Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » PERISTIWA » DAERAH » Resmi! Kebijakan Baru Pemkot Terapkan program “Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya” Tahun 2026

Resmi! Kebijakan Baru Pemkot Terapkan program “Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya” Tahun 2026

  • account_circle Diagram Kota
  • calendar_month 20 jam yang lalu
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menghadirkan kebijakan baru yang bertujuan meningkatkan akses pendidikan bagi pemuda warga setempat. Dalam perubahan ini, Pemkot menerapkan program beasiswa dengan nama resmi “Beasiswa Pemuda Warga Kota Surabaya” yang berlaku pada Tahun Anggaran 2026. Perubahan ini diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) Nomor 80 Tahun 2025 tentang Tata Cara Pemberian Beasiswa Kepada Pemuda Warga Kota Surabaya yang sedang menempuh pendidikan menengah atas.

Perubahan Signifikan dalam Pemberian Bantuan

Kepala Bagian Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Bapemkesra) Kota Surabaya, Arief Boediarto menjelaskan bahwa kebijakan baru ini melibatkan beberapa perubahan penting. Salah satu poin utama adalah penggantian istilah “beasiswa” menjadi “Bantuan Sosial” yang diberikan kepada siswa SMA/SMK/MA sederajat. Hal ini dilakukan agar lebih sesuai dengan kebutuhan dan prioritas anggaran daerah.

Bantuan sosial tersebut diperuntukkan bagi siswa yang terdaftar dalam penganggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025, khususnya mereka yang menempuh pendidikan di sekolah swasta. Besaran bantuan sosial sebesar Rp350 ribu per bulan akan disalurkan langsung oleh Pemkot Surabaya melalui rekening sekolah. Tujuan dari langkah ini adalah memastikan biaya pendidikan siswa tetap terpenuhi tanpa adanya pemungutan iuran tambahan dari pihak sekolah.

Penyediaan Seragam dan Sepatu untuk Siswa

Selain bantuan sosial, siswa yang mendapatkan beasiswa juga akan menerima seragam dan sepatu sebagai bentuk dukungan pendidikan. Untuk siswa di sekolah negeri, bantuan berupa seragam putih abu-abu, seragam pramuka, dan sepatu akan diberikan secara langsung. Sementara itu, siswa di sekolah swasta akan menerima bantuan sosial dalam bentuk uang tunai yang bisa digunakan untuk biaya pendidikan.

Arief menjelaskan, bantuan ini ditujukan khususnya kepada keluarga miskin, pra-miskin, yatim piatu, dan keluarga yang masuk dalam Desil 1 hingga 5. Fokus utamanya adalah pada keluarga di Desil 1 dan 2, yang merupakan kelompok paling rentan secara ekonomi.

Proses Sosialisasi dan Target Jangka Panjang

Sebelum kebijakan ini diimplementasikan, Pemkot Surabaya telah melakukan beberapa kali sosialisasi kepada kepala sekolah SMA Negeri dan Swasta sederajat. Sosialisasi dilakukan secara daring pada tanggal 29 September 2025 dan secara luring pada tanggal 11 November 2025, dengan didampingi oleh Dinas Pendidikan Provinsi.

Dengan adanya program ini, Pemkot Surabaya berharap dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) serta memberikan intervensi nyata dalam mengurangi angka kemiskinan di wilayah tersebut. Program ini juga diharapkan mampu memperkuat partisipasi pemuda dalam pendidikan, sehingga mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Meski program ini dianggap sebagai langkah positif, masih ada tantangan yang perlu diperhatikan. Misalnya, efisiensi penyaluran bantuan sosial, transparansi penggunaan dana, serta pemantauan dampak jangka panjang terhadap kualitas pendidikan siswa. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk memastikan keberhasilan program ini.

Harapan besar diarahkan pada kemampuan Pemkot Surabaya untuk menjaga komitmen terhadap pendidikan masyarakat, khususnya bagi kalangan yang kurang mampu. Dengan dukungan yang tepat, program beasiswa ini diharapkan menjadi salah satu kunci untuk membangun generasi muda yang lebih berkualitas dan berkontribusi positif bagi perkembangan kota.***

 

Penulis

Berita Hari ini Terbaru dan Terkini Diagramkota.com

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • 200+ Kalimat Ucapan Natal dan Tagline Selamat Natal Kepada Handai Taulan

    200+ Kalimat Ucapan Natal dan Tagline Selamat Natal Kepada Handai Taulan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 80
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Liburan sekolah pada bulan Desember 2025 menjadi momen penting bagi siswa, guru, orang tua, dan teman-teman. Banyak daerah di Indonesia mengumumkan libur sekolah karena cuaca ekstrem atau perayaan Natal. Ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk merayakan musim dingin dengan berbagai kegiatan yang menarik. Liburan Sekolah di Beberapa Daerah Beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa […]

  • Ini Alasan Pemkab Kebumen Dorong Penggunaan Produk Lokal dalam Program MBG

    Ini Alasan Pemkab Kebumen Dorong Penggunaan Produk Lokal dalam Program MBG

    • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Pemkab Kebumen Dorong Penggunaan Produk Lokal dalam Program Makan Bergizi Gratis DIAGRAMKOTA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen, Jawa Tengah, sedang gencar mempromosikan penggunaan bahan pangan dan produk lokal sebagai bahan baku utama dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan manfaat ekonomi yang dirasakan oleh para petani dan pelaku usaha mikro kecil […]

  • Jelaskan Perbedaan Sistem Pemerintahan UUD RIS dan UUDS 1950

    Jelaskan Perbedaan Sistem Pemerintahan UUD RIS dan UUDS 1950

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 59
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Jelaskan perbedaan utama antara sistem pemerintahan pada masa Konstitusi RIS dan UUDS 1950 Berikut ini akan diberikan jawaban referensi untuk soal yang tercantum di atas. Namun perlu dipahami bahwa jawaban di sini bersifat sebagai panduan saja. Mengerti perbedaan sistem pemerintahan yang diterapkan dalam berbagai konstitusi yang pernah ada di Indonesia merupakan bagian penting dalam […]

  • 29 Pria Pesta Seks di Surabaya Positif HIV, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Skrining di Tempat Hiburan photo_camera 1

    29 Pria Pesta Seks di Surabaya Positif HIV, Dinkes Gencarkan Edukasi dan Skrining di Tempat Hiburan

    • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 532
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina, mengungkapkan hasil pemeriksaan terhadap puluhan pria yang diamankan dalam penggerebekan pesta seks sesama jenis di salah satu hotel kawasan Ngagel, Surabaya. Dari 34 pria yang diperiksa, sebanyak 29 orang dinyatakan positif HIV. “Hasil pemeriksaan kami menunjukkan 29 dari 34 orang positif HIV. Kami langsung berkoordinasi […]

  • Kondisi Psikologis Meiza Aulia Coritha Pasca Perceraian dengan Eza Gionino

    Kondisi Psikologis Meiza Aulia Coritha Pasca Perceraian dengan Eza Gionino

    • calendar_month Rabu, 10 Des 2025
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 83
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kakak dari Meiza Aulia Coritha, Chandra Belly, mengungkapkan bahwa adiknya sedang menjalani konseling ke psikolog setelah mengajukan gugatan perceraian terhadap aktor Eza Gionino. Hal ini dilakukan karena Meiza mengalami depresi dan membutuhkan pendampingan dari tenaga ahli psikologi untuk membantu mengatasi tekanan emosional yang dialaminya. Menurut Chandra Belly, kondisi psikis Meiza terganggu karena menanggung beban […]

  • Kondisi Sekolah yang Memprihatinkan, Siswa Harus Belajar di Teras Rumah Warga

    Kondisi Sekolah yang Memprihatinkan, Siswa Harus Belajar di Teras Rumah Warga

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Diagram Kota
    • visibility 28
    • 0Komentar

    DIAGRAMKOTA.COM – Kondisi sekolah SDN Tlagah 2 di Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memicu kekhawatiran terhadap kualitas pendidikan yang diterima oleh ratusan siswanya. Akibat kerusakan pada bangunan, sebagian besar siswa harus belajar di luar ruangan, seperti di teras rumah warga atau bahkan di lantai rumah. Hal ini terjadi setelah beberapa ruang kelas rusak akibat angin […]

expand_less