Kesenian Ludruk Kembali Tampil di Surabaya
- account_circle Diagram Kota
- calendar_month 12 jam yang lalu
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DIAGRAMKOTA.COM – Kesenian tradisional Ludruk kembali menarik perhatian masyarakat Kota Surabaya melalui pertunjukan yang digelar di Balai Pemuda Surabaya, Sabtu (18/4/2026) malam. Acara ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dan komunitas seni untuk melestarikan budaya lokal sekaligus memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda.
Sri Wahyuni, Ketua Ludruk Lintas Generasi Medhang Taruna Budaya Surabaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi antara komunitas seni dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Surabaya. Tujuannya adalah untuk menciptakan ruang tampil bagi kesenian tradisional yang semakin langka.
Upaya Melestarikan Budaya Lokal
Pertunjukan Ludruk tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi bentuk pelestarian warisan budaya yang telah ada sejak ratusan tahun lalu. Ludruk sendiri merupakan kesenian yang menggabungkan tari, musik, dan cerita yang sering kali menyampaikan pesan moral atau lelucon.
Menurut Sri Wahyuni, pentingnya acara seperti ini adalah untuk memastikan bahwa generasi muda tetap mengenal dan menghargai seni tradisional. “Kami ingin anak-anak muda bisa merasakan langsung keunikan Ludruk, bukan hanya melalui video atau artikel,” ujarnya.
Peran Komunitas dalam Pelestarian Budaya
Komunitas Ludruk Lintas Generasi Medhang Taruna Budaya Surabaya berupaya aktif dalam menjaga keberlangsungan kesenian ini. Mereka tidak hanya menggelar pertunjukan, tetapi juga mengadakan pelatihan dan workshop bagi pemula yang tertarik belajar Ludruk.
Selain itu, komunitas ini juga bekerja sama dengan institusi pemerintah dan swasta untuk memperluas jangkauan penonton. “Kami percaya bahwa dengan dukungan dari berbagai pihak, Ludruk bisa kembali menjadi salah satu ikon budaya Surabaya,” tambah Sri Wahyuni.
Keterlibatan Masyarakat dalam Pelestarian Budaya
Acara yang digelar di Balai Pemuda Surabaya mendapat respon positif dari masyarakat. Banyak warga yang hadir dan memberikan apresiasi terhadap penyajian Ludruk yang menarik dan informatif. Beberapa di antaranya bahkan mengaku ingin belajar lebih lanjut tentang kesenian ini.
Seorang penonton, Andi, mengatakan bahwa ia sangat senang melihat pertunjukan Ludruk. “Ini pertama kalinya saya melihat Ludruk secara langsung. Saya kagum dengan cara mereka menyampaikan cerita dan musik,” katanya.
Pertunjukan Ludruk di Balai Pemuda Surabaya menunjukkan bahwa seni tradisional masih memiliki tempat di tengah perkembangan modernisasi. Melalui kolaborasi antara komunitas seni, pemerintah, dan masyarakat, kesenian seperti Ludruk dapat terus berkembang dan dikenal oleh generasi baru.
Dengan upaya pelestarian yang dilakukan, diharapkan Ludruk tidak hanya menjadi kenangan masa lalu, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya Surabaya yang hidup dan berkembang.***

>

Saat ini belum ada komentar