Armuji: Transformasi Domino, Dari Hiburan Rendah Hingga Olahraga Pikiran yang Profesional
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Permainan domino, yang selama ini dikenal sebagai aktivitas hiburan di pos ronda atau tempat berkumpul masyarakat, kini mengalami transformasi signifikan. Kini, domino tidak lagi sekadar permainan sederhana, tetapi telah menjadi cabang olahraga pikiran yang memiliki struktur organisasi yang jelas dan standar kompetisi yang profesional.
Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji, menegaskan bahwa domino kini memiliki legitimasi kuat sebagai olahraga yang dapat dipertanggungjawabkan. Ia menyampaikan pernyataan tersebut saat membuka gelaran Surabaya Domino Tournament, yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Surabaya dengan Higgs Games Island (HGI) di Grand City Convention Hall pada Sabtu (18/4/2026). Turnamen ini menjadi langkah penting dalam memperkuat ekosistem olahraga di Kota Pahlawan.
Standar Kompetisi yang Lebih Profesional
Dalam acara tersebut, Armuji menekankan bahwa domino kini memiliki induk organisasi yang terstruktur mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Hal ini memberikan dasar yang kuat untuk pengembangan olahraga domino secara nasional. “Olahraga domino ini sudah mempunyai induk organisasi mulai dari pusat, provinsi, hingga kota/kabupaten. Ini merupakan suatu olahraga yang bisa dipertanggungjawabkan dan bisa diikuti oleh semua kalangan,” ujarnya.
Pernyataan ini sejalan dengan kehadiran 1.536 pemain atau sekitar 768 pasangan yang datang dari berbagai penjuru daerah. Mereka tidak hanya bertanding, tetapi juga memperebutkan total hadiah fantastis mencapai Rp200 juta. Kehadiran struktur organisasi melalui PORDI (Persatuan Olahraga Domino Indonesia) menjadi kunci utama dalam mengubah hobi masyarakat menjadi prestasi nasional.
Potensi Olahraga Domino sebagai Wadah Bakat
Ketua Umum KONI Jawa Timur, Muhammad Nabil, melihat ajang ini sebagai wadah strategis untuk menjaring bakat-bakat terpendam yang selama ini belum tersalurkan. Ia berharap Surabaya menjadi motor penggerak lahirnya atlet domino yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah yang lebih luas.
“Turnamen ini bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengeksplorasi potensi diri mereka dalam bidang olahraga pikiran,” tambahnya.
Dampak Ekonomi yang Signifikan
Selain fokus pada pengembangan prestasi, penyelenggaraan turnamen domino skala besar ini turut memberikan napas baru bagi perekonomian lokal. Dengan ribuan orang yang memadati area Grand City, sektor transportasi, pariwisata, hingga pelaku UMKM di Surabaya mendapatkan dampak positif secara langsung dari kunjungan para peserta luar kota.
Perwakilan HGI, Ray, menyebutkan bahwa konsistensi penyelenggaraan turnamen ini setelah sebelumnya sukses di Sidrap, Sulawesi Selatan, adalah strategi jangka panjang untuk membangun rekam jejak kompetisi nasional yang berkelanjutan. “Hari ini adalah momen penting yang menandakan bahwa domino kini bukan sekadar hiburan, tetapi telah berevolusi menjadi olahraga pikiran yang memiliki sistem, aturan, dan panggung kompetisi yang kredibel,” pungkas Ray.
Ke depan, Domino akan Menyebar ke Berbagai Daerah
Setelah Surabaya, rangkaian turnamen dijadwalkan akan menyapa masyarakat di Padang dan Bekasi untuk terus memperkuat fondasi olahraga domino di tanah air. Langkah ini menunjukkan komitmen bersama untuk menjadikan domino sebagai bagian dari olahraga nasional yang berkelanjutan dan berprestasi.
Transformasi domino dari hiburan menjadi olahraga pikiran yang terstruktur menunjukkan pergeseran paradigma yang signifikan. Dengan adanya struktur organisasi, standar kompetisi yang jelas, dan dukungan penuh dari pemerintah serta institusi olahraga, domino kini siap menjadi salah satu cabang olahraga yang mampu menghasilkan atlet-atlet berprestasi. Tidak hanya itu, ajang ini juga memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal dan memperluas ruang bagi masyarakat untuk mengejar bakat mereka dalam bidang olahraga pikiran.***

>

Saat ini belum ada komentar