Berita Terkini Gempa Bumi Mengguncang Wilayah Indonesia, Satgas Damai Cartenz Dan KKB di Yahukimo
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 20 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Beberapa wilayah di Indonesia kembali mengalami gempa bumi dengan kekuatan beragam. Pada 16 April 2026, gempa bumi dengan magnitudo 3.1 mengguncang pesisir barat Lampung. Di wilayah Sulawesi Utara, gempa bumi dengan magnitudo 3.9 terjadi di Melonguane, sementara Ternate dan Bitung juga mencatatkan gempa bumi dengan magnitudo 3.1 dan 3.0 masing-masing. Di Maluku Utara, gempa bumi dengan magnitudo 3.0 terjadi di Jailolo dan Nias Ternate. Meski gempa tidak menimbulkan kerusakan besar, situasi ini memicu perhatian dari masyarakat dan aparat setempat.
Gempa bumi yang terjadi di berbagai daerah menjadi pengingat pentingnya kesiapan masyarakat dan pemerintah dalam menghadapi bencana alam. Selain itu, kondisi geografis Indonesia yang rawan gempa membuat pentingnya peningkatan kesadaran akan risiko bencana dan tindakan pencegahan.
Kontak Tembak di Yahukimo, Situasi Dikendalikan
Di wilayah Papua Pegunungan, khususnya di Kabupaten Yahukimo, terjadi kontak tembak antara Satgas Operasi Damai Cartenz dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo. Peristiwa ini terjadi pada Rabu (15/4/2026) di Kampung Samboga, Distrik Seredala, saat tim gabungan melakukan patroli rutin.
Awalnya, tim gabungan yang terdiri dari Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 dan Polres Yahukimo mendapat serangan dari arah KKB. Serangan tersebut menyebabkan kendaraan taktis milik personel terkena tembakan. Sebagai respons, personil satgas damai cartenz melakukan tembakan balasan. Situasi kembali memanas ketika KKB melepaskan tembakan dari dua arah berbeda, yaitu sisi kanan dan kiri jalan. Tim gabungan kembali membalas tembakan, sementara dari hutan terdengar teriakan yang menunjukkan keberadaan kelompok bersenjata.
Selain itu, tim gabungan menemukan adanya pemalangan jalan menggunakan pepohonan yang sempat menghambat akses menuju Kampung Samboga. Berdasarkan penyelidikan, ditemukan satu orang anggota KKB bersenjata di sekitar lokasi kejadian.
Setelah situasi mereda, tim gabungan melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP) dan menemukan beberapa barang bukti, seperti satu pasang sepatu Boat berwarna hitam, satu buah stripper clip atau alat pengisi amunisi, satu bilah sangkur, satu baju kaos berwarna hitam, lima bungkus rokok tembakau, satu unit telepon genggam, satu tas noken berwarna merah hijau hitam, dan satu buah charger handphone.
Upaya Penegakan Hukum dan Stabilitas Keamanan
Satgas Damai Cartenz saat ini melakukan penyelidikan, pendalaman, dan langkah-langkah terukur terkait keterlibatan para pelaku kejahatan dari kelompok KKB yang terlibat dalam aksi-aksi yang berpotensi mengganggu Kamtibmas dan meresahkan masyarakat. Menurut informasi, kelompok KKB Kodap XVI Yahukimo diduga telah merencanakan aksi gangguan keamanan di wilayah Dekai usai melaksanakan ritual adat bakar batu pada 11 April 2026.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan patroli serta penegakan hukum secara terukur guna menjaga stabilitas keamanan di Papua. “Operasi ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk menekan aksi kelompok bersenjata serta melindungi masyarakat,” ujarnya.
Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa pihaknya terus mengedepankan pendekatan profesional dan terukur dalam setiap pelaksanaan operasi di lapangan. “Kami mengedepankan langkah preventif dan preemtif, serta memastikan setiap tindakan di lapangan dilakukan sesuai prosedur dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat sipil,” jelasnya.
Pentingnya Sinergi Antara Aparat dan Masyarakat
Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz-2026 AKBP Andria, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya terus memastikan penyampaian informasi kepada publik dilakukan secara akurat dan tidak menimbulkan keresahan. “Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Percayakan sepenuhnya kepada aparat dalam menangani situasi di lapangan, serta bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat sangat dibutuhkan dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah rawan seperti Yahukimo.

>
>
Saat ini belum ada komentar