Wali Kota Surabaya Minta Fasilitas Publik Tidak Lagi Menarik Sewa Komersial untuk Seniman Lokal
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 7 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa fasilitas publik di kota tersebut tidak boleh lagi menarik biaya sewa komersial bagi seniman lokal yang menggunakan ruang tersebut untuk berkarya. Ia menekankan pentingnya menjadikan ruang-ruang seperti Balai Pemuda, Balai Kota, taman kota hingga Surabaya Expo Center (SUBEC) sebagai tempat terbuka bagi kreativitas para pelaku seni dan budaya.
“Balai Budaya jangan disewakan komersial jika yang tampil adalah teman-teman seniman dan budayawan Surabaya. Cukup jaga kebersihan,” ujar Eri saat penyerahan Surat Keputusan (SK) Dewan Kebudayaan Surabaya periode 2026-2029 di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya.
Menurutnya, budaya bukan hanya sekadar kesenian, tetapi juga bagian penting dalam membangun karakter masyarakat. Ia menilai pemerintah harus hadir memberikan perlindungan sekaligus ruang tumbuh bagi para pelaku seni di Surabaya.
Eri menekankan bahwa dengan memberikan ruang bagi seniman, ekonomi akan bergerak, pengangguran berkurang, dan kemiskinan bisa ditekan melalui jalur budaya. Ia menilai bahwa pertunjukan seni rutin di ruang publik dapat menjadi salah satu cara untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.
Ia juga mendorong Dewan Kebudayaan Surabaya agar mampu membuat budaya lokal lebih dekat dengan generasi muda melalui pendekatan kreatif dan kolaboratif. Contohnya, ia mengusulkan penggabungan seni Ludruk dengan konsep hiburan modern seperti Stand Up Comedy.
“Kalau Stand Up Comedy digabungkan dengan ilmu perludrukan Cak Kartolo, itu akan luar biasa,” katanya.
Langkah Awal untuk Menghidupkan Budaya
Sebagai langkah awal, Eri meminta Dewan Kebudayaan Surabaya segera menghidupkan ruang-ruang publik dengan pertunjukan seni rutin setiap akhir pekan. Ia berharap Balai Pemuda dan sejumlah titik publik lain mulai diisi aktivitas budaya setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu malam.
“Saya minta minggu depan Balai Pemuda dan tempat-tempat lainnya sudah ada tampilan budaya,” tandasnya.
Identifikasi Potensi Budaya Lokal
Ketua Dewan Kebudayaan Surabaya, Heti Palestina Yunani, menyatakan bahwa langkah awal pihaknya adalah melakukan identifikasi menyeluruh terhadap potensi budaya di Kota Pahlawan. Menurutnya, kebudayaan mencakup lebih dari kesenian, termasuk ritus, adat istiadat, permainan rakyat hingga teknologi tradisional.
“Kami akan mengidentifikasi dulu potensinya agar gerak kami dirasakan langsung oleh warga di tingkat kelurahan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa Dewan Kebudayaan Surabaya akan mendorong keterlibatan lintas generasi agar proses regenerasi budaya tetap berjalan.
Komitmen untuk Memperkuat Identitas Budaya
Dengan langkah-langkah ini, Eri Cahyadi berharap budaya yang hidup tidak hanya memperkuat identitas kota, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor kreatif. Ia menegaskan bahwa keberadaan seniman dan budayawan lokal sangat penting dalam membangun citra dan daya tarik Surabaya sebagai kota yang kaya akan warisan budaya.
- Penulis: Diagram Kota

>
>

Saat ini belum ada komentar