Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Kisah Penjaga Makam di Jombang yang Rela Bekerja Tanpa Gaji Tetap

Kisah Penjaga Makam di Jombang yang Rela Bekerja Tanpa Gaji Tetap

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Senin, 17 Nov 2025
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Sebagai seorang pengawal makam, Cak Pul perlu siap menghadapi berbagai akibat, termasuk bekerja sampai larut malam. – Dalam tugasnya sebagai penjaga kuburan, Cak Pul harus siap menghadapi berbagai konsekuensi, termasuk bekerja hingga waktu tengah malam. – Cak Pul, yang bertugas sebagai penjaga makam, harus siap menerima berbagai dampak, termasuk bekerja hingga larut malam. – Sebagai penjaga makam, Cak Pul perlu bersiap menghadapi berbagai akibat, seperti bekerja hingga larut malam.

Perjalanan hidup seorang penjaga makam diabadikan oleh Syaiful atau Cak Pul, yang bertugas di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Sejak sepuluh tahun yang lalu, Cak Pul mulai akrab dengan suasana di kawasan pemakaman umum. Awalnya, ia hanya bertugas sebagai pembantu dari juru kunci sebelumnya.

Setelah kematian penjaga makam sebelumnya dua tahun lalu, pria yang memiliki dua anak dan satu cucu tersebut mulai mengemban tugas utama sebagai juru kunci atau penjaga makam.

Jabatan sebagai penjaga kuburan, kata Cak Pul, bukan jenis pekerjaan yang mudah menemukan seseorang yang tertarik.

Ia akhirnya mengambil tanggung jawab sebagai penjaga makam dan juru kunci karena tidak ada lagi orang yang bersedia mengelola TPU setelah juru kunci sebelumnya meninggal.

Saat itu, kata Cak Pul, dirinya ditunjuk sebagai penjaga makam, dibantu oleh Basuki, tetangganya. Hal ini dilakukan karena kompleks makam yang cukup luas dan menjadi tempat pemakaman bagi warga dari dua dusun di Desa Gedangan.

“Itu ditentukan saat rapat di Balai Desa. Saat itu tidak ada yang bersedia, jadi semua meminta saya yang menjadi juru kunci,” kata Cak Pul saat diwawancarai.DIAGRAMKOTA.COM, Minggu (16/11/2025).

Ragam pekerjaan

Sebagai pengawas makam atau penjaga, Cak Pul memiliki berbagai tanggung jawab dan pekerjaan yang harus dilakukan di kawasan makam tersebut.

Tugas tersebut mencakup pembersihan kompleks makam, menentukan lokasi pemakaman untuk warga yang meninggal baru, hingga menggali tanah di tempat pemakaman jenazah.

Tugasnya tidak memandang waktu dan kondisi cuaca. Bisa di pagi hari, siang hari, atau saat malam tiba.

Pada masa tertentu, khususnya saat musim hujan, ia diwajibkan untuk secara rutin memeriksa kondisi setiap makam yang khawatir rusak atau terkikis oleh hujan.

“Setiap hari ke makam, memeriksa dan membersihkan area yang perlu dibersihkan,” kata Cak Pul.

Menggali makam

Laki-laki yang lahir pada tahun 1971 mengakui bahwa ia sudah terbiasa dengan situasi darurat, seperti ketika ada warga yang ingin keluarganya dikuburkan di malam hari.

Ia menceritakan, beberapa kali dirinya diminta untuk menyiapkan liang lahat bagi warga yang baru meninggal, meskipun saat itu sudah menunjukkan waktu di atas pukul 21.00 WIB.

“Kadang seperti itu. Pernah juga ada yang meminta (pemakaman jenazah) saat hujan deras. Ya, tetap kami layani, meskipun waktu itu sudah pukul sepuluh malam,” kata seorang ayah dengan dua anak.

Untuk membuka kuburan, sering kali dibantu oleh kerja sama masyarakat, terutama dalam upacara pemakaman yang dilaksanakan pada pagi hari, siang hari, atau sore hari.

Namun, keadaan berbeda bila pemakaman dilakukan di malam hari. Pada saat pemakaman di malam hari, ia biasanya hanya menggali liang kubur bersama Basuki, temannya sesama penjaga makam.

“Jika malam sering kali tidak ada yang membantu, biasanya hanya saya dan Pak Basuki. Namun, jika siang hari atau pagi, banyak warga yang bersedia membantu,” kata Cak Ipul.

Penghasilan dari peziarah

Sebagai pengawas makam atau petugas penjaga, Cak Pul beserta rekan-rekannya tidak menerima gaji atau pendapatan tetap dari pemerintah desa.

Setiap bulan, Cak Pul menerima insentif rata-rata sebesar Rp 150.000 yang berasal dari kotak infak di kompleks makam.

Jumlah insentif juga bergantung pada hasil pengumpulan kotak infaq. Bila pendapatan di bawah Rp 300.000, maka penghasilan otomatis kurang dari Rp 150.000 per bulan.

“Kotak tersebut dibuka setiap bulan. Jika mendapat Rp 300.000, maka dibagi masing-masing Rp 150.000, bersama Pak Basuki. Jika mendapat lebih dari Rp 300.000, sisa uangnya masuk ke kas,” kata Cak Pul.

Penghasilan tambahan, menurut Cak Pul, berasal dari sumbangan pihak keluarga yang dikuburkan.

“Beberapa orang memberi Rp 20.000, ada yang memberi Rp 10.000. Pernah ada yang memberi Rp 5.000. Saya menerimanya saja, tidak masalah selama dilakukan dengan tulus,” katanya.

Kepala Desa Gedangan, Kecamatan Mojowarno, Soekarno menyampaikan bahwa para pengurus makam atau juru kunci tidak menerima upah atau pendapatan dari pemerintah desa.

Petugas pemelihara makam, jelasnya, setiap tahun menerima bantuan yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Bantuan ini diberikan secara berkala setiap 6 bulan sekali.

“Referensinya adalah Permendes dan Peraturan Bupati Jombang. Ada (tunjangan), meskipun jumlahnya tidak besar,” ujar Soekarno, saat dikonfirmasi media.

Berdasarkan Peraturan Bupati Jombang Nomor 31 Tahun 2023, setiap pengawas makam berhak menerima bantuan tunjangan atau insentif sebesar Rp 500.000 setiap tahunnya. ***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rencana Pemkot Utang Rp5,6 Triliun, DPRD: Jangan Sampai Anggaran Jadi Double

    Rencana Pemkot Utang Rp5,6 Triliun, DPRD: Jangan Sampai Anggaran Jadi Double

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 296
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana mengajukan pinjaman hingga Rp5,6 triliun untuk mendukung pembangunan kota. Namun, DPRD Surabaya mengingatkan agar program yang direncanakan benar-benar direalisasikan dan bukan sekadar wacana. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam pernyataannya kembali mengajak masyarakat mengusulkan pembangunan di kampung masing-masing jika memang belum tersentuh. Ia juga menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan […]

  • IHSG Diprediksi Naik 2025, Rekomendasi Saham PTBA hingga SMGR untuk Investasi

    IHSG Diprediksi Naik 2025, Rekomendasi Saham PTBA hingga SMGR untuk Investasi

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 302
    • 0Komentar

    Proyeksi Kenaikan IHSG dan Rekomendasi Saham yang Menarik DIAGRAMKOTA.COM – Pasar modal Indonesia kembali menarik perhatian investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi akan mengalami penguatan dalam beberapa pekan ke depan. Prediksi ini muncul dari berbagai faktor yang mendukung kondisi pasar, termasuk aliran modal asing, stabilitas makroekonomi, serta ekspektasi positif terhadap laporan keuangan kuartal III-2025. Selain […]

  • Satbinmas Polres Pasuruan Gelar Istighotsyah dan Penyuluhan Harkamtibmas di SMPN 2 Beji

    Satbinmas Polres Pasuruan Gelar Istighotsyah dan Penyuluhan Harkamtibmas di SMPN 2 Beji

    • calendar_month Jumat, 13 Feb 2026
    • account_circle Teguh Priyono
    • visibility 122
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) Polres Pasuruan menggelar kegiatan rutin program Cooling System melalui istighotsyah dan pembinaan penyuluhan (binluh) harkamtibmas di SMPN 2 Beji, Jumat (13/2/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 06.30 hingga 07.45 WIB itu dipimpin KBO Binmas Iptu Bambang Hariyadi, S.Sos, dan diikuti sekitar 800 siswa bersama dewan guru. Acara diawali […]

  • Bhabinkamtibmas Desa Seketi Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Bergizi

    Bhabinkamtibmas Desa Seketi Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Bergizi

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Adis
    • visibility 286
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Upaya mendukung ketahanan pangan Polresta Sidoarjo Polda Jatim terus digalakkan oleh jajaran Polsek Balongbendo. Salah satunya dilakukan oleh Bhabinkamtibmas Desa Seketi, Aipda Salim Hamidi, pada Selasa (3/6/2025) melaksanakan kegiatan sambang dan pembinaan di lahan pekarangan milik warga di Desa Seketi, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo. Dalam kegiatan ini, Aipda Salim menyambangi pekarangan milik Bapak […]

  • Wayang Orang Sriwedari Untuk Kali Pertamanya Gelar Pertunjukan Spesial Di Bale Pangenggar

    Wayang Orang Sriwedari Untuk Kali Pertamanya Gelar Pertunjukan Spesial Di Bale Pangenggar

    • calendar_month Selasa, 10 Des 2024
    • account_circle Arie Khauripan
    • visibility 451
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Untuk kali pertama nya Wayang Orang Sriwedari telah sukses menggelar pertunjukan spesialnya di Bale Pangenggar Taman Balekambang Solo pada Sabtu (7/12/2024) pukul 20.00 dengan membawakan lakon “Saratalpa” yang dihadiri Walikota Solo terpilih Respati Ardi. Wayang Orang Sriwedari yang sudah menginjak usia nya yang ke 114 tahun ini masih mampu menunjukkan eksistensi nya dalam […]

  • Bruno Paraiba, Persebaya Surabaya

    Pergi dengan Kehormatan: Bruno Paraiba Tinggalkan Persebaya Surabaya

    • calendar_month Senin, 25 Mei 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 37
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Persebaya Surabaya mengalami perubahan besar dalam komposisi skuadnya setelah penyerang asal Brasil, Bruno Paraiba, resmi berpisah dari klub. Keputusan ini diumumkan melalui akun media sosial pribadi Bruno pada Minggu (24/5), tepat setelah kompetisi musim 2026/2027 usai. Faktor utama yang memengaruhi keputusan ini adalah cedera panjang yang dialami oleh Bruno sejak Januari 2026. Cedera tersebut […]

expand_less