Awas! 1 Hewan Kurban di Surabaya Terindikasi Skabies, Armuji Minta Pengawasan Diperketat
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 1 menit yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

Plh Wali Kota Surabaya, Armuji
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Plh Wali Kota Surabaya Soroti Bahaya Hewan Kurban Tidak Sehat Jelang Iduladha 1447 H
DIAGRAMKOTA.COM – Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Surabaya, Armuji meminta pengawasan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah diperketat menyusul temuan satu hewan kurban yang terindikasi penyakit skabies di salah satu lapak penjualan di Kota Surabaya.
Permintaan itu disampaikan Armuji saat ditemui di sela agenda reses Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Kamis (21/5/2026).
1 Hewan Kurban di Surabaya Terindikasi Skabies
Temuan tersebut sebelumnya disampaikan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya saat melakukan pemeriksaan rutin di lapak penjualan hewan kurban.
Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina mengatakan hewan yang terindikasi skabies langsung dipisahkan agar tidak dijual kepada masyarakat.
“Hingga saat ini, tim menemukan satu hewan yang terindikasi terkena skabies. Hewan tersebut langsung diperiksa dan diisolasi agar tidak ikut diperjualbelikan kepada masyarakat,” kata Nanik.
Armuji Minta Hewan Kurban yang Masuk Surabaya Diperiksa Ketat
Menanggapi temuan tersebut, Armuji menegaskan seluruh hewan kurban yang masuk dan diperjualbelikan di Surabaya wajib dipastikan dalam kondisi sehat sebelum dikonsumsi masyarakat.
Menurut pria yang akrab disapa Cak Ji itu, pemeriksaan kesehatan hewan sangat penting untuk mencegah risiko penyebaran penyakit kepada masyarakat.
“Ya, itu harus selektif. Jadi hewan kurban yang masuk Surabaya, yang berjualan di pinggir-pinggir jalan, itu harus dites dulu. Kalau enggak, nanti bahaya karena itu akan dikonsumsi orang banyak,” kata Armuji.
Seluruh Lapak Hewan Kurban Diminta Diperiksa
Cak Ji juga meminta pengawasan lapak hewan kurban dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan petugas kesehatan hewan dan dinas terkait.
Ia berharap seluruh lapak penjualan hewan kurban di Surabaya diperiksa agar masyarakat merasa aman saat membeli hewan untuk Iduladha.
“Seluruh lapak yang ada di Surabaya itu harus diperiksa. Petugas kesehatan harus turun. Kalau ada penyakit seperti itu kan membahayakan warga yang mengonsumsinya,” ujarnya.
Hewan Kurban Sehat Akan Diberi Tanda Khusus
Tak hanya itu, Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Surabaya tersebut juga meminta pemeriksaan kesehatan hewan makin diintensifkan menjelang hari penyembelihan.
Menurutnya, hewan yang telah lolos pemeriksaan kesehatan sebaiknya diberikan tanda khusus atau stempel sebagai jaminan keamanan bagi masyarakat.
“Makin diintensifkan sebelum hari H penyembelihan. Nanti mana yang lolos dan sehat harus dikasih stempel,” tegasnya.
DKPP Surabaya Sudah Periksa 61 Lapak Hewan Kurban
Sementara itu, pengawasan hewan kurban oleh DKPP Surabaya telah berlangsung sejak 18 Mei 2026 dan dijadwalkan terus berjalan hingga 26 Mei mendatang.
Hingga hari ketiga pelaksanaan, tim gabungan telah memeriksa sebanyak 61 lapak penjualan hewan kurban yang tersebar di 31 kecamatan di Surabaya.***

>
>
