Pendidikan Nasional di Tengah Perubahan: Fokus pada Karakter dan Kesadaran Hukum
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

(ilustrasi)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
dIAGRAMKOTA.COM – Pendidikan tidak hanya tentang memperluas akses, tetapi juga membentuk manusia yang utuh. Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan masyarakat, pentingnya pendidikan karakter dan kesadaran hukum semakin terasa. Dewan Pendidikan Surabaya menegaskan bahwa pendidikan modern harus mampu melahirkan generasi yang berkualitas, bertanggung jawab, serta memiliki kesadaran akan keselamatan diri dan lingkungan.
Peran Pendidikan dalam Membentuk Generasi Berkarakter
Menurut Anggota Dewan Pendidikan Kota Surabaya, Sukma Sahadewa, pendidikan tidak cukup hanya berupa proses belajar mengajar di ruang kelas. Ia menjelaskan bahwa pendidikan seharusnya menjadi sistem yang membentuk manusia secara menyeluruh, baik dari segi intelektual, sosial, emosional, maupun kesadaran hukum. “Pendidikan tidak cukup dimaknai sebagai proses belajar mengajar di ruang kelas, tetapi harus dilihat sebagai sistem yang membentuk manusia secara utuh,” ujarnya.
Sukma menilai tantangan pendidikan saat ini lebih kompleks daripada sebelumnya. Masalah seperti penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar SMP, misalnya, menjadi salah satu isu yang masih menjadi perhatian. Meski sudah ada regulasi yang melarang siswa SMP membawa kendaraan bermotor ke sekolah, tindakan ini masih sering terjadi. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis regulasi saja belum cukup tanpa adanya pembentukan kesadaran dan pendidikan karakter yang konsisten.
Keterlibatan Orang Tua dan Sekolah dalam Pembentukan Karakter
Sukma menekankan bahwa orang tua memiliki peran penting dalam pengawasan anak. Penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar kerap terjadi karena adanya izin atau kurangnya pengawasan dari keluarga. Oleh karena itu, ia menyarankan agar orang tua lebih aktif dalam memberikan arahan dan pengawasan terhadap perilaku anak.
Selain itu, sekolah juga dinilai perlu memperkuat pendidikan karakter melalui berbagai cara, seperti pembiasaan disiplin, pengawasan kendaraan siswa, serta edukasi keselamatan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, siswa dapat tumbuh menjadi individu yang lebih bertanggung jawab dan sadar akan risiko yang mungkin terjadi.
Kolaborasi antara Pemerintah dan Stakeholder
Untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih aman dan bermakna, pemerintah daerah didorong untuk memperluas program edukasi keselamatan melalui kolaborasi dengan kepolisian dan kampanye kesadaran hukum bagi pelajar. Menurut Sukma, pendidikan modern tidak hanya berorientasi pada pengetahuan akademik, tetapi juga kemampuan mengambil keputusan secara bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menambahkan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 harus menjadi pengingat bahwa pendidikan perlu membentuk generasi yang cerdas, berkarakter, serta memiliki kesadaran terhadap keselamatan diri dan lingkungan. “Pendidikan yang baik bukan hanya yang mencerdaskan, tetapi juga yang melindungi generasi bangsa,” ujarnya.
Tantangan dan Solusi dalam Sistem Pendidikan
Dalam konteks yang lebih luas, sistem pendidikan nasional menghadapi tantangan yang kompleks. Meskipun akses pendidikan meningkat, masalah seperti penggunaan kendaraan bermotor oleh pelajar SMP, pengaruh digitalisasi, dan kurangnya kesadaran hukum tetap menjadi pekerjaan rumah. Untuk itu, diperlukan solusi yang holistik dan berkelanjutan, termasuk penguatan pendidikan karakter di tingkat keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Dewan Pendidikan Surabaya menekankan bahwa pendidikan harus menjadi alat untuk membentuk manusia yang utuh, bukan hanya sekadar menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah. Dengan fokus pada karakter, kesadaran hukum, dan keselamatan, pendidikan nasional dapat lebih efektif dalam menciptakan generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan.***
- Penulis: Diagram Kota

>

Saat ini belum ada komentar