Kemenaker Buka Pelatihan 238 Peserta di BPVP Banyuwangi

Ringkasan Berita:

  • Wamenaker Afriansyah Noor tegaskan penguasaan kompetensi teknis dan bahasa asing mutlak bagi calon tenaga kerja ke Jepang.
  • Kemenaker beri arahan 84 peserta magang IM Japan di BPVP Banyuwangi sekaligus peringatkan bahaya calo penempatan non-resmi.
  • Sebanyak 238 peserta ikuti pembukaan Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 dan Non-Batch September 2026 di 13 program kejuruan.

DIAGRAMKOTA.COM — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Republik Indonesia, Afriansyah Noor, menekankan urgensi penguasaan kompetensi kerja dan kemahiran bahasa asing bagi seluruh tenaga kerja Indonesia yang membidik peluang karier maupun program pemagangan di Jepang. Langkah ini krusial agar tenaga kerja Tanah Air memiliki daya saing tinggi dan mampu beradaptasi cepat dengan ekosistem industri internasional.

Afriansyah menegaskan bahwa Jepang terus menjadi salah satu negara destinasi utama bagi penempatan tenaga kerja asal Indonesia. Namun, melimpahnya peluang kerja dan pemagangan di Negeri Sakura tersebut harus diimbangi dengan kesiapan keterampilan nyata yang selaras dengan dinamika kebutuhan dunia industri modern.

“Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang,” tegas Afriansyah saat menghadiri agenda Penguatan Sinergitas Pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi, Selasa (22/9/2026).

Bekal Magang IM Japan: Kesiapan Adaptasi Budaya dan Keterampilan Teknis

Dalam forum tersebut, Wamenaker Afriansyah secara khusus memberikan pengarahan komprehensif kepada peserta Program Magang Nasional (MagangHub) serta 84 peserta program pemagangan ke Jepang yang diselenggarakan melalui jalur kemitraan resmi bersama IM Japan.

Menurut Afriansyah, sebelum diberangkatkan ke negara penempatan, setiap peserta pemagangan wajib mengantongi empat fondasi utama: pengetahuan (*knowledge*), keterampilan praktis (*skill*), sertifikasi kompetensi, serta kecakapan berkomunikasi dalam bahasa setempat. Modalitas terpadu ini menjadi benteng utama para pekerja migran agar tidak mengalami gegar budaya (*culture shock*) dan hambatan kerja di lingkungan baru.

Afriansyah menggarisbawahi bahwa Banyuwangi secara geografis dan demografis merupakan salah satu lumbung penempatan pekerja migran terbesar di Indonesia. Karena itu, penguatan kurikulum dan fasilitas pelatihan vokasi di BPVP Banyuwangi memegang peranan strategis dalam mencetak tenaga kerja terampil yang siap pakai sesuai standar pasar global.

Waspada Jerat Penyalur Ilegal: Kemenaker Imbau Gunakan Jalur Resmi

Selain mendorong akselerasi mutu sumber daya manusia, Afriansyah memberikan peringatan keras kepada masyarakat luas agar ekstra waspada dan cermat dalam memilih jalur penempatan ke luar negeri. Ia mengingatkan warga untuk membentengi diri dari bujuk rayu calo maupun iming-iming tawaran gaji fantastis yang kerap berujung pada tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau penipuan ketenagakerjaan.

Afriansyah mewanti-wanti agar seluruh tahapan keberangkatan dipastikan melalui skema legal yang diakui dan diawasi langsung oleh pemerintah Republik Indonesia.

“Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan pemerintah Indonesia,” tegasnya memberi rambu-rambu.

Buka PVN Batch 4 dan Non-Batch September 2026: Rangkul 238 Peserta di 13 Kejuruan

Kunjungan kerja Wamenaker di BPVP Banyuwangi ini sekaligus menandai pembukaan resmi agenda Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch 4 serta kelas Non-Batch periode September 2026. Tercatat sebanyak 238 peserta terjaring untuk mendalami 13 program kejuruan terapan.

Distribusi Program Pelatihan Vokasi BPVP Banyuwangi

Dari total peserta yang terdaftar, skema pelatihan terbagi ke dalam dua klaster operasional:

  • PVN Batch 4 (48 Peserta): Terbagi ke dalam tiga konsentrasi pelatihan spesifik, mencakup Peracikan Minuman Kopi (Barista), Pengolahan Ikan, serta Pengoperasian Mesin CNC Bubut untuk kebutuhan industri manufaktur.
  • Program Non-Batch (190 Peserta): Mengakomodasi 10 disiplin pelatihan yang mencakup sektor pertanian terpadu, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, pembuatan konten digital, pengolahan makanan, bidang otomotif, hingga kejuruan teknik pengelasan.

Perkuat Link and Match: MoU Tematik Terintegrasi dan Pengukuhan FKLPID Banyuwangi

Sebagai wujud nyata menyelaraskan pelatihan vokasi dengan serapan tenaga kerja industri (link and match), BPVP Banyuwangi turut menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) bersama sejumlah mitra strategis dunia usaha melalui skema Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi.

Rangkaian agenda resmi tersebut dipungkasi dengan pengukuhan langsung jajaran Pengurus Forum Komunikasi Lembaga Pelatihan dengan Industri Daerah (FKLPID) Kabupaten Banyuwangi oleh Wamenaker Afriansyah Noor. Kehadiran FKLPID diharapkan menjadi jembatan permanen dalam menyinkronkan kurikulum pelatihan vokasi lokal dengan kualifikasi riil yang dibutuhkan pelaku industri daerah maupun mancanegara.