
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perpindahan pemain sepak bola legendaris N’Golo Kante dari Al-Ittihad ke Fenerbahce menjadi salah satu berita terbesar dalam dunia sepak bola. Pemain asal Prancis ini, yang sebelumnya memperkuat Chelsea dan Leicester City, kini resmi bergabung dengan klub Turki setelah proses transfer yang penuh liku-liku. Latar Belakang Karier N’Golo Kante N’Golo Kante, yang kini berusia 34 […]

  • Jadwal Pelayaran Kapal Laut Rute Lombok-Surabaya pada 13-19 April 2026

    Jadwal Pelayaran Kapal Laut Rute Lombok-Surabaya pada 13-19 April 2026

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 81
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pelayaran laut antara Lombok dan Surabaya menjadi salah satu jalur transportasi penting di Indonesia, khususnya untuk masyarakat yang tinggal di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Jawa Timur. Pada pekan ini, rute tersebut dilayani oleh tiga kapal milik PT Dharma Lautan Utama (DLU), yaitu KM Kirana 7, KM Dharma Kencana, dan KM Dharma Kartika 5. […]

  • Wapres Mengapresiasi Gerakan Sosial Ferry Irwandi

    Wapres Mengapresiasi Gerakan Sosial Ferry Irwandi dan Rekan Bantu Korban Sumatra

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 223
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Gerakan sosial masyarakat yang muncul sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatra menarik perhatian publik. Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming memberikan apresiasi terhadap aksi nyata yang dilakukan oleh berbagai lembaga sosial, komunitas, hingga individu seperti Ferry Irwandi, Praz Teguh, dan Willie Salim. “Gerakan warga bantu warga seperti yang dilakukan […]

expand_less