Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PEMERINTAHAN » LEGISLATIF » Banggar DPRD Surabaya Soroti MPAK Era Eri Cahyadi: APBD Dinilai Kurang Matang

Banggar DPRD Surabaya Soroti MPAK Era Eri Cahyadi: APBD Dinilai Kurang Matang

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Polemik mekanisme Mendahului Perubahan Anggaran Keuangan (MPAK) kembali menjadi perhatian. Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Surabaya, Imam Syafi’i, melontarkan kritik terhadap pola pengelolaan anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang dinilai terlalu sering menggunakan skema tersebut.

Menurut politikus Partai NasDem itu, mekanisme MPAK memang diperbolehkan dalam aturan. Namun, penggunaannya seharusnya terbatas untuk kebutuhan yang benar-benar mendesak dan tidak dapat menunggu pembahasan Perubahan Anggaran Keuangan (PAK).

“MPAK memang diperbolehkan. Tapi kok rasanya sejak kepemimpinan Pak Wali Kota Eri Cahyadi, MPAK seperti jadi hobi. Hampir setiap tahun ada MPAK,” kata Imam, Jumat (8/5/2026).

Dinilai Cerminkan Perencanaan APBD Kurang Matang

Imam menilai frekuensi penggunaan MPAK yang terlalu sering justru memunculkan kesan bahwa penyusunan APBD murni tidak dirancang secara matang sejak awal.

Padahal, menurut dia, pembahasan APBD telah melalui proses panjang bersama DPRD.

“Kalau memang sudah dipikir sejak awal, kenapa tidak dibahas di APBD murni saja? Ini kesannya APBD dibuat asal jadi, nanti kalau ada yang tidak pas baru diubah lewat MPAK,” ujarnya.

Anggota Komisi D DPRD Surabaya itu menegaskan pihaknya akan mencermati secara serius usulan MPAK yang kini mulai ramai dibahas.

Ternyata untuk Revitalisasi 15 Pasar

Imam mengungkapkan, berdasarkan informasi terbaru yang diterimanya, skema MPAK tersebut ternyata salah satunya akan digunakan untuk revitalisasi 15 pasar di Surabaya.

Hal itu sekaligus meluruskan isu sebelumnya yang menyebut anggaran MPAK diarahkan untuk program digitalisasi parkir.

“Update-nya ternyata di antaranya untuk revitalisasi 15 pasar,” ujar Imam.

Meski demikian, ia mempertanyakan urgensi penggunaan MPAK untuk program tersebut, mengingat kondisi pendapatan Perusahaan Daerah Pasar Surya disebut tidak terlalu besar.

“Pertanyaannya apa urgent dan tepat? Mengingat pendapatan PD Pasar kecil,” katanya.

Singgung Kinerja BUMD dan Dugaan Persoalan Renovasi Pasar

Imam juga menyoroti keberadaan sejumlah BUMD milik Pemkot Surabaya yang justru memiliki performa bisnis lebih baik, seperti PDAM Surya Sembada, Rumah Potong Hewan (RPH), dan BPR Surya Artha Utama (SAU).

Menurutnya, pemerintah perlu menjelaskan alasan penggunaan APBD melalui MPAK untuk membantu PD Pasar.

“Masih banyak BUMD milik pemkot yang kinerja bisnisnya bagus seperti RPH, BPR dan PDAM. Kenapa bukan mereka saja yang ditambahi anggaran dari APBD?” ujarnya.

Ia juga menyinggung pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan terkait dugaan ketidakberesan renovasi Pasar Kembang.

“Apalagi baru saja PD Pasar diperiksa kejaksaan yang diduga ada ketidakberesan dalam renovasi Pasar Kue di Pasar Kembang,” katanya.

Pertanyakan Status Tambahan Anggaran

Selain itu, Imam meminta kejelasan terkait status penggunaan APBD untuk PD Pasar. Menurutnya, perlu dipastikan apakah anggaran tersebut masuk kategori penyertaan modal atau bentuk bantuan lainnya.

Sebab, kata dia, masih ada sejumlah kewajiban penyertaan modal Pemkot di beberapa BUMD yang belum terselesaikan.

“Ketika APBD dipakai membantu PD Pasar yang merupakan entitas bisnis tersendiri, apakah ini tambahan penyertaan modal atau lainnya? Ini juga harus dijelaskan,” tegasnya.

Ia menyebut salah satu penyertaan modal yang belum tuntas berada di BPR Surya Artha Utama (SAU).

Soroti Ketidaktepatan Perencanaan APBD

Mantan jurnalis senior itu juga membeberkan data realisasi APBD Surabaya 2025 yang dinilainya menunjukkan lemahnya akurasi perencanaan keuangan daerah.

Pada tahun tersebut, anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) tercatat sebesar Rp5,4 miliar. Namun realisasinya hanya sekitar Rp521 juta, sehingga terdapat lebih dari Rp4,8 miliar dana yang tidak terserap.

Selain itu, target pendapatan daerah sebesar Rp11,6 triliun hanya terealisasi Rp10,6 triliun. Kondisi tersebut berdampak pada realisasi belanja daerah yang hanya mencapai Rp10,5 triliun dari target Rp12,3 triliun.

“Ini menunjukkan perencanaan pendapatan maupun belanja tidak realistis,” kata Imam.

Heran Indikator Makro Justru Naik

Meski realisasi anggaran tidak sepenuhnya tercapai, Imam mengaku heran karena indikator makro pembangunan Surabaya justru menunjukkan peningkatan.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Surabaya mencapai 5,8 persen, angka kemiskinan turun menjadi 3,56 persen, tingkat pengangguran terbuka turun menjadi 4,8 persen, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) naik menjadi 85,65.

“Dengan anggaran yang ternyata diturunkan karena pendapatan tidak tercapai, indikator kinerja utama malah naik semua. Artinya dulu anggarannya memang dibesarkan,” ujarnya.

Soroti SiLPA dan Pinjaman Daerah

Imam juga menyoroti besarnya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Surabaya tahun 2025 yang disebut mencapai lebih dari Rp500 miliar.

Di sisi lain, Pemkot Surabaya justru mengajukan pinjaman ke Bank Jatim sebesar Rp220 miliar.

Padahal sebelumnya, kebutuhan pinjaman daerah sempat diproyeksikan mencapai Rp453 miliar sebelum akhirnya berubah.

“Kok hutangnya berubah-ubah. Ini lagi-lagi menunjukkan hitungan Pemkot tidak akurat,” katanya.

Nilai Fungsi Pengawasan DPRD Bisa Melemah

Imam menilai pola penggunaan MPAK berpotensi mengurangi fungsi pengawasan legislatif karena mekanismenya hanya berupa laporan kepada pimpinan DPRD tanpa pembahasan menyeluruh bersama anggota dewan.

“Kesannya DPRD ditinggal dalam pembahasan keuangan. Ini tidak baik untuk marwah legislatif,” ucapnya.

Ia meminta Wali Kota Surabaya membuka ruang pembahasan bersama DPRD agar proses penganggaran berjalan lebih transparan dan akuntabel.

“Kalau memang ada kebutuhan mendesak, ayo duduk bersama dibahas. Itu lebih fair daripada DPRD hanya diberi laporan,” pungkas Imam.***

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Rekomendasi Untuk Anda

  • UAB Surabaya, Pemkot, Beasiswa

    UAB Surabaya Siap Jadi Mitra Utama Pemkot dalam Pembiayaan Pendidikan Mahasiswa, Salurkan Beasiswa 191 Miliar

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 173
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Universitas PGRI Adi Buana (UAB) Surabaya menunjukkan komitmen kuat untuk mendukung program beasiswa yang diinisiasi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Dengan anggaran sebesar Rp191 miliar, program ini bertujuan untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang merata bagi mahasiswa asli Surabaya. UAB Surabaya siap menjadi mitra utama dalam proses penyaluran beasiswa tersebut. Sinergi Antara Pemerintah dan Perguruan […]

  • Bobby Nasution bakal terbitkan SK rumah terdampak bencana untuk percepat pemulihan

    Bobby Nasution bakal terbitkan SK rumah terdampak bencana untuk percepat pemulihan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 133
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM  – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut)akan menerbitkan Keputusan Menteri terkait rumah yang terkena dampak bencanabanjirdan tanah longsor untuk mempercepat pendistribusian bantuan kepada masyarakat yang terkena dampak. Itu diungkapkan oleh Gubernur SumutBobby Nasution dalam Rakor Pendataan Pascabencana dengan Kemendagri yang digelar secara virtual, Selasa (6/1/2026). “Kami akan menerbitkan SK Gubernur hari ini untuk mempercepat penyaluran […]

  • Komisi D  : Kekayaan Seni Dan Tradisi Budaya Serta Nilai Kepahlawanan Harus Tetap Diwariskan

    Komisi D : Kekayaan Seni Dan Tradisi Budaya Serta Nilai Kepahlawanan Harus Tetap Diwariskan

    • calendar_month Selasa, 18 Mar 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 286
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi D DPRD Surabaya menggelar rapat lanjutan membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pemajuan Kebudayaan dan Pembinaan Nilai-Nilai Kepahlawanan pada Senin (17/3/2025).

  • ROY SURYO

    KIP Minta KPU Buka Informasi Ijazah Jokowi

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 188
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Komisi Informasi Pusat (KIP) telah memutuskan bahwa salinan ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam proses pencalonan presiden pada tahun 2014 dan 2019 merupakan informasi yang terbuka. Keputusan ini menimbulkan respons dari Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang menyatakan akan segera menggelar rapat untuk menindaklanjuti putusan tersebut. Iffa Rosita, Kepala Divisi Hukum KPU RI, mengonfirmasi […]

  • Profil Rahma Wardhani Mahasiswa Farmasi Unair Juarai Collutrium 2025

    Profil Rahma Wardhani Mahasiswa Farmasi Unair Juarai Collutrium 2025

    • calendar_month Rabu, 5 Nov 2025
    • account_circle Shinta MS
    • visibility 279
    • 0Komentar

    Universitas Airlangga (Unair) kembali menorehkan prestasi melalui mahasiswinya, Miftakhul Rahma Wardhani, yang meraih Juara 1 Lomba Essay Nasional Collutrium 2025.  Rahma, mahasiswi Farmasi Angkatan 2023, menceritakan motivasinya menulis essay muncul dari ketertarikannya terhadap isu kesehatan, khususnya diabetes. Mahasiswi Unair ini merasa memiliki tanggung jawab sebagai calon apoteker untuk memberikan kontribusi sesuai tujuan SDG poin 3. […]

  • 5 Dampak Negatif Sikap People Pleaser Hyun Joon dalam “Nice to Not Meet You”

    5 Dampak Negatif Sikap People Pleaser Hyun Joon dalam “Nice to Not Meet You”

    • calendar_month Kamis, 20 Nov 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 163
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Seseorang yang memiliki kepribadian ingin selalu membuat orang lain bahagia sering dianggap sebagai pribadi yang baik, namun kenyataannya tidak selalu begitu, terutama jika sifat tersebut muncul pada seseorang yang hidup dalam tekanan publik. Situasi ini dialami oleh Lim Hyun Joon (Lee Jung Jae) dalam drakor tersebut.Senang Tidak Bertemu Kamu. Di balik sikapnya yang ramah, […]

expand_less