Peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni: Presiden Prabowo Jadi Inspektur Upacara, Semua Mantan Kepala Negara Diundang
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 8 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni menjadi momen penting dalam rangka memperingati nilai-nilai luhur bangsa. Tahun ini, peringatan tersebut akan digelar dengan berbagai kegiatan yang melibatkan tokoh-tokoh nasional dan masyarakat luas.
Presiden Prabowo Subianto Jadi Inspektur Upacara
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan menjadi inspektur upacara dalam perayaan Hari Lahir Pancasila yang akan digelar di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan bangsa.
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, menyampaikan bahwa acara ini merupakan momentum penting untuk mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya para pemuda, untuk menjadikan Pancasila sebagai living ideology atau nilai-nilai yang hidup dalam kehidupan sehari-hari.
Semua Mantan Presiden dan Wakil Presiden Diundang
BPIP juga akan mengundang semua mantan Presiden dan Wakil Presiden untuk hadir dalam upacara tersebut. Dalam keterangannya, Sekretaris Utama BPIP, Tonny Agung Arifianto, menjelaskan bahwa undangan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun gotong royong dan kolaborasi antar semua pihak.
“Kami mengundang semua Presiden maupun Wakil Presiden. Nanti kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir akan kami sampaikan kepada media,” ujarnya.
Keterbatasan Tempat Menjadi Kendala
Meski undangan diberikan kepada banyak tokoh, jumlah tamu yang diundang dibatasi karena keterbatasan tempat. Tonny menyebutkan bahwa terdapat sekitar 405 undangan yang disiapkan untuk acara tersebut. Undangan tersebut mencakup pejabat tinggi negara, perwakilan agama, serta tokoh-tokoh lainnya.
Kegiatan Sosial untuk Libatkan Masyarakat
Selain upacara, BPIP juga akan menyelenggarakan bakti sosial pada hari Minggu (31 Mei). Kegiatan ini akan mencakup pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, pasar murah, dan berbagai aktivitas lainnya yang bisa diikuti oleh masyarakat.
“Tujuannya adalah agar masyarakat bisa ikut serta dalam merayakan Hari Lahir Pancasila, meskipun tidak bisa hadir secara langsung di upacara utama,” ujarnya.
Siaran Langsung Upacara untuk Masyarakat
BPIP meminta maaf atas keterbatasan partisipasi masyarakat dalam acara utama. Namun, upacara tersebut akan disiarkan secara langsung melalui berbagai saluran media, termasuk televisi nasional dan media sosial. Hal ini dimaksudkan agar masyarakat tetap bisa menyaksikan dan turut merayakan peringatan Hari Lahir Pancasila.
Ajakan untuk Menyemarakkan Melalui Media Sosial
Yudian Wahyudi mengajak masyarakat untuk ikut menyemarakkan peringatan Hari Lahir Pancasila melalui media sosial. Ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya sebagai teks dalam buku sejarah.
“Jangan biarkan nilai-nilai luhur Pancasila hanya menjadi tulisan di dinding atau teks dalam buku sejarah. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan terus hidup,” ujarnya.
Pancasila Sebagai Ideologi Hidup
Dalam kesempatan ini, BPIP menekankan bahwa Pancasila harus menjadi ideologi yang hidup dan dihayati oleh seluruh rakyat Indonesia. Nilai-nilai seperti persatuan, toleransi, gotong royong, dan cinta tanah air harus terus dilestarikan dan diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.***

>

Saat ini belum ada komentar