Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Masalah Pengelolaan Pasar Keputran Selatan Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Evaluasi Menyeluruh

Masalah Pengelolaan Pasar Keputran Selatan Mengemuka, DPRD Surabaya Minta Evaluasi Menyeluruh

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pasar Keputran Selatan di Kota Surabaya kembali menjadi sorotan setelah munculnya berbagai masalah dalam pengelolaannya. Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Budi Leksono, menyoroti kekacauan yang terjadi, terutama terkait pembongkaran bangunan tanpa kejelasan rencana pembangunan selanjutnya. Hal ini menyebabkan para pedagang kesulitan dalam menjalankan usaha mereka.

Keterlibatan Pedagang dalam Pengambilan Keputusan Terabaikan

Budi Leksono menegaskan bahwa salah satu akar masalah adalah kurangnya partisipasi aktif dari para pedagang dalam proses pengambilan keputusan. Ia menilai bahwa pedagang sering kali hanya dilihat sebagai objek, bukan mitra dalam pengelolaan pasar.

“Pasar itu sebuah ekosistem. Ada pedagang, pembeli, dan pengelola. Kalau sinerginya berjalan, persoalan tidak akan sebesar ini. Yang kami lihat justru pembinaan pedagang tidak harmonis,” ujar Budi Leksono saat menghadiri rapat dengar pendapat di ruang Komisi B DPRD Surabaya.

Ia juga menyampaikan bahwa dalam beberapa kebijakan, mulai dari penataan Tempat Penampungan Sementara (TPS) hingga rencana pembangunan pasar, pedagang tidak dilibatkan secara menyeluruh. Hal ini memicu ketidakpercayaan dan kebingungan di kalangan para pedagang.

Ketidakjelasan Proses Pembangunan Pasar

Komisi B DPRD Surabaya juga mengkritik ketidakjelasan proses pembangunan pasar. Meskipun bangunan lama telah dibongkar, hingga kini belum ada kepastian terkait proses lelang maupun penetapan kontraktor pelaksana.

“Bangunannya sudah dibongkar, tapi kontraktornya belum jelas. Akibatnya pasar menjadi tidak tertata dan pedagang yang paling dirugikan,” kata Budi Leksono.

Kondisi ini berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha para pedagang. Aktivitas jual beli terganggu, sementara pendapatan menurun akibat keterbatasan fasilitas dan kondisi berjualan yang tidak layak.

Keluhan dari Para Pedagang

Perwakilan pedagang, Hafid, membantah anggapan bahwa pedagang meminta penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL). Ia menegaskan bahwa pedagang hanya menginginkan kepastian tempat usaha dan kondisi berjualan yang layak.

“Kami tidak pernah meminta PKL dibongkar. Kalau memang ada aturan, silakan ditegakkan. Jangan pedagang yang terus disalahkan,” ujarnya.

Selain itu, Hafid juga menyampaikan keluhan tentang fasilitas dasar pasar, terutama ketersediaan air bersih. “Air sangat dibutuhkan, terutama untuk pedagang unggas. Sumur bor lama tidak maksimal,” katanya.

Sebagian pedagang bahkan terpaksa membeli air untuk kebutuhan operasional harian karena debit air dari keran sangat terbatas. “Kerannya ada, tapi debitnya kecil. Kalau dipakai beberapa lapak langsung mati. Akhirnya pedagang beli air sendiri,” tambahnya.

Rekomendasi DPRD untuk Perbaikan Manajemen Pasar

Atas kondisi tersebut, Komisi B DPRD Surabaya mendorong evaluasi menyeluruh terhadap manajemen pengelola Pasar Keputran Selatan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun sistem pembinaan pedagang.

“Evaluasinya bukan hanya orangnya, tapi juga sistem dan pola komunikasinya,” tegas Budi Leksono.

Ia menegaskan bahwa jika persoalan ini merupakan bagian dari kinerja pengelola pasar, seharusnya dapat diselesaikan di tingkat manajemen tanpa harus berlarut-larut hingga DPRD turun tangan.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sampah ,Kabupaten Malang

    Masalah Sampah di Kabupaten Malang: Tantangan dan Solusi yang Terus Berkembang

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 99
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kabupaten Malang, yang dikenal sebagai kota pendidikan dan pariwisata, kini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan sampah. Jumlah produksi sampah terus meningkat setiap tahun, mencerminkan pertumbuhan populasi dan perubahan gaya hidup masyarakat. Pada tahun 2024 dan 2025, total produksi sampah mencapai sekitar 80 ribu ton. Angka ini menunjukkan bahwa masalah sampah tidak hanya menjadi isu […]

  • Kaji Ipuk : Reformasi Organisasi Kunci Membuka Potensi Ekonomi Surabaya

    Kaji Ipuk : Reformasi Organisasi Kunci Membuka Potensi Ekonomi Surabaya

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 220
    • 0Komentar

    Diagramkota.com Surabaya – Komisi A DPRD Kota Surabaya terus mendorong perbaikan tata organisasi dalam pemerintahan untuk mewujudkan Surabaya sebagai kota berkelas dunia. Hal ini disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri usai rapat koordinasi bersama Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Surabaya guna membahas sejumlah isu strategis. Kaji Ipuk sapaan akrab Syaifuddin Zuhri menjelaskan […]

  • Nothing Phone (4a) Pro

    Inovasi Teknologi Terbaru: Nothing Phone (4a) Pro Hadir dengan Desain dan Fitur Mencolok

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 68
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Perusahaan teknologi asal Inggris, Nothing, kembali menggebrak pasar smartphone dengan peluncuran perangkat terbarunya, Nothing Phone (4a) Pro. Perangkat ini dikabarkan akan menjadi salah satu pilihan utama bagi pengguna yang mencari kombinasi antara desain unik dan performa tinggi. Dengan tagline “pembunuh flagship”, Nothing Phone (4a) Pro diharapkan mampu menyaingi merek-merek besar di kelas menengah-atas. […]

  • Komisi E DPRD Jatim: Wisuda Berbayar Harus Dihentikan!

    Komisi E DPRD Jatim: Wisuda Berbayar Harus Dihentikan!

    • calendar_month Kamis, 1 Mei 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 286
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA – Anggota Komisi E DPRD Jawa Timur, Puguh Wiji Pamungkas, menegaskan bahwa sekolah-sekolah yang tetap memungut biaya untuk pelaksanaan wisuda, meskipun telah ada larangan resmi, harus bertanggung jawab mengembalikan uang tersebut kepada wali murid.(30/04/25) Pernyataan itu disampaikan menyusul masih ditemukannya sekolah yang menyelenggarakan wisuda berbayar, padahal Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur telah mengeluarkan larangan guna […]

  • Kebun Binatang Surabaya , Konsep Organik

    Penataan Kebun Binatang Surabaya dengan Konsep Organik

    • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 15
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota Surabaya berencana melakukan penataan ulang terhadap Kebun Binatang Surabaya (KBS) mulai April 2026. Rencana ini bertujuan untuk meningkatkan daya tarik wisatawan yang berkunjung ke lokasi tersebut. Penataan akan fokus pada area pintu masuk, pintu keluar, dan plaza di dekat patung Sura dan Baya. Proses ini dilakukan secara paralel di sisi utara dan […]

  • Sejarah Wayang Kulit Dan Peranannya Dalam Budaya Jawa

    Sejarah Wayang Kulit Dan Peranannya Dalam Budaya Jawa

    • calendar_month Kamis, 13 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 396
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Sejarah wayang kulit dan peranannya dalam budaya JawaIa merupakan manifestasi estetika, filsafat, dan spiritualitas Jawa yang telah terpatri dalam sejarah dan budaya selama berabad-abad. Lebih dari sekadar boneka kulit yang digerakkan, wayang kulit adalah jendela menuju pemahaman yang lebih dalam tentang kosmologi, etika, dan nilai-nilai luhur masyarakat Jawa. Asal-usul wayang kulit masih menjadi […]

expand_less